BELAJAR seringkali dianggap "hantu" bagi sang buah hati. Kalaupun bukan 
berwujud seperti hantu, belajar terlihat seperti beban yang harus dihindari. 
Dan, orangtua kerap kesal dengan argumentasi yang diajukan sang buah hati pada 
saat menyuruhnya belajar, seperti "Tanggung nih Ma, ini film kartun kesukaan 
Adik." "Sebentar lagi, Pa! Adik kan masih asyik main game, tanggung nih." 
"Males, ah! Besok kan gak ada ulangan!" Mungkin salah satu dari argumentasi di 
atas pernah dilontarkan sang buah hati kepada Anda.

Pada dasarnya, setiap orang memiliki gaya belajar yang paling disukainya, tak 
terkecuali anak-anak. Apakah tergolong pembelajar auditori, visual, kinestetik, 
atau taktil. Masing-masing gaya belajar punya cara tersendiri untuk bisa 
terfokus, berkonsentrasi, dan mampu menyerap informasi. Orangtua yang bijak 
perlu memahami dominasi gaya belajar pada buah hatinya agar bisa dengan mudah 
mengarahkan dan melejitkan potensinya.

Buku ini dihadirkan untuk menjembatani persepsi orangtua dan anak mengenai 
belajar. Buku ini juga dilengkapi alat tes untuk menilai dominasi gaya belajar 
pada anak dan orangtua yang akan memudahkan orangtua mengambil tindakan, tetapi 
disukai oleh anak. Orangtua tak perlu lagi "marah-marah" untuk memaksakan 
anaknya belajar. Dan, dengan senang hati dan kesadarannya sendiri, anak akan 
memahami bahwa belajar adalah "sesuatu" yang harus dilakukan dengan cara 
menyenangkan. Mari kita ciptakan proses belajar seasyik bermain.


Judul: Membuat Anak Rajin Belajar Ternyata Mudah Kok
Penulis : Ari Ambarwati
Ukuran : 13 x 19 cm
Tebal : viii + 148 hlm.
Penerbit : Tangga Pustaka
ISBN : 979-9051-86-x
Harga : Rp 25.000

Selemgkapnya: http://tanggapustaka.com

Kirim email ke