PENGHARGAAN:
*The Age Book of the Year Award
*National Book Council Award

DATA BUKU
Judul buku: THE YEAR OF LIVING DANGEROUSLY
Penulis: Christopher Koch
Penerbit: Serambi
Tebal: 496 halaman
Cetakan: I, September 2009
Harga: Rp 49.000

"Novel terbaik tentang Indonesia."—www.amazon.com

"Karya fiksi yang disajikan dengan matang dan bernas, dipersiapkan dengan baik 
dan dituliskan dengan indah."—Larry McMurtry, penulis pemenang Pulitzer Prize 
dan Academy Award

Tahun 1965, sebuah masa yang dikenal sebagai "Vivere Pericoloso—Hidup Penuh 
Bahaya", yang membelokkan arah hidup bangsa Indonesia. Pemerintahan Sukarno 
membawa Indonesia ke tengah ketidakpastian. Dalam kondisi ekonomi Indonesia 
yang lemah, Presiden menghabiskan uang untuk membangun monumen-monumen megah, 
seraya menyulut api kebencian terhadap Barat dan mengobarkan semangat 
konfrontasi dengan negara tetangga: Ganyang Malaysia! Inggris kita linggis, 
Amerika kita setrika!

Sementara itu, di Jakarta yang penuh gejolak, tempat intrik politik bergolak 
dan bahaya senantiasa terendus—seperti bau rokok kretek—terjebak Guy Hamilton, 
seorang wartawan Barat, Billy Kwan, juru kamera bertubuh kate keturunan 
Cina-Australia, dan Jill Bryant, perempuan Inggris yang sama-sama mereka cintai.

Inilah sebuah drama penuh liku tentang revolusi, cinta segi tiga, kesetiaan, 
dan pengkhianatan. Selain itu, novel ini membeberkan berbagai peristiwa politik 
sepanjang tahun penuh pergolakan sampai hari-hari terakhir kekuasaan Presiden 
Sukarno setelah digulingkan oleh kudeta militer Jenderal Soeharto menyusul 
Gerakan 30 September.

Setelah lewat 40 tahun, ingatan tentang rangkaian tragedi 1965—ketika ratusan 
ribu rakyat sipil yang dituduh komunis dibantai menyusul pembunuhan para 
jenderal di Jakarta—mulai luntur bagi banyak orang. Koch, novelis dan wartawan 
kawakan Australia, menghidupkan kembali peristiwa itu dengan detail mencekam 
dalam novel yang dilarang beredar di Indonesia oleh rezim Ode Baru sejak 1978 
ini.

Sedemikian menariknya novel ini sehingga diangkat ke layar perak pada 1982 
dengan dibintangi para aktor terkemuka Hollywood: Mel Gibson, Sigourney Weaver, 
dan Linda Hunt. Seperti novelnya, filmnya pun dilarang diputar di Indonesia 
walaupun mendapat sambutan hangat di seluruh dunia. Tak pelak, novel ini 
sungguh layak dibaca oleh khalayak luas untuk lebih memahami sejarah kita 
sendiri.

"Penting dibaca generasi masa kini …"—The Jakarta Post

"Novel yang indah."—The Sidney Morning Herald

"Cerdas, menyentuh, meyakinkan …" —Anthony Burgess, penulis novel kontroversial 
A Clockwork Orange

Kirim email ke