Asisten Anda, Kumar, adalah seorang PKI.

Sebuah pesan singkat terketik rapi diatas sehelai kertas segi empat, tanpa nama 
pengirim, dimasukan dalam sebuah amplop putih yang tertutup rapat, tergeletak 
di atas karpet. Sengaja diletakan ditempat yang mencolok agar Guy Hammilton 
bisa menemukannya.

Guy Hamilton seorang wartawan yang baru dipindah ke Indonesia untuk 
menggantikan pendahulunya Potter. Saat itu wartawan Inggris dan Amerika 
dicekal, hingga untuk urusan berita mereka dilayani sebagian besar oleh 
Australia. Masalahnya Potter meninggalkan Indonesia tanpa memberikan Guy 
"Kontak-kontak" yang bermanfaat. Untung saja ia bertemu dengan seorang juru 
kamera lepas, Billy Kwan. Kwan menjadi mata Guy selama di Indonesia, sekaligus 
menciptakan Guy.

Pertemuan pertamanya dengan Jill, seorang sekretaris di Kedutaan Besar Inggris 
juga berkat campur tangan Kwan. Belakangan hubungan tersebut memicu tumbuhnya 
cinta segitiga diantara mereka.

Dengan mengambil latar belakang tahun 1965, yang dikenal dengan istilah "Vivere 
Pericoloso" (Hidup Penuh Bahaya), novel yang terdiri dari tiga bagian ini 
bercerita tentang banyak hal. Mulai dari situasi politik yang tidak menentu, 
semangat konfrontasi dengan negara tetangga, persaingan memperebutkan hati 
seorang wanita, persahabatan dua orang dengan latar belakang yang berbeda, 
hingga peristiwa yang dikenal dengan G-30 S PKI.

Mereka berdua, Bangsawan Guy serta Kurcaci Hitam, julukan untuk keduanya, 
bersama-sama menyelusuri perkampungan kumuh di Asia, di mana wangi cengkeh dan 
pala tajam tercium. Bersosialisasi dengan sesama wartawan asing di Wayang. 
Wayang adalah bar orang asing di hotel orang asing, jauh dari jangkauan kecuali 
mereka yang paling kaya dan paling berkuasa di Indonesia. Berbagi cinta kepada 
wanita yang sama serta mimpi.

Dengan bantuan Kwan, Guy melakukan gebrakan dengan wawancara Ketua PKI, Aidit. 
Tokoh yang nyaris mustahil diwawancarai saat itu. Aidit memilihnya sebagai 
saluran penyampaian topik yang ingin didiskusikan Aidit. Tidak ada komentar 
untuk yang lainnya, hanya Guy yang dipilih diantara jurnalis lainnya di 
Jakarta. Dia merasakan kemenangan, tetapi juga seperti diperalat. Walau harus 
diakuinya, sejak saat itu reputasinya melonjak cepat.

Bagi mereka yang lahir setelah tahun 1965, banyak tambahan pengetahuan sejarah 
yang bisa didapati dalam novel ini. Misalnya tentang Politik Mercusuar yang 
sering disebut-sebut sambil lalu dalam pelajaran sejarah di sekolah. Politik 
Mercu Suar ternyata merupakan sebutan untuk kegiatan Presiden Sukarno 
menghabiskan uang yang jumlahnya tidak sedikit untuk membangun monumen-monumen 
megah. Sementara di dalam negeri sendiri kondisi ekonomi Indonesia lemah, lalu 
pertunjukan wayang yan ditulis ulang dan dipertunjukkan di Istana Bogor sebagai 
untuk mempermalukan bawahannya.

Disebutkan juga bahwa Bung Karno memiliki banyak sebutan, selain Pemimpin Besar 
Revolusi. Antara lain, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Pengembang Amanat 
Penderitaan Rakyat, Gembala Agung dari Gerakan Wanita Revolusioner, Bapak Para 
Petani, Pemimpin Besar Para BuruhmKomandan Utama Revolusi Mental.

Banyak kejutan yang bisa ditemui dalam buku ini. Tanpa sadar Christopher Koch 
telah memuja Indonesia seperti yang diutarakan pada salah satu bab nya: "Tidak 
ada kerajaan di bumi yang bisa menyamai negara ini, kerajaan yang merupakan 
gerbang dunia."

Kalaupun ada yang mengganggu pada buku ini adalah perihal penyebutan nama. 
Disebuah kalimat Billy Kwan disebut sebagai Billy, namun beberapa baris 
dibawahnya menjadi Kwan, padahal diucapkan oleh orang yang sama.


-Truly Rudiono-
http://www.goodreads.com/user/show/1731272-truly


Detail Buku
Judul: THE YEAR OF LIVING DANGEROUSLY
Pengarang : Christopher Koch
Penerjemah : Yuliani Liputo
Hal : 493
Penerbit : Serambi Ilmu Semesta
Cetakan: I, September 2009

Kirim email ke