Ternyata kebohongan besar bisa terkuak oleh kebohongan kecil



----- Forwarded Message ----
From: Fadhali Ijla <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, November 18, 2009 4:59:54 PM
Subject: Fakta Lain Seputar Tulisan "Fakta di Balik Kriminalisasi KPK, dan 
Keterlibatan SBY"


Fakta Lain Seputar Tulisan "Fakta di Balik Kriminalisasi KPK, dan Keterlibatan 
SBY"

Sudah baca tulisan berjudul "Fakta di Balik Kriminalisasi KPK, dan Keterlibatan 
SBY"  ? Membacanya membuat saya begidik. Toh, gitu, ada beberapa hal yang 
membuat saya merasa terganggu.Salah satunya soal IT di KPU.

Di tulisan itu ada kalimat seperti ini, "Antasari bukan hanya akan membongkar 
Century, tetapi dia juga mengancam akan membongkar proyek IT di KPU, dimana 
dalam tendernya dimenangkan oleh perusahaannya Hartati Murdaya (Bendahara 
Demokrat)."

Karena termasuk yang sebal sama IT-nya KPU yang memble itu, saya masih 
menyimpan data perusahaan pemenang tender IT KPU. Ada tiga pemenang yang 
memberikan jasa yang berbeda-beda

Untuk sistem integrasi pemenangnya PT Jasa Teknologi Informasi Mandiri. Waktu 
saya tanya paman google, perusahaan ini adalah bagian dari grup SAM Mitra 
Mandiri. Pendirinya bernama R. Saleh Abdul Malik. Dia merangkap sebagai BOC. 
Saleh merupakan anggota DPR RI 04-09 dari PKB dari Dapil Jateng VII.

BOD-nya Haris Nugroho. Dia pernah bekerja sebagai Director of PT. Broadband 
Multimedia - Kabelvision (grup Lippo). Jasa Teknologi Informasi Mandiri (JTIM) 
sendiri dikelola oleh Ricky Rezani, yang dalam resumenya tertulis pernah 
sebagai COO-nya Jatis Grup.

Untuk layanan jaringan komunikasi data, pemenangnya PT Telkom. Tbk. Kalau ini 
nggak perlu diterangin lagi kiranya. Kebangetan kalo nggak tau.

Untuk layanan pemeliharaan Data Center KPU dimenangkan oleh PT Lapi Divusi. 
Perusahaan ini base camp-nya di Bandung.(Karena merasa tak tercemar, urusan 
proyek di KPU ini, Lapi membuat menu khusus berupa FAQ  di situs korporasi 
milik mereka.

Dalam pemilu 2009 lalu, yang jadi kehebohan terbesar adalah kegagalan 
perhitungan secara IT. Ini terkait dengan teknologi ICR yang kontroversial itu. 
Jadi, sepertinya dalam ruang lingkup tanggung jawab JTIM kepunyaan politisi 
asal PKB itu.

Untuk menambah keyakinan,  saya juga data ulang, lagi-lagi dengan bantuan paman 
google, perusahaan-perusahaan  miliknya Siti Hartati Murdaya.Sudah kubek-kubek 
dan juga pakai telpon sana-sini, saya gagal nemukan adanya kaitan si Siti ini  
ke JTIM ataupun Lapi.

Di tulisan itu juga ada disebut, "Antasari" yang disebut-sebut sebagai orangnya 
Megawati (PDIP)."

Saya lantas teringat, Siti Hartati tak seorang diri mengelola perusahaan. Di 
CCM (dulu lebih dikenal dengan nama Grup Berca) Siti berpartner dengan Murdaya 
Widyawimarta (Poo Tjie Gwan atau Poo Djie Thiong) yang tak lain suaminya 
sendiri. Murdaya lebih dulu eksis di jagad bisnis ataupun politik. Ya, dia kan 
pentolan PDI Perjuangan. Salah satu donatur terbesar partai wong cilik ini. 
Dalam pilgub Jatim, Murdaya dikabarkan menjadi penyandang dana-nya jagoannya 
PDIP, Sucipto, yang kalah itu.

Disebab Murdaya W.Poo adalah orang penting PDIP dan Antasari disebut orangnya 
PDIP, jadi terasa tidak logis kalau bekas jaksa ini disebut hendak dihabisi 
karena mau mengancam keselamatan bisnis orangnya SBY.  Bisnis Siti adalah juga 
bisnis Murdaya. Jadi, bisnis orangnya Megawati juga. Kalau pakai logika si 
penulis tulisan itu, berarti yang punya motif tak hanya SBY tapi juga Megawati !

Kesimpulan sementara saya, telah terjadi kekeliruan fakta. Mungkin sedikit 
penyesatan biar terasa logis dan mungkin agar  maknyus dibacanya. Fakta-fakta 
yang lainnya saya tidak tahu. Kalau kemudian saya merasa ragu, haraplah maklum.


      

Kirim email ke