HTML clipboard
HTML clipboard




THE 
LEADERSHIP SECRETS OF  


GENGHIS KHAN



 
  
  
  
  21 
  PELAJARAN KEPEMIMPINAN  



DARI SANG 
PENAKLUK PALING GEMILANG DALAM SEJARAH
  
   
  
  
  
  JOHN MAN
 
 
 
 

SINOPSIS

Jenghis Khan diakui sebagai pemimpin 
terbesar yang pernah ada. 
Semasa remaja, ia menjadi orang buangan, melarikan diri dari musuh-musuhnya dan 
bersembunyi di sebuah gunung di 
Mongolia utara. 
Seorang asing, seorang yang tak berarti. Namun, Jenghis hanya butuh dua puluh 
tahun untuk membangun kekaisaran darat terbesar dalam sejarah: empat kali 
ukuran 
wilayah kekuasaan Alexander Agung, dua kali ukuran kekuasaan Romawi. Bagaimana 
dia melakukannya? Pelajaran 
apa yang terungkap dari kehidupannya mengenai kepemimpinan?
Apa yang dimaksud dengan "kebesaran" dalam 
kepemimpinan? Sifat apa saja yang melekat dalam diri Jenghis Khan? Mungkinkah 
sifat-sifat itu diterapkan di masa dan tempat berbeda—di sini dan saat ini?

John Man mempelajari kehidupan 
Jenghis Khan untuk menemukan kualitas, karakter, dan strategi yang membuat dia 
menjadi pemimpin besar. Jawabannya kadang mencengangkan. Jauh dari sekadar 
menjadi tiran sebagaimana tergambar dalam sejarah, Jenghis Khan merupakan sosok 
pemimpin yang memiliki visi kemodernan luar biasa. Banyak dari rahasia 
keberhasilannya berguna dalam dunia bisnis kompetitif saat ini, sebagaimana 
rahasia itu berhasil mengerahkan dan mempersatukan bangsa Mongol di masa lalu.


 

“[Jenghis] memiliki banyak kualitas 
seorang eksekutif modern. Ia menggabungkan secara agresif orang-orang, proses, 
dan teknologi, baik dalam strategi maupun eksekusi.”

—Star Tribune

“Kebangkitan Jenghis Khan yang tak 
terelakkan dari pemuda buta huruf menjadi penguasa ‘kekaisaran daratan terbesar 
dalam sejarah’ mengajarkan kita banyak hal.”

—The Observer

 

KUTIPAN ISI

Jenghis Khan, dulu dan sekarang, 
adalah pahlawan sekaligus orang suci bagi rakyatnya, tapi juga pembunuh massal 
yang tak menunjukkan tanda-tanda penyesalan terhadap korbannya. Visinya untuk 
menguasai dunia, yang begitu memikat bagi rakyatnya, pada akhirnya adalah 
sesuatu yang benar-benar gila. Hal ini disadari cucunya, Kubilai Khan, begitu 
dia gagal menaklukkan Jepang, Jawa, Burma dan Vietnam, belum lagi negara-negara 
yang jauh. Visi tersebut adalah khayalan, yang dalam upaya perwujudannya 
Kubilai 
membawa dinastinya menuju kehancuran. 

Namun demikian, Jenghis adalah 
pemimpin besar dengan berbagai kualitas positif yang menjadikan dia sosok gagah 
berani di Mongolia maupun di China. Misalnya, dia punya kesempatan memperoleh 
keuntungan dari penaklukan-penaklukan yang dia lakukan, namun tidak serta-merta 
memanfaatkan kesempatan itu, setidaknya tidak secara pribadi. Dia tidak korup, 
inspiratif, terbuka, selalu ingin-tahu, murah hati, persuasif, dan masih banyak 
lagi. Semua itu kualitas yang jarang ditemui dalam diri penguasa lalim—dan 
kualitas itu pulalah yang membuat segala tentangnya layak dipelajari.

[John Man, dalam Pengantar]

 
 

PENULIS


John 
Man, bermukim di London, 
adalah sejarawan 

dan


travel


writer
dengan 
minat 
khusus ihwal 
Mongolia. 
Setelah menyelesaikan studi mengenai Jerman 

dan 
Prancis 

di


Oxford,


ia 
mengambil dua 

program
sekolah 
pascasarjana: kajian sejarah sains 

di


Oxford


dan 
studi bangsa 

Mongol 
pada 

School


of


Oriental


and


African 
Studies 

di


London.


Karyanya, 

Gobi:


Tracking


the


Desert,
adalah buku 
pertama tentang topik tersebut sejak 1920-an. 

Ia


juga 
pengarang Atlas 

of


the


Year 
1000, sebuah 
potret dunia pada pergantian milenium; 

Alpha


Beta, 
tentang awal mula alfabet; 

dan


The


Gutenberg


Revolution, 
sebuah telaah tentang asal-usul 

dan 
dampak percetakan. Selain itu, 
John menulis pula Genghis Khan, Kublai Khan, dan Attila the Hun—ketiganya 
buku mengenai biografi tokoh legendaris dalam sejarah kekaisaran kuno.

Berkat karya-karya itu, 
John Man 
dengan 
cepat menjadi salah satu sejarawan dunia 

yang
tulisannya


paling 
banyak dibaca orang.
 

DATA BUKU

Judul              : THE LEADERSHIP 
SECRETS OF JENGHIS KHAN 

Penulis           : John Man
Penerjemah   : 
Th. Dewi Wulansari

Editor             : Indi Aunullah

Genre             : Manajemen/kepemimpinan
Penerbit         
: Azkia Publisher (Kelompok Pustaka Alvabet)
Cetakan          
: I, Mei 2010
Ukuran           
: 13 x 20 cm (plus flap 8 cm)

Tebal              : 200 halaman

ISBN               : 978-979-18673-4-4

Harga             : Rp. 45.000,-



==========================================
Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No. 5A, Ciputat
Jakarta Selatan Indonesia 15411
Telp. +62 21  7494032, 
Fax. +62 21 74704875
www.alvabet.co.id




      

Kirim email ke