Bro,

forward dari tetangga
Link: 

http://priyadi.net/archives/2006/06/04/tinjauan-kritis-terhadap-alat-penghemat-bbm/

Disclaimer.
For sharing only.


--------------------------------------------------------------------------------

Tinjauan Kritis Terhadap Alat Penghemat BBM
Posted by: "Firman Gunadi"  ff_gunadi
Fri May 16, 2008 12:34 am (PDT) 

Disadur dari Blog Priyadi:

Naiknya harga BBM menyebabkan semakin banyaknya permintaan terhadap
alat-alat penghemat BBM. Yang menjadi masalah apakah memang ada
penghematan seperti yang diklaim para produsen alat-alat ini?

Selama bertahun-tahun, EPA –sebuah lembaga yang salah satu fungsinya
adalah melakukan pengetesan efisiensi bahan bakar produk-produk mobil
yang dijual di Amerika Serikat– mencoba untuk mengevaluasi
produk-produk yang diklaim dapat menghemat penggunaan bahan bakar.
Kesimpulan dari hasil evaluasi ini dapat dilihat pada halaman
"Gas-Saving" Products: Fact or Fuelishness? pada situs web FTC, sebuah
lembaga yang bertujuan untuk melindungi konsumen di Amerika Serikat.

Dasar Tinjauan

"Jika alat penghemat BBM memang dapat menghemat BBM sampai puluhan
persen dengan harga yang hanya beberapa ratus ribu rupiah, lalu
mengapa produsen mobil yang harganya sampai ratusan juta rupiah tidak
melengkapi produk-produk kendaraannya dengan alat tersebut?"

Jenis-jenis Alat Penghemat BBM

Berikut adalah berbagai jenis alat penghemat BBM berdasarkan cara
bekerjanya, dan kesimpulannya menurut FTC dan EPA di Amerika Serikat.

*

Perangkat yang memaksa udara masuk ke dalam karburator. Dari 22
alat yang dicek, hanya ada satu yang memberikan penghematan.
*

Perangkat yang memaksa udara masuk ke karburator melalui larutan
anti beku. Tidak ada satupun produk yang menunjukkan penghematan.
*

Perangkat yang menambah cairan ke saluran masuk udara/BBM. Hanya
satu dari dua alat yang menunjukkan penghematan.
*

Pemanas atau pendingin BBM. Tidak ada satupun produk yang
menunjukkan penghematan.
*

Magnet yang disimpan pada saluran BBM. Tidak ada satupun produk
yang menunjukkan penghematan.
*

Logam yang disimpan pada saluran BBM. Tidak ada satupun produk
yang menunjukkan penghematan.
*

Perangkat yang memperbaiki campuran udara dan BBM. Tidak ada
satupun produk yang menunjukkan penghematan.
*

Modifikasi mesin. Seluruh produk yang dites dapat menunjukkan
penghematan BBM..
*

Perangkat yang mengurangi daya ke asesoris. Seluruh produk yang
dites dapat menunjukkan penghematan BBM.
*

Aditif BBM. Tidak ada satupun produk yang menunjukkan penghematan.
*

Oli atau Aditif oli. Tidak ada satupun produk yang menunjukkan
penghematan.
*

Perangkat yang menotifikasi pengendara untuk mengganti gigi.
Dari empat produk, ada dua yang menunjukkan penghematan.
*

Lain-lain. Hanya ada satu dari 9 produk yang menunjukkan
penghematan.

Di Indonesia, produk yang banyak dijual termasuk dalam kategori Aditif
BBM, Magnet yang disimpan pada saluran BBM, dan mungkin Logam yang
disimpan pada saluran BBM. Menurut EPA, dari ketiga kategori produk
tersebut tidak ada satupun produk yang menunjukkan penghematan BBM.

Magnet yang disimpan pada saluran BBM

Hampir semua produk penghemat BBM yang beredar di Indonesia adalah
jenis magnet, mungkin karena harganya yang murah, pemasangannya yang
mudah dan tidak membutuhkan perawatan. Oleh karena itu saya akan
menitikberatkan bahasan saya pada jenis penghemat BBM yang ini.

Aplikasi magnet untuk penghematan BBM juga telah mendapatkan
sedikitnya enam paten Amerika Serikat:

* Magnetic Fuel Line Device, paten nomor 4,572,145
* Electromagnetic device for the magnetic treatment of fuel, paten
nomor 5,829,420
* Fuel activation apparatus using magnetic body, paten nomor 5,671,719
* Fuel combustion and magnetizing apparatus used therefor, paten
nomor 4,188,296
* Permanent magnetic power cell system for treating fuel lines for
more efficient combustion and less pollution, paten nomor 5,124,045
* Fuel treating device, paten nomor 4,461,262

Paten yang tertua dibuat pada tahun 1978, sedangkan yang termuda tahun
1996. Tetapi apakah pendaftaran paten berarti produk-produk tersebut
sesuai dengan klaim yang diberikan? Ternyata tidak, banyak paten-paten
palsu yang dibuat asal dengan bahasa yang meyakinkan tetapi ternyata
tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Contohnya dapat dengan mudah
dilihat pada situs-situs seperti Patently Silly, Patently Absurd, dan
IP Funny.

Klaim magnet dapat menghemat BBM juga termasuk salah satu di
antaranya. Kasus terbaru di Amerika Serikat adalah Super FUELMAX pada
tahun 2005. Menurut EPA, FUELMAX mengklaim penghematan BBM sebesar 27%.

The Super FUELMAX is described by the manufacturer as a set of two
magnets made with "a neodymium blending". The Super FUELMAX is
intended to be installed in either cars, trucks or boats; either
gasoline or diesel-powered. The device is fitted around the
fuel-delivery pipe to the engine. The manufacturer claims that …"this
results in more complete burn [sic], thereby saving fuel and reducing
emissions." Instructions accompanying the device claim an increase of
fuel- mileage up to 27%.

Dari kata-katanya, produk ini mirip dengan sebagian besar produk
magnet penghemat BBM yang beredar di Indonesia. Sedangkan penelitian
yang dilakukan oleh EPA berkesimpulan bahwa

The EPA concludes the following from the testing conducted on
these two vehicles: the Super FUELMAX device has no effect on fuel
economy or exhaust emissions.

Akhirnya, FTC menuntut produsen FUELMAX dengan tuduhan membohongi
konsumen. FUELMAX pun akhirnya mengakui bahwa memang klaim-klaimnya
tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Sayangnya, di Indonesia bisa
dibilang tidak ada lembaga yang dapat secara efektif mengontrol
penipuan-penipuan seperti ini.

Laporan lengkap hasil penelitian dari produk-produk lainnya dapat
dilihat pada situs web EPA pada halaman Gas Saving and Emission
Reduction Devices Evaluation.

Penjelasan Ilmiah Magnet Penghemat BBM

Tony Cains –seorang insinyur yang berkutat pada bidang fuel economy
selama bertahun-tahun– membuat situs web FuelSaving.info yang berisi
penjelasan mengenai penipuan alat penghematan BBM. Menurutnya, magnet
hanya secara signifikan mempengaruhi benda yang menghantar listrik.

People have been claiming miraculous effects from magnets for
hundreds of years. When considering these claims, bear in mind a
simple physical fact: magnets only significantly affect things that
conduct electricity. So magnets can affect metals, water and even the
human body. But the only effect on a hydrocarbon fuel is the massively
weaker "diamagnetic" influence. This would cause an extremely slight
tendency of the fuel to move away from a magnet, but is highly
unlikely to have any effect at the molecular level.

Some devices claim to "align the fuel molecules". But the
molecules are vibrating at high speed all the time, just as in any
liquid. So even if they were aligned in the magnetic field, they would
"unalign" straight away when they passed the magnet, and so would be
back to normal when they reached the engine. And where are the
experimental results which show that the molecules are "aligned"? How
can the makers claim their device works in a particular way, without
any evidence to show that this is really happening?

Some magnet devices don't actually admit that they use magnets,
because there has been so much negative evidence against them. But if
a device clamps round the fuel line, doesn't have any electrical
connection to anything, and claims to "align the fuel molecules" (or
something along those lines), it is almost certainly a magnet. Devices
made of neodymium, Samarium Cobalt or other "rare earth" materials are
also almost certainly magnets.

Lebih lengkapnya silakan lihat di halaman Magnets round the fuel line
or in the air flow.

Penelitian di Indonesia

Walaupun demikian, ada beberapa penelitian di Indonesia yang
berkesimpulan bahwa produk-produk penghemat BBM memang seperti yang
diklaim:

* Magic Jet Power Up System
* XPower oleh Departemen Kelautan dan Perikanan
* XPower oleh Astra International Daihatsu
* Tes Penghemat Bensin oleh MotorPlus
* Penghemat BBM Motor oleh Majalah Otomotif.

Secara umum, percobaan-percobaan tidak mencantumkan metoda
perhitungannya, dan hanya mencantumkan hasil akhirnya saja. Saya
sendiri tidak begitu yakin percobaan-percobaan tersebut dilakukan
secara ilmiah, dapat dipertanggungjawabkan secara statistik dan dengan
demikian membuktikan klaim yang diberikan. Alasan-alasannya:

* Konsumsi BBM tidak konstan dan tergantung dari sangat banyak
faktor. Misalnya cara mengemudi, kemacetan, kualitas BBM, cuaca dan
bahkan arah angin pun turut menentukan konsumsi BBM.
* Percobaan dilakukan pada satu kendaraan saja, sedangkan kondisi
sebelum dan sesudah alat penghematan BBM berbeda, misalnya temperatur
mesin, daya pelumasan oli dan temperatur lingkungan.
* Adanya deviasi pada perhitungan konsumsi BBM, sedangkan
percobaan dilakukan hanya beberapa kali dan dalam jarak atau waktu
yang sangat pendek.
* Bisa jadi bukan percobaan blind. Mungkin ada kasus "Lho, kenapa
setelah dipasang alat penghemat BBM justru semakin boros? Pasti ada
yang salah dengan percobaan kita, mari kita ulangi lagi!", mirip
dengan percobaan di sekolah dimana sebelumnya siswa sudah mengetahui
hasil yang seharusnya didapatkan.

Saran Untuk Produsen Alat Penghemat BBM

Tony Cains mengatakan ada beberapa syarat untuk membuktikan klaim
penghematan BBM:

* Pengujian sesuai dengan standar drive cycle. Amerika Serikat
mewajibkan produsen kendaraan untuk melakukan uji FTP75 untuk
menentukan kadar polutan dan konsumsi BBM. Sedangkan Uni Eropa
memberlakukan uji ECE+EUDC untuk menguji hal yang serupa.
* Kendaraan uji coba yang relatif baru dalam kondisi yang baik.
* Paling tidak dua kali uji coba dalam kondisi standar, diikuti
dengan paling tidak dua kali uji coba dengan penambahan alat
penghematan BBM.
* Idealnya, uji coba akhir dengan alat penghemat BBM dilepas.

Klaim baru terbukti jika ternyata ada penghematan BBM setelah
dilakukan uji coba dengan metoda di atas.

Jika produsen penghemat BBM tidak memiliki peralatan yang memadai,
mereka bisa menggunakan jasa dari EPA sebesar $27000, harga yang
relatif murah dibandingkan keuntungan yang didapat jika memang
alat-alat ini bekerja sesuai yang diklaim. Sayangnya saya tidak tahu
apa ada lembaga pemerintah di Indonesia yang dapat melakukan uji coba
sesuai standar-standar drive cycle untuk keperluan publik.

Selanjutnya, Tony Cains memberi beberapa saran yang baik para produsen
atau calon produsen alat-alat penghemat BBM. Sebagian besar
orang-orang yang mengaku menemukan alat penghemat BBM menjualnya ke
pasar modifikasi, yaitu menawarkan pemilik mobil untuk meng-upgrade
mobilnya. Tetapi akan jauh lebih menguntungkan jika para penemu
tersebut menjual teknologinya ke produsen mobil. Jika anda membuat
alat penghemat BBM yang benar-benar berfungsi, dan dapat
membuktikannya ke industri, maka anda bisa menjual jutaan unit setiap
tahunnya.

Saran Bagi Konsumen dan Calon Konsumen

Pasti ada alasannya mengapa alat-alat penghemat BBM selalu dijual
dalam bentuk modifikasi. Mungkin karena mereka tidak dapat membuktikan
klaimnya pada produsen kendaraan?

Produsen alat penghemat BBM yang benar-benar berfungsi akan menjualnya
langsung ke produsen kendaraan dan tidak akan berlelah-lelah untuk
membangun jaringan distribusi dan menjualnya satu per satu ke
konsumen. Tidak masuk akal jika hanya dengan beberapa ratus ribu
rupiah per unit dan pemasangannya yang amat sangat mudah, produsen
kendaraan akan menolak untuk membeli alat tersebut jika memang
benar-benar berfungsi seperti yang diklaim.

Dengan fakta-fakta tersebut di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa
hampir semua alat penghemat BBM yang dijual dipasaran adalah penipuan,
yang entah disadari atau tidak. Menurut EPA, hanya ada satu jenis
kategori alat penghemat BBM yang secara konsisten memang menghemat
BBM, yaitu modifikasi mesin.

Tidak ada cara yang praktis bagi pengendara mobil biasa (dan juga
termasuk para jurnalis media massa otomotif) untuk membuktikan klaim
penghematan BBM oleh alat-alat tersebut. Tetapi ada beberapa hal yang
bisa dilakukan oleh konsumen jika ingin mencoba alat-alat penghemat
BBM ini:

* Tanyakan mengapa alat ini dapat menghemat BBM. Jangan
terpengaruh oleh istilah-istilah yang terkesan canggih karena belum
tentu ada artinya :).
* Jangan mudah terpengaruh oleh testimonial, uji coba `independen'
dan kata-kata mutiara lainnya. Intinya, jangan mudah percaya dengan
yang dikatakan oleh penjual.
* Yang paling penting: mintalah garansi uang kembali 100% yang
cukup, misalnya selama satu tahun. Garansi 30 hari tidak cukup untuk
menentukan apakah produk yang dimaksud benar-benar menghemat BBM.

Tapi rasanya kita tidak usah berharap terlalu banyak.

Informasi lebih banyak mengenai alat-alat penghemat BBM dapat dilihat
pada situs FuelSaving.info.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke