Mobilku Ditabrak, Aku dan Adikku Dianiaya Penabrak
Selasa, 21-08-2007 09:16:10 oleh: Raisya Sasya 
Kanal: Kriminal 
Di bawah ini adalah kisah yang dialami Felyshia dan adiknya, akibat serempetan 
mobil yang berujung pada penganiayaan : 
 
Rekans, 
Berhati-hatilah bila melihat mobil Ford Everest biru, dengan nomer polisi B 
2708 CF. Ciri lainnya terdapat plakat DPR-MPR RI di dekat nomor polisi bagian 
depannya. Pengemudinya berkulit hitam, berbadan tegap, berusia sekitar 30an , 
berambut cepak agak plontos.
Adapun kronologis kejadian menurut adikku yang korban dan saksi setempat:
Pada tanggal 18-08-07, sekitar jam 10.45 terjadi serempetan antara mobil Ford 
dan mobil Avanza yang dikendarai oleh adik saya di kompleks perumahan Taman 
Permata, Karawaci.Akibat dari kejadian itu, bemper kanan belakang (tepatnya 
diatas roda belakang sebelah kanan) mobilku copot. 
Setelah tabrakan itu, pengemudi mobil Ford biru itu turun dari mobil, langsung 
lari menghampiri mobil adik saya yang saat itu baru memberhentikan mobilnya.
Pengemudi mobil Ford itu langsung turun melayangkan tinjunya berkali-kali ke 
arah wajah adik saya. Setelah itu, dia langsung membuka pintu mobilku, mencabut 
kunci yang masih melekat pada kontaknya, mengambil dompet adik saya yang 
tergeletak di kursi penumpang sebelah kanan, dan pergi meninggalkan adik saya 
yang masih belumuran darah dan mobilnya di TKP begitu saja.
Dengan dibantu oleh tukang ojek dan satpam, adik saya diantar pulang ke rumah. 
Pada saat itu saya yang sedang berada di rumah sendirian sangat panik melihat 
keadaannya yang babak belur dan berlumuran darah di seluruh mukanya.
Saat itu, saya ingin segera mengantarkan adik saya ke rumah sakit untuk segera 
mendapatkan pertolongan pertama, saya baru teringat akan kunci mobil dan stnk 
yang masih ditahan oleh ‘jagoan bermobil biru itu'.
Identitas ‘jagoan' itu yang akhirnya diketahui bernama Ilham dari petugas 
keamanan setempat, sehingga saya, dengan diantar oleh 2 orang satpam itu ke 
rumahnya utk mengambil kembali kunci mobil guna mengantarkan adik saya ke rumah 
sakit untuk segera mendapatkan pertolongan.
Apa yang terjadi kemudian, benar sangatlah di luar dugaan, jagoan tersebut 
sudah menunggu kami di depan rumahnya dengan berkacak pinggang. 
Saat itu, saya yang masih kebingungan segera menanyakan kunci mobil dan dompet 
yang berisikan STNK, itu akan tetapi langsung dibentak oleh JAGOAN itu, supaya 
saya jangan menanyakan kunci dan STNK mobil itu, atau saya juga akan dipukul 
seperti adik saya.
Sebagai seorang wanita, saya tetap bersikeras untuk meminta kembali kunci 
mobilnya, guna mengantarkan adik saya untuk mendapatkan pertolongan segera, 
karna darah semakin banyak mengucur dari luka adik saya.
Bukan kunci mobil yang saya terima, akan tetapi tamparan dan tinju berkali-kali 
diarahkan JAGOAN itu ke muka saya, untung saja, ada 2 orang petugas satpam yang 
sangat sigap melindungi saya dari serangan brutal JAGOAN itu, sehingga hanya 
mata kanan saya yang memar dan pendarahan pada bola mata saya.
Tidak puas karna saya berhasil diselamatkan oleh petugas satpam tersebut, 
JAGOAN tersebut mengancam akan MENGHABISI saya dan adik saya. ‘ Awas kamu, Saya 
TEMBAK kamu, saya matikan kamu berdua'.
Melihat keadaan yang sangat tidak menguntungkan buat saya dan adik saya, 
petugas satpam tersebut segera mengungsikan kami kakak beradik berdua. Kunci 
mobilku masih enggan dikembalikan, akan tetapi setelah berulangkali petugas 
keamanan menasehati bahwa dia tidak punya hak menahan kunci mobil, dompet 
berserta STNK kami, baru dia mengembalikannya kepada pak satpam. 
Saat ini, kasus ini sudah saya laporkan ke kantor polisi setempat, untuk 
pengusutan selanjutnya, dengan nomor laporan polisi 683/K/VIII/2007/SEK.CURUG.
Setau saya pernah dilakukan pemeriksaan dan penertiban terhadap mobil berplakat 
indetitas DPR MPR RI, bagaimana dengan JAGOAN ini???)
Apakah memang benar dia adalah anggota DPR MPR RI dengan plakat identitas yang 
melekat di mobilnya???? 
Apakah benar seseorang dapat seenaknya saja memukul orang????
Benarkah seorang pria dewasa menganiaya seorang wanita yang sedang panik 
melihat darahnya mengucur semikian deras dari luka adiknya???
Bisakah seenaknya seseorang menghabisi nyawa orang lain???
Apakah fungsi senjata itu??? Jikalau memang dia punya?? Apakah benar 
kegunaannya untuk mengancam dan menembak orang lain????
Masih adakah jaminan keselamatan dan perlindungan hukum di Negara Indonesia 
ini, di sisi lain kita punya kewajiban untuk membayar pajak ke Negara???
Supaya cukup kami saja yang mengalami hal seperti ini, jangan ada lagi kasus 
kedua dan ketiga yang mengalami nasib seperti kami. Kami mohon doa dan dukungan 
dari teman-teman sekalian, semoga keadilan dapat benar-benar ditegakan di bumi 
Indonesia ini, sehingga tidak ada yang namanya main hakim sendiri.
Kejadian ini ada benar adanya...,rekan-rekan sekalian dapat mengeceknya 
langsung ke kantor polsek Curug dengan nomor laporan yang sudah saya sebutkan 
diatas, atau dapat menghubungi email saya [EMAIL PROTECTED] com
Terima kasih,


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke