ip &
Panduan: Memilih dan menentukan mutu oli mesin secara proporsional dan
profesional
Merk oli mesin yg
beredar saat ini lebih dari 220 merk. Kalo dihitung dari type/jenisnya oli
mesin otomotif bisa mencapai ribuan
jenis . Untungnya yg ada dibengkel ga lebih dari 10-an merk, kecuali toko2 oli
yg gede. Jadi Kita ga pusing2 amat memilih.
Menentukan mutu
oli mesin yang ”sahih” dan meyakinkan hanya bisa dilakukan di Laboratorium dan
uji RoadTest.
Tips &
panduan dibawah ini paling tidak bisa membantu Anda, dalam memprediksi dan
mengidentifikasi Merk oli bermutu secara
lebih dini serta yg terpenting lagi sebenarnya adalah memantapkan paradigma
Anda dalam menyiasati suatu oli mesin agar memiliki
kinerja yg optimal di dalam mesin, secara proporsional dan profesional.
Beberapa hal yg mesti
Kita pahami dalam memilih merk dan hal yg terkait dg mutu dan kinerja oli mesin
yg ada dipasaran sbb:
Proporsional →Spesifikasi mutu oli yg dipakai: Yang palng ideal, Pakai kriteria
oli mesin
sesuai rekomendsi kendaraan Anda. Ya SAE, ya kode APInya.
Ingat, tingkat API tinggi
dan SAE encer tidak berarti mutunya lebih bagus!!!
Proporsional →masa pemakaian oli: Apapun merk dan jenis oli mesin yg Anda
Pakai, pastikan Anda tahu masa
pemakaiannya. Kalau ada produsen oli yg tidak memiliki data ini, ya
sederhana
saja ,bgaimana kita tahu oli mesinnya bermutu? Kesimpulannya produsennya
ga’ profesional.
Kocok Botol Oli sebelum dipakai→Oli terdiri dari 2 senyawa: bh.dasar oli +
aditif. Aditif komposisinya Cuma 5-20% dari total vol..oli. Tetapi justru
aditif adalah ”roh”-nya oli. Tanpa aditif, oli mesin umurnya bisa sangat
pendek. Aditif memiliki sifat lebih berat dari bahan dasar oli. Di botol
oli , aditif relatif berada di bagian dasar botol. Hasil uji coba dg AAS
(Atomic Absorbtion Spectroscopy ) menunjukkan, Oli yg dituang ke dalam
mesin tanpa dikocok akan memiliki kandungan aditif yg lebih sedikit
dibandingkan yg dikocok lebih dahulu.
Tapi Ada juga yg bilang : ” Saya
selama ini memakai oli mesin tanpa dikocok lebih dahulu, dan tdk ada masalh tuh
... dg mesin kendaraan Saya” ? Yg mesti
difahami, aus komponen logam di dalam mesin , ukurannya adalah PPM (part per
million=dalam 1 liter oli, logam yg aus seberat 0.001 gr .
Jadi sangat kecil sekali. Mesin baru bermasalah kalau oli bekasnya mengandung
aus mesin untuk beberapa unsur logam sebesar 40 PPM. Jadi artinya, wajar
kalau tanpa dikocokpun , kita merasa ”tidak ada masalah” dg kondisi
mesin kendaraan Kita. Dampaknya baru akan terasa beberpa tahun kemudian.Tanpa
dikocokpun oli sebenarnya, bisa langsung dipakai di
mesin. Namun biar kinerjanya lebih optimal , ya..ga ada susahnya mengocok botol
oli.!! Dan dengan langkah ini, Kita bisa menunda proses aus mesin kendaraan
beberapa tahun lagi kedepan.
.
Mutu = data hasil uji ≠ retorika promosi. Tolok ukur suatu oli mesin
adalh data dan angka hasil uji. Baik di Lab. Atau di lapangan. Pilih Merk
oli mesin yg memiliki data spesifikai yg jelas dan ditampilkan di
websitenya. Cari
informasi sebanyak 2nya ttg perbandinagn mutu merk2 oli yg banyak tersebar
di internet.. Syukur2 ada perbandingan hasil uji semikerja spt:
Uji kinrja aditif terhadap oksidasi
(ASTM D-4742) , Uji aus mesin (Four Ball Wear (ASTM D-4172 atau Uji
Timken Load), TBS (tappered Bearing simulator), Uji stabilitas kekentalan
oli thd suhu tinggi.Temperature/High Shear (ASTM D-4683) . Jangan pernah
terbuai dg retorika yg dipakai produsen
oli dalam promosinya, apapun yg mereka katakan ttg oli mereka. Tidak punya
data hasil uji lab. No way!!!
Sayangnya memang, banyak produsen
oli disini, belum terbuka dan ga’
terbiasa dengan pengungkapan data hasil
uji oli, spt. Yg konsumen harapkan..
Mutu Oli tdk tergantung dari jenisnya:
mineral, oli sintetis atau
semisintetis !!
→ Mutu oli mesin tidak diukur dari jenis olinya , sintetis atau bukan. Bila
diuji di Laboratorium, sifat spesifikasi oli sintetis bisa jadi lebih tinggi
nilainya.
Namun mesti diingat mutu oli mesin bukan hanya terkait dengan jenis olinya
tetapi juga aditif yg dipakai. Lebih dari itu, masalah mutu oli mesin, tolok
ukurnya bukan sekedar hasil uji sifat spesifikasinya . Mutu oli mesin baru
terlihat ketika dipraktekkan di lapangan , diaplikasikan dan diuji jalan pada
mesin kendaraan sesungguhnya (road Test)
atau diuji pada metoda uji semi kerja spt. No.4. Ibarat dalam kehidupan ,
seseorang dg nilai tinggi di sekolah/universitas, pada prakteknya dalam
bekerja, belum tentu kinerjanya sama baiknya seperti saat ia di sekolah. Dan
dari beberapa hasil uji 2 jenis oli mesin ini,
hasilnya malah sebaliknya. Kuncinya adalah proporsional dan profesional
dalam pemakaian dan menyikapi masalh oli
mesin. Mutu dan kinerja Oli mesin sintetis dan mineral bisa sama baiknya,
tergantung dari merk dan cara Kita memahami masalh ini secara benar &
proporsional.
Tampilan & isi Website : Produsen oli bermutu biasanya tidak sekedar memiliki
dan
menampilkan website yg mereka
miliki. Tetapi juga merepresentasikan sebagai produsen oli bermutu,
kualified dan terbuka kepada konsumennya dalam menampilkan hasil uji lab.
dari spesifikasi/ Mutu oli mesinnya. Lebih jauh lagi , produsen oli
terkemuka biasanya berani membandingkan hasil uji /mutu olinya dg merk
lain dan juga hasil uji Roadtest yg pernah dijalani. Hal ini biasanya
tidak dilakukan oleh
produsen oli yg ”Biasa-biasa saja”.
Reputasi merk. Merk
Oli bermutu biasanya dapat dikaitkan dengan reputasi produsen oli tersebut
sebagai produsen minyak terkemuka dunia. Tapi tentunya tidak semuanya.
Ada juga beberapa merk oli mesin terkemuka dan
bermutu yg bukan merupakan produsen minyak dunia.
Kode & Istilah : Pemahaman kode & istilah oli mesin sangat penting, karena
sektor
oli mesin penuh dg istilah/kode yg biasanya banyak disalhtafsirkan
maknanya dikalangan otomania dan masyarkat. Salah mengartikan istilah,
akan salah juga,
Kita menafsirkan mutu suatu oli mesin. Lebih jauh, Dg pemahaman yg benar
, akan istilah &
kode oli mesin”, Kita tidak akan
mudah tertipu karerna tahu
permasalahan sesungguhnya dan paham
apa dan bagaimna seharusnya bersikap dalam menentukan, menyiasati,
memahami makna sesungguhnya dari kode/istilah di seputar oli mesin tsb.
Bebrapa Kode dan istilah
penting yg perlu di ketahui:
● NPT: Setiap merk oli seharusnya mencantumkan Kode NPT (nomor pelumas
terdaftar
pada kemasanya/botolnya. Kode ini artinya oli tsb sudah diuji di Laboratorium
Kami (Lemigas) dan layak dipasarkan di Indonesia. Kalau tidak ada bukan berarti
belum diuji, tetapi biasanya botolnya langsung diimport dr luar dan belum
dicantumkan NPT-nya. Untuk yakinnya tanyakan hal ini pada produsen olinya. NPT
dikeluarkan dalam bentuk sertifikat di tandatangani oleh pejabat di Dirjen
Migas, Dept.ESDM.
Macam-macam penulisan NPT:
Untuk oli mesin dan oli samping
- Deptamben
RI NPT
KY xx E xxxxxxx
(KY)Kode merk (X) angka (E)
kode oli mesin/samping
- DESDM NPT
RWxxExxxxxxx
- DESDM RI NPT ACxxExxxxxxx
- NPT
ADxxExxxxxxx
ntuk oli transmisi atau gear
- Deptamben RI
NPT KYxxRxxxxxxx
- DESDM NPT
BSxxRxxxxxxx
Dsb.
●Viskositas Indeks (VI): Ukuran kemampuan oli mesin dalam menjaga
kestabilan kekentalannya terhadap suhu panas dan dingin. Contoh beberapa angka
VI. Semakin tinggi VI, semakain baik kestabilan kekentalan oli mesin thd suhu.
No.
Tingkat SAE
Indeks viskositas, Minimum
1.
5W-20
127
2
5W-30
180
3.
5W-50
230
4.
10W-30
145
5
10W-40
169
6.
10W-50
190
7.
20W-40
113
8.
20W-50
133
·
Thin-Film
Oxygen Uptake (ASTM D-4742)
Metoda uji ini mengukur
kestabilan oli mesin dari reaksi oksidasi yang biasanya terjadi antara gas
oksigen , aditif Anti-oksidan di dalam oli
serta senyawa kimia yang biasanya
terdapat di dalam mesin seperti , bahan bakar yang teroksidasi atau ternitrasi,
logam terlarut dan air.
·
Four Ball
Wear (ASTM D-4172)
Metoda uji ini untuk mengukur kemampuan
perlindungan oli terhadap tingkat goresan terhadap komponen logam. Pengujiannya
dilakukan dengan memutar satu bola logam yang dikontakkan/ditempelkan dengan
3 bola logam yang statis (diam) yang
telah dilumuri oli yang diuji.
·
High
Temperature/High Shear (ASTM D-4683)
Metoda uji ini mengukur ketahanan kekentalan suatu oli pada
kondisi suhu tinggi dan perlakuan “tekanan ekstrim” yang biasanya terjadi di
bantalan utama poros engkol.
Dsb.
Pelajari dg seksama hasil uji perbandingan mutu mrk oli mesin ini disini:
http://www.animegame.com/cars/Oil%20Tests.pdf
KOMPARASI
MUTU BEBERAPA MERK OLI MESIN TERNAMA.
Anda mungkin akan
SHOCKK ...., kalau melihat hasil uji .yg mengggambatrkan perbandingan kinerja
mutu dari beberpa merk oli mesin ternama disni., Tapi , kaga juga dink...???.
Beginilah seharusnya mutu merk2 oli mesin diperbandingkan.
Ada bberapa merk
oli sintetis dan semisintetis yg cukup terkenal ,yg di uji disni, yg mungkin
salah satu diantarnya merk yg Anda pakai. Intinya Pada metoda uji Timken Load
disini, kinerja mutu dan ketangguhan oli mesin diuji kemampuannya dalam
melindungi komponen mesin/logam dari aus yg terjadi, pada logam berputar,
ditekan dengan beban dan bergesekan satu sama lain. (ini analog dg prinsip
kerja Bearing di mesin). Semakin kecil/sedikit tingkat keausan logam tentu
semakin
baik kinerja oli mesin tsb. Selamat mempelajari ..Dikutip dari majalh
Otomotif, Street Commodores , Australia,
Edisi maret 2006.
Itu saja dulu ,
takut kepanjangan. lain waktu bisa disambung lagi . Bagi yg belum jelas bisa
didiskusikan lebih lanjut atau ada hal yg ingin ditanyakan ataupun seandainya
Klub Otomotif Anda ingin mendapatkan
semacam ”Coaching Clinic” ttg Oli mesin, ingin tau lebih jauh, Apa sih
sebenarnya isi dari oli mesin itu? (Gratis), bisa kirim Email: [EMAIL
PROTECTED] atau 0813-842-292-07.
Mudah2an
bermanfaat!!
Terima Kasih
Wassalamualaikum
Wr.Wb
M. Fuad
[Non-text portions of this message have been removed]