MARHABAN YA RAMADHAN
Mohon maaf lahir batin...... berangkali ada salah - salah kata atau perbuatan
yang kurang berkenan....
Ini ada sekadar renungan menjelang Ramadhan ...... mudah-mudahan bermamfaat
bagi kita semua....
Wassalam,
Dwi Setiawahyudi & keluarga.
nb: mohon maaf seandainya anda kurang berkenan.
------------ --------
Segala puji bagi Allah semata, shalawat serta salam semoga terlimpah kepada
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam beserta seluruh keluarga dan
sahabatnya.
Akan Datang Tamu Tercinta
Saudaraku muslim dan muslimah! Bagaimanakah perasaan anda jika ada seorang tamu
yang anda cintai dan rindukan memberitahu, bahwa ia akan datang dan tinggal
bersama anda selama beberapa hari, apa yang akan anda lakukan?
Tidak diragukan lagi, anda akan senang dan berbahagia, kemudian anda akan
bersiap-siap menyambut kunjungan itu dan sedapat mungkin anda akan merapikan
diri, membersihkan rumah dan menyiapkan acara-acara yang menarik dalam rangka
kunjungan itu. Bukankah demikian? Jawabannya adalah, "Tentu!"
Wahai saudaraku, bagaimana jika tamu itu bukan saja anda cintai, akan tetapi
juga dicintai Allah, Rasul-Nya dan seluruh kaum muslimin? Bagai-mana jika tamu
ini selama tinggal bersama kita antara siang dan malam-nya membawa kebaikan dan
keber-kahan?
Tamu yang dimaksud itu tidak lain adalah Ramadhan, bulan yang mulia, bulan
al-Qur'an, bulan shiyam, bulan bertahajjud dan qiyamullail, bulan kesabaran dan
takwa, bulan kasih sayang, ampunan dan terbebasnya hamba dari api neraka, bulan
yang terdapat di dalamnya suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan
di mana syetan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka.
Bulan saat amal kebaikan dilipat gandakan dan penuh berkah dalam ketaatan,
bulan pahala dan keutamaan yang agung. Maka seyogyanya setiap yang mengetahui
sifat-sifat tamu ini untuk menyambutnya sebaik mungkin, mempersiapkan berbagai
amal kebajikan agar memperoleh keberuntungan yang besar dan tidak berpisah
dengan bulan itu, kecuali ia telah menyucikan ruh dan jiwanya. Allah Ta'ala
berfirman, artinya, "Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu" (QS.
asy-Syams: 9).
Kaum salaf, pendahulu umat ini telah memahami betapa tinggi nilai tamu
tersebut. Oleh karena itu, diriwayatkan, bahwa mereka berdoa kepada Allah agar
dipertemukan kembali dengan Ramadhan sejak enam bulan sebelumnya, dan apabila
mereka mengakhirinya, mereka menangis dan berdo'a kepada Allah agar amal mereka
pada bulan-bulan yang lain diterima, demikian seperti dinukil Ibnu Rajab
rahimahullah.
Bagaimana Umat Islam Umumnya Menyambut Bulan Ramadhan
Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Dan jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di
muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah".
(QS.al-An'am: 116).
Saudaraku yang mulia! Kalau kita perhatikan kondisi umat Islam, maka kita akan
mendapatkan keaneka- ragaman cara di kalangan umat Islam saat menyambut bulan
Ramadhan, yang rata-rata menyimpang dari syari'at Allah. Di antara mereka ada
yang menyambutnya dengan pesta, pawai-pawai, lagu-lagu atau nyanyian bermusik.
Ada yang menyambutnya dengan acara begadang disertai pemutaran film-film,
sinetron-sinetron atau drama yang di dalamnya terdapat tabarruj (pamer aurat)
dan perbuatan-perbuatan maksiat. Juga ada yang menyambutnya dengan
pertemuan-pertemuan bersama para musisi dan artis kemudian menampilkan apa yang
mereka lakukan dalam menyambut bulan kebaikan dan berkah ini. Di antara mereka
pun ada yang menyambutnya dengan mengadakan berbagai acara lomba Ramadhan yang
kurang bernilai mendidik, atau acara-acara lainnya yang mengesampingkan amal
ketaatan.
Padahal demi Allah, seharusnya tidaklah demikian, tidaklah menyambut Ramadhan
itu dengan perbuatan maksiat, haram dan mendurhakai Penguasa semesta alam;
benarlah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang artinya,
"Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan bagian apa-apa
dari puasanya, kecuali lapar dan dahaga". (HR. Ahmad dan terdapat dalam Shahih
Al Jami' No. 3490).
Ada juga di antara mereka yang menyambutnya dengan pergi ke pasar dan
berdesak-desakan di dalamnya, mereka membeli berbagai jenis makanan dan
minuman, seolah-olah Ramadhan itu bulan makanan dan minuman, bulan tidur di
siang hari dan begadang dengan berbagai maksiat pada malam hari. Padahal
seharusnya Ramadhan disambut dengan taubat, beramal shalih dan bersyukur kepada
Allah dengan hati, lisan dan amal perbuatan.
Kepada mereka kami sampaikan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang
artinya:
"Sejahat-jahat umatku adalah mereka yang melahap segala kenikmatan dan memakan
berbagai makanan". (Hadits ini dihasankan oleh Al-Albani di dalam Shahih Al
Jami' No.3599).
Demikian banyak corak dan cara baru (bid'ah) yang dilakukan umat Islam dalam
menyambut bulan Ramadhan, yang semuanya menyimpang dari petunjuk Nabi Muhammad
shallallahu alaihi wasallam. Padahal Allah subhanahu wataala telah berfirman
yang artinya, "Katakanlah (wahai Muhammad) sesungguhnya petunjuk Allah lah
sebenar-benar petunjuk". (QS. al-Baqarah: 120).
Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga bersabda yang artinya, "Dan
setiap hal yang baru (dalam agama) itu bid'ah, dan setiap bid'ah itu sesat, dan
setiap kesesatan itu tempatnya dalam neraka". (Hadits shahih).
Bagaimana Kita Menyambut Bulan Ramadhan
Untuk menyambut bulan yang mulia ini, kami ringkaskan beberapa butir penting
sebagaimana berikut:
* Berdo'a, semoga Allah memperpanjang umur kita sampai pada bulan
Ramadhan, seperti yang dilakukan oleh sebagian kaum salaf, begitu pula memohon
kepada Allah pertolongan dan kekuatan dalam menunaikan shaum, qiyamullail dan
beramal shalih di dalamnya.
Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan
hanya kepada Engkaulah kami minta pertolongan" . (QS. al-Fatihah:5)
2. Kebersihan dan kesucian, maksudnya adalah kebersihan ma'nawi yaitu
taubat yang tulus dan sebenar-benarnya dari segala dosa dan maksiat. Bagaimana
mungkin seseorang menu-naikan shaum sedangkan dia berbuka dengan sesuatu yang
haram, atau meninggalkan shalat, atau durhaka kepada kedua orang tua, sehingga
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat dan malaikat Jibril pun
mengamininya?
Wahai saudaraku yang saya cintai! Bagaimana anda menginginkan shaum yang
diterima dan bermanfaat, sedangkan anda berada dalam keadaan melakukan dosa ini
dan itu?
Belumkah anda mendengar sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam yang artinya,
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah
tidak membutuhkan puasanya dari makan dan minum". (HR. al-Bukhari).
"Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian apa-apa dari
puasanya, kecuali lapar dan dahaga". (Shahih Al Jami').
Maka Bertaubatlah dengan taubat yang tulus dan sebenar-benar taubat, sebab
pintu taubat masih terbuka. Dan taubat itu bukan sekedar meninggalkan perbuatan
dosa, akan tetapi dengan mengembalikan hati dan hawa nafsu kepada Dzat Yang
Maha Mengetahui alam ghaib, "Maka kembalilah kepada Allah". (QS. adz-Dzariat:
50).
3. Di antara persiapan jiwa dalam rangka menyambut bulan Ramadhan,
hendaknya anda dengan sepenuh hati melakukan shaum sebaik-baiknya dan beramal
shalih pada bulan Sya'ban. Sebab pada bulan Sya'ban ini segala amal perbuatan
diangkat kepada Allah, sebagaimana sabda Rasululah shallallahu alaihi wasallam
yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid.
"Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melakukan shaum sepanjang bulan
Sya'ban atau melakukan shaum pada bulan itu kecuali beberapa hari saja beliau
tidak melakukannya" . (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
4. Di antara masalah penting lainnya adalah bertafaqquh (memahami)
hukum-hukum shaum dan mengenal petunjuk Nabi shallallahu alaihi wasallam
sebelum memasuki shaum; mempelajari syarat-syarat shaum, syarat sahnya, yang
membatalkannya, hukum shaum pada hari yang diragukan, apa yang boleh, wajib
atau haram dilakukan oleh seseorang yang sedang melakukan shaum, apa etika dan
sunnah-sunnahnya, hukum-hukum qiyamullail, berapa bilangan raka'atnya,
hukum-hukum shaum bagi yang ber-halangan baik karena safar (bepergian) atau
sakit, hukum zakat fitrah dan lain sebagainya. Begitu pula mengenai petunjuk
Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam bulan Ramadhan yang bertalian dengan
diri beliau, shaumnya, qiyamullailnya, kemurahan hatinya, pemeliharaan dirinya
serta keteladanan beliau dalam bertadarrus al-Qur'an, juga yang berkaitan
dengan keluarga dan umatnya. Sebab segala sesuatu harus didahului dengan ilmu
dan pemahaman sebelum mengamalkannya.
5. Mempersiapkan acara-acara menyambut "tamu agung", di antaranya dengan
membaca al-Qur'an, mempelajarinya kemudian menghafalnya, qiyamullail, memberi
buka puasa kepada orang-orang yang berpuasa, melakukan umrah, i'tikaf, dan
berlomba dalam kebaikan dengan semangat fastabiqul khairat, shadaqah, dzikir,
penyucian jiwa dan lain-lain.
Kita berdo'a semoga Allah berkenan memberi taufiq dan hidayah-Nya kepada kita
agar dapat beramal shalih pada bulan Ramadhan.
"Ya Allah, pertemukan kami dengan bulan Ramadhan dan berilah kami pertolongan
untuk dapat menunaikan shiyam, qiyam, dan amal shalih di bulan Ramadhan dan di
bulan-bulan lainnya. Teguhkanlah kami pada keta-atan sampai kami menemui-Mu,
sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan segala do'a". Amin ya
Rabbal âalamin.
Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad subhanahu wataala
beserta keluarga dan para sahabatnya.
Sumber: Nasyarah, Kaifa nastaqbilu Ramadhan (Abu Mush'ab Riyadh bin Abdur
Rahman al-Haqiil)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Kunjungi Situs Baleno Club Indonesia di www.baleno.infoYahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/baleno/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/baleno/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/