Hari Minggu tanggal 14 September 2008, jangan lewat Jl. Pramuka, Jakarta Timur ya! Percaya deh, kalau masih ga percaya cobain aja, pasti diusir pak polisi. Karena disepanjang jalan itu mulai dari by pass Ahmad Yani sampai Fly-over Matraman ditutup untuk kepentingan penerapan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB).
Acara ini sebelas-duabelas dengan yang sudah berkali-kali digelar di Jl. Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat. Maksud dan tujuannya tetap sama dengan yang selama ini digelar. "Menerapkan Perda no2/2005 tentang penanggulangan pencemaran kendaraan bermotor," buka Jannen Napitupulu, kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jakarta Timur. "Salah satu perwujudannya adalah melaksanakan hari bebas kendaraan bermotor," ungkap Jannen yang kemudian menjelaskan perubahan kondisi udara yang cukup signifikan. "Dari data sebelumnya, polusi bisa berkurang 35% sampai 60% dalam satu hari itu, baik PM10, CC, maupun NO," tambahnya. Penurunan ini terjadi karena selama satu hari penuh dari jam 6 pagi sampai jam 2 siang jalanan hanya boleh dilalui oleh kendaraan tidak bermotor dan angkutan umum yang punya trayek tetap seperi bus trans Jakarta dan metromini. Tapi apakah enggak menjadi sia-sia ketika, kegiatan ini hanya berlangsung satu hari saja. Dan yang pasti penurunan polusi udara hanya terjadi di satu ruas jalan itu saja. Volume kendaraan tentunya tidak akan berubah jumlahnya, hanya dialihkan. Yang terjadi justru hanya memindahkan polusi udara. "Tapi dibalik acara ini yang paling penting adalah data yang akan kita dapatkan nanti. Bila ternyata tanpa kendaraan pribadi kualitas udara di Jakarta jauh lebih baik untuk kesehatan. Maka kita berharap masyarakat akan beralih ke kendaraan umum," ungkap Walikotamadya Jakarta Timur, Drs. H. Murdhani MH Oh, itu maksudnya. Kira-kira dengan kondisi angkutan umum di Jakarta seperti sekarang, masyarakat akan peduli kesehatan dan tergugah untuk beralih enggak ya? Kalau anda? Penulis/foto:popo Regards Nugraha BCI 369 [Non-text portions of this message have been removed]
