Modusnya sama aj, cuma lebih kreatif

----- Forwarded by Didin Syafrudin/JK/ID/FE/IFF on 14/01/2009 10:32 -----




Modus Penipuan Baru


Tebar Amplop Berisi Dokumen


BOGOR - Kini masyarakat harus waspada. Pasalnya, ada modus penipuan baru 
di
Kota Bogor . Warga Kelurahan Gunungbatu RT 03/11 Kecamatan Bogor Barat 
Kota
Bogor Jacky Wijaya (50) nyaris menjadi korban penipuan, Jumat (28/11).
Beruntung dia cepat tersadar, sehingga tidak menjadi korban.


Bagaimana modus penipuan baru itu terjadi? Awalnya, Jacky menemukan amplop
berwarna cokelat yang tergeletak di Jalan Raya Pajajaran, tak jauh dari
simpang Tugu Kujang. Amplop tersebut bertuliskan dokumen penting.
Merasa penasaran dengan isi amplop, Jacky langsung membukanya. Betapa
terkejutnya dia saat melihat isi amplop itu berisi surat-surat penting,
seperti surat izin usaha perusahaan (SIUP) atas nama PT Mico Graha 
Pavindo.


Dalam SIUP itu tertulis sebagai Direktur Utama Lumaksono Tri Sardjono asal
Surabaya . Ada pula surat keterangan tanah yang dikeluarkan Badan
Pertanahan Kabupaten Manokwari dan cek senilai Rp4,7 miliar. Tak hanya 
itu,
dalam amplop juga terdapat foto Lumaksono yang sedang bersalaman dengan
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.


"Dokumen penting dan foto SBY yang bersalaman dengan Lumaksono itu membuat
saya percaya kalau dia seorang pengusaha atau orang hebat," ungkap Jacky.
Lantaran ingin mengembalikan dokumen tersebut, Jacky menghubungi nomor
081230553900 yang tertera di amplop. Nomor itu ternyata aktif, sehingga
percakapan seorang lelaki yang mengaku bernama Lumaksono pun terjalin.


Orang yang dihubungi itu mengucapkan terima kasih dan meminta mengirimkan
langsung amplop penting itu kepadanya di Surabaya Jawa Timur.
Untuk keperluan ongkos ke Surabaya , Lumaksono berjanji memberikan uang
Rp20 juta sebagai ucapan terima kasih kepada Jacky. Tidak hanya itu, Jacky
juga dijanjikan  mendapatkan bonus Rp100 juta. Mengirimkan uang itu,
Lumaksono meminta Jacky ke ATM agar proses transfer uang bisa dilakukan.


Mendapat tawaran itu, Jacky tergiur dan pergi ke ATM dengan harapan bisa
mendapatkan uang yang dijanjikan. Setibanya di ATM, Jacky dipandu 
Lumaksono
melakukan transaksi menggunakan bahasa Inggris. Di tengah proses 
transaksi,
Jacky sempat curiga lantaran uang yang ada di ATM-nya diminta ditransfer 
ke
nomor rekening Lumaksono.


Sadar dirinya nyaris ditipu, Jacky menghentikan proses transaksi di ATM 
itu
dan memaki-maki Lumaksono. Mendengar omelan Jacky, tiba-tiba Lumaksono
langsung menutup telepon. "Saya mulai curiga waktu dia menyuruh 
mentransfer
semua uang yang ada di ATM saya," kata Jacky.


Beruntung dia keburu sadar. Uang dalam  ATM pun bisa diselamatkan. Jacky
langsung memaki-maki orang itu. Pelaku malah menutup teleponnya. "Saya 
juga
curiga sama foto dia dan Pak SBY. Saya menduga foto itu direkayasa oleh
Lumaksono," ujar Jacky.


Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang menemukan amplop berisi
dokumen penting, termasuk cek dan foto seseorang dengan Persiden SBY, agar
berhati-hati dan jangan mudah percaya. Karena saat bertransaksi di ATM 
yang
dijanjikan akan menerima uang, justru akan menjadi korbannya. Menurut
Jacky, orang itu sengaja membuang amplop di tengah jalan agar mudah
ditemukan orang lain untuk menghubungi pelaku.


Informasi yang diperoleh Radar Bogor, modus penipuan gaya baru ini sudah
memakan korban. Pada 7 November 2008, satu orang warga Kabupaten Bogor
bernama Neneng dan satu orang lainnya warga Cianjur bernama Syahlan telah
menjadi korban penipuan tebar dokumen penting ini.


Dengan modus yang sama, korban (Neneng) mengalami kerugian Rp15 juta dan
Syahlan menderita kerugian Rp7 juta. Awalnya, kedua korban ini juga
menemukan amplop cokelat berisi dokumen penting.

Keduanya berniat mengembalikannya dan juga dipandu pelaku dengan
iming-iming mendapatkan uang ratusan juta sebagai balas jasa. Bukannya 
uang
jasa yang diperoleh, malahan uang di ATM korban amblas berpindah ke
rekening pelaku. (dra)


INI BERITA YANG JUGA HAMPIR TERJADI PADA KITA. POSTULAN ANTON MENEMUKAN
AMPLOP ITU DI SEKITAR UGM, KEMUDIAN DISERAHKAN PADA SAYA DAN BR. MICHAEL.
SAYA KEMUDIAN MENCOBA MENGHUBUNGI NOMER YANG ADA DI AMPLOP BAIK LEWAT TLP
MAUPUN SMS, BERUNTUNG TIDAK SAMBUNG. SAYA PENASARAN DAN ISENG-ISENG BUKA
GOOGLE UNTUK MENCARI PROFILE PERUSAHAAN TERSEBUT… EH YANG KETEMU MALAH
BERITA INI … WASPADALAH !!!


Saya sertakan juga hasil scan dari dokumen2 tsb

 (See attached file: PENIPUAN002.jpg)(See attached file:
PENIPUAN003.jpg)(See attached file: SIUP_PENIPUAN001.jpg)

This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above.  It may contain  confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any  other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your 
system.[attachment "PENIPUAN002.jpg" deleted by Didin 
Syafrudin/JK/ID/FE/IFF] [attachment "PENIPUAN003.jpg" deleted by Didin 
Syafrudin/JK/ID/FE/IFF] [attachment "SIUP_PENIPUAN001.jpg" deleted by 
Didin Syafrudin/JK/ID/FE/IFF] 




Please consider the environment before choosing to print this e-mail.


* * * * * * * * * *

This communication contains information of International Flavors & 
Fragrances (IFF) and/or its affiliates that may be confidential, 
proprietary, copyrighted and/or legally privileged, and is intended only 
for the addressee. Any copying, dissemination or other use of this 
information by anyone other than the intended recipient is prohibited. If 
you have received this communication in error, please contact the sender 
and delete it from your system.







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke