FYI
----- Original Message ----- 
Sent: Thursday, January 15, 2009 3:09 PM
Subject: [forumpolines] Fwd: [balita-anda] OOT-Fw: modus baru pemerasan
- kejadian 11 Januari 2009..


just info all .......
sumber dari rekan di resmob pmj

Polda Metro Jaya Buka Call Center
 ------------------------------
 *Dalam rangka memberantas preman jalanan Polda buka Call Center *

Dalam rangka memberantas preman jalanan, Polda Metro Jaya membuka
layanan
telepon pengaduan (call center) yang bisa diakses selama 24 jam.
Masyarakat yang memiliki informasi bisa langsung menelepon atau mengirim
SMS. Polda Metro Jaya juga membuka layanan online bagi masyarakat yang
ingin
menyampaikan informasi melalui internet.
Pelaksana harian Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, AKBP Mahbub
mengatakan, layanan telepon 24 jam disiapkan bagi masyarakat yang
memiliki
informasi mengenai kejahatab jalanan, seperti premanisme, perampasan dan
penjambretan, juga pak ogah, parkir liar dan pengamen liar.
"Silahkan menghubungi yang telah kami persiapkan, jika mendapati ada
kejadian kejahatan jalanan" ujar Mahbub.
Dia mengatakan, dalam operasi kejahatan jalanan yang digelar
Minggu-Selasa
(2-4/11) lalu, jajarannya mengamankan 432 orang. Dari jumlah itu, 62
diantaranya ditahan dan 432 dibina.
Mereka yang diamankan terdiri dari preman, pak ogah, pengamen jalanan,
timer, penjudi, tukang parkir liar, pelaku perampasan, serta pelaku
penjambretan.
Operasi digelar di sejumlah lokasi yang diangap rawan seperti di
terminal
bus, stasiun kereta api, tempat hiburan dan di dalam angkutan umum.
Dalam
operasi tersebut, Polda Metro Jaya menyita sejumlah barang bukti,
seperti
tiga pucuk senjata api, enam buah senjata tajam, mesin jackpot, judi
mahyong, satu senjata api mainan dan tiga butir peluru mainan, satu
pedang
kayu, tiga set kartu remu, dua kupon togel dan uang Rp. 3,4 juta.
Mahbub mengatakan, Polda Metro Jaya juga menyiapkan dua nomor telepon
untuk
masyarakat yang akan memberikan informasi mengenai kejahatan jalanan,
yaitu
        *021-5234299 *dan *087883054782*.
Satuan Reserse Mobil (Resmob) juga membuka telepon pengaduan yang bisa
dihubungi selama 24 jam. Untuk SMS masyarakat bisa menghubungi nomor
*08159166060
*atau siaga Resmob *021-5234250 *atau *0811813008* dan e-mail : *
[email protected]*.
Masyarakat bisa melaporkan setiap kasus kejahatan jalanan ke nomor yang
sudah kami siapkan" ujar Kasat Resmob AKBP Ahmad Rivai.

sumber ;

www.reskrimum-metro.go.id <http://www.reskrimum-metro.go.id/> 
 

 

 


--- On Thu, 1/15/09,  wrote:



Subject: Kejadian 11 Januari 2009
Date: Thursday, January 15, 2009, 6:04 AM



 


Email kejadian yang saya alami ini sebagai informasi agar rekan-rekan
lebih waspada, 
1.        MInggu Siang, 11 Januari 2009, sekitar pukul 11.30, saya
mengendarai mobil & sedang berhenti di lampu Merah by pass arah
kalimalang 
2.        seorang anak peminta-minta (usia sekitar 11-12 tahun) mengesot
dipinggir jalan dengan salah satu kakinya "buntung" (posisi duduk di
jalan) 
3.        Saya membuka kaca dan memberinya Rp. 500, anak itu kelihatan
tidak puas dan lalu pergi 
4.        saat lampu sudah hijau, saya mulai berjalan dan seketika
berhenti karena merasa melindas sesuatu, 
5.        Tiba-tiba ada yang berteriak, "BERHENTI!!!! ADA ORANG DI BAWAH
MOBIL!!!" 
6.        sekonyong-konyong, para pengemis lain sudah mengelilingi mobil
saya, menggedor-gedor kaca mobil dari seluruh sisi, mencoba memaksa
membuka mobil sampai handle mobil patah 
7.        Spontan pengendara mo to r dan orang di sekitar saya
menghampiri mobil saya, mengangkat dan memiringkan mobil untuk
mengeluarkan anak peminta-minta yang tadi dari bawah mobil saya..
(sementara di dalam mobil saya gemetar dan memohon Tuhan untuk to long
saya.. saya sangat khawatir, korban akan luka parah atau jangan-jangan
malah meninggal..) 
8.        Puji Tuhan, saat itu ada reserse berbaju preman, mengendarai
mo to r  yang menenangkan masa yang hampir mengeroyok & merusak mobil
saya. Ia langsung memasukkan anak yang "tergilas" tsb dalam mobil saya
untuk dibawa ke RS. Terdekat bersama dengan 1 teman peminta-minta
lainnya.. 
9.        Sampai di RS. Harum, suami saya sudah disana, anak itu
diperiksa di UGD, ternyata anak tersebut tidak buntung, kakinya hanya
dilipat dalam celana panjang. Dokter tidak meminta rontgent karena
mamang tidak ada bagian tubuh yang patah.., hanya diberi resep yang kami
tebus RP. 5.000. ANAK ITU SEHAT, hanya sedikit lecet karena mungkin
"salah tarik" saat keluar dari kolong mobil saya. 
10.        Di RS. Reserse itu  menginformasikan pada kami bahwa ini
memang modus operandi baru. Ia memarahi anak tsb yang  mencari uang
dengan SKENARIO PEMERASAN MASUK KE TENGAH KOLONG MOBIL YANG SEDANG
BERHENTI DI LAMPU MERAH, AGAR PARA PREMAN BISA PAKSA PEMILIK MOBIL UNTUK
BAYAR GANTI RUGI 
11.        Reserse meminta kami hanya memberi uang ongkos pada anak-anak
peminta-minta tsb, jangan lebih dari Rp. 5.000, untuk memberi mereka
pelajaran. 
12.        Kami berikan anak itu obat dari RS dan uang ongkos Rp. 10.000
dan anak itu berlalu dengan berjalan tegap dan sehat 

Dengan masih dalam kebingungan, deg-deg an dan kegamangan saya pulang ke
rumah.. Kami sangat bersyukur, Tuhan memelihara, menjaga dan melindungi
kehidupan kami, tidak sempat dikerjai para preman tersebut. 

Semoga rekan-rekan waspada dengan modus ini. 

Salam damai, 

Ria Meitrisia

 




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke