Cuma FWD dari milis lain, mudah2an berguna

 
Guys, this is true story...
ada temen gw, Ben dari Djarum Black Car Community Jakarta, Senin kemarin ( 
Malam Imlek )
dirampok dan digebukin di dekat Sport Club Sunter atau SPBU yang di sepanjang 
jalan Danau menuju PRJ
Ini merupakan modus baru dari pada usaha pemerasan, perampokan, dan 
penganiyayaan.
HARAP kawan-kawan sekalian berhati-hati, terutama yg melintas di daerah jalan 
Danau Sunter pada malam hari
apalagi yang menyetir sendiri atau wanita.
Kronologisnya temen gw ini adalah temen gw mau pulang dari arah PRJ ke Danau 
Sunter.
Ada banyak anak-anak geng motor suka kumpul dan kebut2an di daerah tersebut.
Waktu Ben mau puter balik di dekat danau untuk pulang ke rumahnya di Sunter 
Hijau, ada banyak anak motor yang mau START kebut2an, Ben dilarang puter balik. 
Ben berhenti dan memutuskan untuk lurus dan ambil jalur lain ( yang ke lampu 
merah, yg ada SPBU dan stockist mobil ASTRA). Pada saat mengambil lurus, tiba2 
ada motor nabrak mobilnya dengan kencang. BRAKKK.... Yang naik motor jatuh. 2 
orang. satu terluka dan patah kaki. satu lagi lecet2 saja. Ben turun dan 
berinisiatif menolong. Sayangnya anak2 motor ini sudah PANAS atau memang 
niatnya buruk. Langsung mengerubungi dan mengeroyok Ben. Jam tangan, cincin, 
kalung, gelang, dompet, handphone. Semua barang berharga dirampas. Untungnya 
tidak lama setelah itu, ada rekan sesama Djarum Black Car Community lewat dan 
mendinginkan suasanan, Ben tertolong dan dibawa pulang. Mobilnya dalam keadaan 
patah As Roda sehingga ditinggal sementara di TKP. Setelah Ben pulang, bapaknya 
Ben kembali bersama teman Ben untuk
 mengambil mobil. Tetapi mobil sudah dalam keadaan rusak parah karena 
dihancurkan dengan paksa dan isi dalam mobil dijarah habis-habisan.
Ben sekarang dalam keadaan baik-baik saja hanya dengan sekujur badan luka lebam 
dan mendapat jahitan 3-4 di pelipis muka kirinya.
HIMBAUAN bagi para pengguna jalan raya dan rekan2 klub otomotif semuanya untuk 
berhati-hati.
Jangan sampai kejadian yang sama menimpa teman2 dan rekan2 sekalian.
Katanya diantara para pelaku dan provokator adalah anak seorang Polantas. Ini 
menimbulkan polemik di masyarakat, yang diajarkan untuk mempercayai bahwa para 
polisi sudah berubah menjadi pengayom rakyat tetapi malah ada anggota 
keluarganya menjadi penganiyaya daripada masyarakat itu sendiri. ( opini 
pribadi penulis )
dan sebagai tambahan, ternyata menurut nyokapnya Ben. Temen nyokap Ben 
mengalami kejadian serupa pada 2 hari sebelumnya, hari Sabtu. dengan kronologis 
yang serupa.


      

Kirim email ke