Nambahin lagi ah dikit...
Boros tidak nya BBM bisa dilihat dari angka2 tadi yg saya posting, Jika Lambda
kurang dari 1, kadar CO bisa naik sehingga bensin lebih boros, kalau hal ini yg
terjadi perlu penyetelan CO, nanti hasil gas emisi yg lainnya pasti mengikuti.
Sedangkan gas CO2 dan HC juga bisa jadi indikasi kondisi mesin, kalau HC tinggi
berarti pembakaran kurang sempurna lantaran banyak bensin yg ngga terbakar,
sedangkan CO2 bisa turun kalau kinerja mesin kurang bagus, bensin terbakar tapi
tidak sempurna. Nah kalau knalpot bocor angka gas CO dan CO2 bakal turun
sedangkan O2 naik drastis.
Nah solusinya seperti kata Om Didin bersihkan saringan udara, karena saringan
udara kotor dapat menghambat udara yg masuk keruang bakar. Campuran menjadi
terlalu kaya alias jumlah bensin lebih banyak dari udara dan menyebabkan tidak
terbakar, ini yg menyebabkan HC tinggi. Nah kalau CO tinggi yg harus diperiksa
sistem kelistrikan, busi, kabel busi, koil dll. Pastikan busi yg dipakai sesuai
spesifikasi dan jangan lupa gap businya harus pas, Pastikan tahanan kabel busi
dibawah 25 kilo ohm, terakhir kalau baleno lama stel celah klep dengan benar.
Nah untuk kasus Om Amand saya pikir mesinnya sehat2 aja, ingat Om faktor boros
bukan hanya mesin banyak faktor lain yg mempengaruhi seperti kondisi ban,
kaki-kaki, gaya mengemudi dll.
Salam
Ajat
BCI 247
[Non-text portions of this message have been removed]