<http://groups.yahoo.com/group/ApiKatolik/message/70627;_ylc=X3oDMTJyMzQ
0aDkzBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzI1ODU2ODAEZ3Jwc3BJZAMxNzA3MjA4NDg2BG1zZ0l
kAzcwNjI3BHNlYwNkbXNnBHNsawN2bXNnBHN0aW1lAzEyMzQ4NzgzNjM-> FW: Ditilang
Polisi 


Tue Feb 17, 2009 5:46 am (PST) 



Semoga bermanfaat.

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja 
kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan 
taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi 
tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh 
polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan 
sopir taksi.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK ?
Sopir (Sop) : Baik Pak.
P : Mas tau kesalahannya apa ?
Sop : Gak Pak.

P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil 
nunjuk ke plat nomor taksi yang memang gak standar) sambil 
langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang, lalu 
menulis dengan sigap.
Sop : Pak jangan ditilang deh. Wong plat aslinya udah gak 
tau ilang kem ana . Kalo ada pasti saya pasang.

P : Sudah saya tilang saja. Kamu tau gak banyak mobil 
curian sekarang ? (dengan nada keras !!)
Sop : (Dengan nada keras juga) Kok gitu ! Taksi saya kan  
ada STNKnya Pak. Iini kan bukan mobil curian !

P : Kamu itu kalo dibilangin kok ngotot (dengan nada lebih 
tegas). Kamu terima aja surat tilangnya (sambil 
menyodorkan surat tilang warna MERAH).
Sop : Maaf, Pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya. 
Saya mau yang warna BIRU aja.

P : Hey ! (dengan nada tinggi), kamu tahu gak sudah 10 
hari ini form biru itu gak berlaku !
Sop : Sejak kapan Pak form BIRU surat tilang gak berlaku ?

P : Ini kan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta 
form BIRU. Dulu kamu bisa minta form BIRU, tapi sekarang 
ini kamu gak bisa. Kalo kamu gak mau, ngomong sama 
komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik Pak, kita ke komandan Bapak aja sekalian 
(dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya, berani betul sopir taksi ini.
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas ?
Sop : Siapa yang melawan ? Saya kan cuman minta form BIRU. 
Bapak kan yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah. Saya bisa kenakan pasal 
melawan petugas !
Sop : Saya gak melawan ? Kenapa Bapak bilang form BIRU 
udah gak berlaku ? Gini aja Pak, saya foto bapak aja deh. 
Kan bapak yang bilang form BIRU gak berlaku (sambil 
ngambil HP)

Wah ... wah .... hebat betul nih sopir ! Berani, cerdas 
dan trendy. Terbukti dia mengeluarkan HPnya yang ada 
kamera.
P : Hey ! Kamu bukan wartawan kan ? Kalo kamu foto saya, 
saya bisa kandangin (sambil berlalu).
Kemudian si sopir taksi itu pun mengejar polisi itu dan 
sudah siap melepaskan shoot pertama (tiba-tiba dihalau 
oleh seorang anggota polisi lagi)

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu.
Sop : Si Bapak itu yang bilang form BIRU gak bisa dikasih 
(sambil tunjuk polisi yang menilangnya)

Lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang 
tadi. Ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang 
menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya 
polisi yang menghalau tadi menghampiri si sopir taksi.

P 2 : Mas, m ana surat tilang yang merahnya? (sambil 
meminta)
Sop: Gak sama saya Pak. Masih sama temen Bapak tuh (polisi 
ke 2 memanggil polisi yang menilang)
P : Sini, tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)
Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar 
Rp.30.600 sambil berkata : Nih kamu bayar sekarang ke BRI 
! Lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini. Saya tunggu.
S : (Yes !!) OK Pak ! Gitu dong, kalo gini dari tadi kan  
enak.

Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali 
taksinya sambil berkata pada saya, : Pak, maaf kita ke ATM 
sebentar ya . Mau transfer uang tilang . Saya berkata : 
"Ya, silakan."

Sopir taks ipun langsung ke ATM sambil berkata, "Hatiku 
senang banget Pak, walaupun di tilang, bisa ngasih 
pelajaran berharga ke polisi itu. Untung saya paham 
macam-macam surat tilang.

Tambahnya, : "Pak kalo ditilang kita berhak minta form 
biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang. Jangan 
pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI ! Mending bayar mahal 
ke negara sekalian daripada buat oknum.

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya 
infokan ke Anda sebagai berikut :

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan 
dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di 
pengadilan setempat. Itu pun di pengadilan nanti masih 
banyak calo, antrian panjang dan oknum pengadilan yang 
melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai 
tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang 
dititipkan di kejaksaan setempat.. Disini pun banyak calo 
dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa 
pembengkakan nilai tilang..

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan 
bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer d ana via 
ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank 
BUMN).

Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk ditukar 
dengan SIM/STNK kita di Kapolsek terdekat di m ana kita 
ditilang.
You know what ? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna 
Jalan Raya tidak melebihi 50ribu ! Dan d ana nya RESMI MASUK 
KE KAS NEGARA.

Forward email ini, beritahukan teman, saudara & keluarga 
Anda.
Berantas korupsi dari sekarang !
 
 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke