http://www.otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=otonews/Content/0/0/1/7/9575
OTOMOTIFNET - mobil hangus terbakar saat sedang parkir, itu sudah cerita lama.
Sekarang banyak kasus mobil terbakar justru saat melaju kencang di jalan raya
atau di jalan tol.
Tak terkecuali, sedan premium seperti
Mercedes-Benz atau BMW (B 2912 BT) hingga mini MPV Jepang macam Toyota
Yaris (B 2218 BV), yang menurut data Traffic Management Centre Polda
Metro Jaya(PMJ) musnah terbakar di jalan tol Cipularang dan tol JORR
awal Maret ini.
Bikin terenyuh hati karena sebagian besar korban sempat melihat api di
depan matanya sendiri, yakni berasal dari kompartemen mesin. Sebelum
akhirnya api tak bisa dikuasai dan membakar habis mobil.
Menilik fungsi mesin, sebagai kawan yang berubah menjadi lawan . Pada
area mesinlah terletak koil berdaya 25.000 volt yang sanggup bikin
ayam panggang dalam sedetik, pipa knalpot yang mengalirkan gas buang
bersuhu 760-800 derajat Celcius, slang yang dilalui semburan bensin
bertekanan 58 psi, hingga radiator berisi air panas 98 derajat Celcius.
Bayangkan jika semua komponen tadi bekerja maksimum, saat Anda menekan
pedal gas dalam-dalam. Kondisi komponen yang tidak fit dan tidak di
rawat, segera mengundang bahaya Apa saja yang harus Anda perhatikan?
Kualitas Kabel Dan Soket
Terdapat ratusan kabel dengan spesifikasi beragam. Meski tegangan hanya
12 Volt, tetap bisa menjadi pemicu kebakaran. Kebocoran listrik memang
sulit terdeteksi, tetapi fisik kabel bisa diperiksa.
Bila pembungkus kabel mulai fatigue (getas) sehingga serabut kabel
mulai terlihat, kudu waspada. Kebocoran listrik yang ditandai percikan
sangat mungkin terjadi. Kalau ada kebocoran uap bensin di ruang mesin,
api langsung menyambar.
Pastikan kondisi kabel dan soket dalam kondisi prima. Soket kendur bisa
menyebabkan fong dan berbuntut korsleting. “Bila mencium bau sangit
(karet terbakar) disertai asap, segera pinggirkan mobil,” tutur Taqwa,
tunner dari Garden Speed di Jaksel.
Instalasi Kabel
Memasang banyak perangkat tambahan yang memakai sumber listrik dari
aki, menyebabkan kabel positif banyak bertumpuk di terminal positif
aki. Sebutlah perangkat seperti alarm, audio, lampu rotator dan
sebagainya.
Banyaknya soket tambahan terpasang
secara paralel pada kutub positif aki, bisa menyebabkan fong bila tak
terikat dengan kencang alias kendur.
Gunakan konektor bercabang yang banyak dijual sehingga setiap kabel
yang terpasang di kutub positif aki tak bertumpuk. “Jangan lupa
menambahkan peranti sekering untuk setiap kabel (+) tambahan arus putus
saat terjadi hunungan singkat,” jelas Usman Adhie, workshop manager
Tunas Toyota, Jaktim.
Aki ( Baterai)
Merupakan sumber dari semua kelistrikan di mobil selain alternator yang
berfungsi sebagai pembangkit listrik
(generator). Kualitas aki harus selalu terjaga. Baterai soak atau tak
mampu menyimpan listrik dari alternator bisa menjadi penyebab kebakaran
juga. Kerja alternator ekstra berat karena tak pernah berhenti
mensuplai listrik ke aki.
Kondisi aki yang tidak terikat atau baut pengikat (bracket) mengendur,
menyebabkan aki bergetar dan berakibat kabel yang terhubung ke aki ikut
goyang. Getaran rutin bisa menyebabkan kekencangan mur berkurang dan
berbuntut fong.“Kabel menjadi panas dan bisa
melelehkan pembungkus kabel dalam hitungan detik,” jelas Wahyu
Tanudjaja, instalatur Mobiltronik, Sunter, Jakut.
Bila usia aki sudah lewat 1 tahun, segera siapkan dana untuk menebus
aki baru agar sumber kelistrikan selalu terjaga sekaligus mengeliminir
bahaya terbakar.