Yth.Nyoman Bangsing,
Ya, ide Anda sangat baik. Cuma, sektor yang dikembangkan tersebut sebaiknya adalah Sektor yang kompetitip juga di pasaran dunia, seperti halnya Sektor Parawisata, dan Lukisan Khas Bali.
Bagaimana kalau Bali diusulkan untuk menjadi tempat "Exhibitions and Conferences for a World Peace ", dan Bali di posisikan seperti halnya Swizerland ( tempat perdamaian ) ?
Regards,
Ngurah Ny
Nyoman Bangsing <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ysh. teman-teman LP3B.
Belum lama ini saya sempat mengikuti acara bincang-bincang antara Bapak
Gede Pitana dan salah seorang reporter TV di tanah air. Dalam pembicaraan
itu, disebutkan oleh Bapak Pitana, bahwa Pariwisata tak ubahnya lokomotif
bagi daerah Bali.
Saya tercenung sejenak, apa tidak terlalu gegabah, bila kita memilih
sektor yang cukup rentan terhadap gangguan luar(yaitu pariwisata), kita
pilih sebagai lokomotif bagi Bali ?
Bila lokomotifnya mandek, maka barisan gerbong-gerbong kereta yang ada,
juga akan berhenti.
Nampaknya dalam masa-masa mendatang, kita perlu memikirkan lokomotif lain
selain pariwisata. Melalui media ini, mungkin kita bisa melakukan
penampungan dari ide-ide yang ada. Bila teman-teman punya ide, silahkan
lontarkan lewat media kita ini.
Menurut hemat saya, kita bisa memulai dari sisi kekuatan yang dimiliki
orang Bali. Salah satunya adalah bida ng seni, apakah itu seni lukis, seni
ukir, patung, kerajinan emas/perak, seni tari/karawitan dsb. Seni tak bisa
dilepaskan dari hidup keseharian orang Bali. Satu hal yang masih kurang
menurut saya yaitu apresiasi orang terhadap suatu karya seni. Rasanya
kurang tepat kalau suatu lukisan dihargai murah. Mestinya karya seni mesti
dihargai tinggi. Contah lain dalam seni kerajinan emas/perak, karya
kerajinannya dihargai rendah. Mereka belum menghitung nilai desainnya.
Coba kita bandingkan dengan harga kerajinan sejenis di luar negeri, maka
selisih harganya akan cukup besar. Dalam kaitan ini, perlu disiapkan
orang-orang yang khusus mempelajari desain, sehingga karyanya nanti
dihargi tinggi.
Khusus untuk para pelukis, Bali mempunyai segudang pelukis, maka perlu
dipikirkan suatu terobosan, bagaimana kita bisa memberi kesempatan kepada
mereka untuk berpameran. Melalui pameran, mereka akan semakin dikenal.
Mengingat saat ini sudah ada fasilitas internet, mungkin lp3b bisa
m embantu para pelukis kita dalam urusan promosi, yaitu dengan jalan
membuatkan mereka satu homepage yang tentunya memuat biodata serta
karya-karya mereka. Dengan adanya situs di internet, maka informasi
tentang para pelukis kita bisa diakses dari seluruh belahan dunia.
Bidang lain, dimana orang Bali menonjol adalah dalam memberi
pelayanan(service). Saya menjadi teringat dengan obrolan saya dengan
seorang yang berasal dari Surabaya, yang sudah lama tinggal di Singaraja.
Dia memiliki restoran di Lovina, dan pada saat saya diundang makan di
restorannya, dia menerangkan bahwa pekerjanya dia pilih orang Bali. Alasan
yang dia kemukakan ternyata sederhana sekali. Menurut dia, orang Bali
tidak perlu diajari tersenyum lagi, mengingat senyum mereka sudah alami.
Hal yang kelihatan sepele, namum punya dampak yang luar biasa.
Pemberian jasa pelayanan ini bisa kita perluas ke bidang pariwisata,
perbankan, asuransi, pelayanan kesehatan dsb.
Hal lain yang tidak kalah pentingn ya menurut saya, Bali mesti mempunyai
kelompok pemikir, yang akan mempersiapkan generasi penerus kita.
Kelompok ini diharapkan memberikan sumbangan pemikiran tentang
bidang-bidang mana yang perlu diterjuni/ditekuni oleh generasi mendatang.
Bila dimungkinkan kita perlu mempersiapkan orang-orang yang akan mengisi
level Manager ke atas, khususnya dalam bidang-bidang unggulan di atas.
Dalam kondisi yang kritis, toh kita bisa mengekspor mereka. Berbekal skill
tinggi dan pengetahuan luas, maka posisi tawar mereka akan sangat baik.
Mereka siap bersaing dalam percaturan global.
Bali perlu juga membuka jaringan bisnis di luar negeri, seperti Singapura,
Australia, Jepang dsb. Bila tamu tidak datang, minimal ekspor kita tidak
terganggu.
Saya kira segitu dulu dari saya, dan saya tunggu komentar dan ide-ide dari
teman-teman.
Salam sejahtera dari
Nyoman Bangsing
===================================
Nyoman Bangsing
Engineering Physics Department
Ba ndung Institute of Technology
Ganesha 10. Bandung
Indonesia
Phone/fax : +62-22-2504424/2504424
e.-mail : [EMAIL PROTECTED]
===================================
--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators :
Do you Yahoo!?
Y! Web Hosting - Let the expert host your web site
