Yth. Pak Made Wirata dan Rekan2 LP3B,
Ide pemanfaatan Sampah untuk energy listrik adalah sangat baik. Pak Made W. atau teman-teman IPTN yang ahli dalam bidang ini sebaiknya bersiap untuk ikut presentasi, apabila LP3B mengadakan Seminar/Diskusi khusus tentang alternatif sumber energi di Bali. Mungkin Seminar/Diskusi Aplikasi Ilmiah ini akan dicoba dipersiapkan di Singaraja atau Denpasar. Saya usulkan, kalau dengan energi sampah, sebaiknya power plantnya dekat sampahnya, agar lebih efisien ongkosnya.
Selain itu, teman-teman yang lain yang punya ide alternatif energi listrik selain Sampah dapat juga mempersiapkannya dari sekarang. Tapi, usahakan jangan bahan bakar minyak bumi/gasoline, dan jangan sekali-sekali membahas/ mengajukan bahan Batubara. Batubara ini jauh lebih jorok atau kotor buangan gasnya.
Kalau Solar Energy, bagaimana ? Mungkin masih perlu dipertimbangkan kemajuan teknologinya dan nilai investasinya yang tinggi terutama Beterai-beterainya
(Photo voltaic ? ). Kalau opini saya pribadi, energi yang terefisien dan terbaik adalah energi Nuklir, tetapi harus dibangun dan dipelihara dengan super baik. Kok begitu ?! Yah, dimana-mana di negara maju ya begitu.
Pindahan Power Plant PLTGU dari Tanjung priok, benar benar tidak feasible. Hal ini telah dijelaskan juga oleh Pak Nengah Diasta dengan Emailnnya tanggal 6/11/02.
Pak Gde Wis, bagaimana kalau kita persiapkan Acara Seminar/Diskusi Aplikasi Ilmiah ini di Denpasar pada Minggu ke IV November atau Minggu I Desember 2002.
Terima kasih. Selamat berjuang.
Om shanti shanti shanti,Om.
Wassalam,
Sudarma
===================================================================================Note: forwarded message attached.
Selama Bulan Suci Ramadhan, ikuti Netkuis Ramadhan, Lomba Design E-Card, Opini Berhadiah hanya di www.plasa.com
===================================================================================
-- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
