Yth.Pak Ketut Teja dan Teman-Teman LP3B,
Sewaktu saya membahas 'ungkit-ungkitan dan truk' dari Pak
Ketut Teja, saya sudah berpikir bahwa pada kesempatan
berikutnya Pak K.Teja akan mengeluarkan puisi jongos (
tukang sapu ) ini " Ede ngaden.... ", ha, ha, ha, ...ha.
Pak Ketut Teja, padahal puisi ini banyak kelemahannya dari
segi pendidikan pada jaman era informasi yang padat ini (
post globalisation ), bukan ?
Mungkin, karena puisi ini maka banyak orang Bali malu dan
enggan mengemukan pendapat secara terbuka di pertemuan
publik. Mereka takut salah atau disalahkan. Menurut saya,
salah dalam mengemukan pendapat adalah wajar, pendapat
perlu disampaikan agar orang lain dapat merevisi dan
menambah-kurangi. Dengan demikian, ide/pendapat tersebut
dapat terus diperbaiki dan disempurnakan oleh orang lain
secara berkesinambungan dari generasi ke generasi
berikutnya.
Terlalu banyak puisi ( sesongan ? ) dari Cerita Rakyat
Bali yang mungkin masih perlu diuji kesesuainnya menurut
bidang yang kita bahas. Suatu 'Sesonggan' tidak harus
berlaku pada setiap saat dan untuk semua hal yang kita
hadapi. Mungkin, bait-bait dalam kitab Bagawad Gita-pun
masih perlu penafsiran yang arif sesuai dengan jamannya.
Coba, bagaimana pendapat Rekan LP3B yang lain ?
Bagaimana penafsiran puisi dari kekawin berikut ini, Pak
Ketut Teja ?
"Prihantemen Darma dumaranang sarat
Saraga Sang sadu, sireka turtana
Tan harta, tan kama midonie tan yasa
Ya sakti sang sadnyana, darma raksata."
Yang penting mari kita ikut nimbrung bersuara sesuai
pendapat dan darmanya masing-masing, salah juga ngak
apa-apa, bukan ?
Semoga demikianlah adanya.
Wassalam,
Sudarma
===================================================================================
Selama Bulan Suci Ramadhan, ikuti Netkuis Ramadhan, Lomba Design E-Card, Opini Berhadiah hanya di www.plasa.com
===================================================================================
--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
