Kepada Yth, Mr.Ngurah Ny.
 
Selamat hari raya galungan dan kuningan , saya sampaikan kepada Pak Ngurah dan teman-teman milis lp3b, semoga dalam merayakan hari kemenangan Dharma ini kita semua mendapat kemudahan dalam memperjuangkan kebenaran , dan bukan 6 bulan sekali, tapi setiap saat ,setiap hari........SEMOGA   !!!
Sebagai orang Bali saya merasa bangga dan salut kepada  Bpk. Ngurah Ny, atas alur logika berpikir yang
disampaikan dalam menyikapi rencana PLTGU.     Jika kita membaca e mail temen2 dalam mewacanakan PLTGU maupun masalah yang lainnya , kayaknya seperti membaca koran KAMPUS yang ditulis oleh mahasiswa2 idealis murni yang belum terkontaminasi oleh uang/materi dan jabatan. semangatnya membara,lugas, tegas,informatif,ilmiah dan jauh dari keinginan untuk mencari/mendapatkan uang maupun mencarijabatan/kekuasaan ataupun mempertahankan kekuasaan.   Sudah lama kita merindukan berita-berita dikoran yang isi/pesannya mengandung semangat seperti yang ada diberita milis ini. Untuk itu saya usul agar diskusi ini mengangkat tema baru(tentunya tidak meninggalkan tema PLTGU) ,misalnya bagaimana  menyikapi keadaan PASCA BOMM KUTA,  kita perlu mengundang pemikiran temen2 dari berbagai disiplin maupun profesi untuk urun rembug secara terbuka dengan semangat KAMPUS, berani bertanggung jawab didasari kebenaran ilmiah. Yang muncul saat ini dimlis kita sebagian orang2 yang berasal dari Singaraja,mungkin karena isunya baru seputar PLTGU . Nah dengan isu Pasca Bom mudah2an kawan2 diluar Buleleng juga tergerak hatinya untuk menyumbangkan pemikirannya . Bom di Kuta memang telah berlalu, tapi siapa menjamin bakal tidak terjadi lagi di tempat lain??      Kita semua memang telah membaca
di koran dan nonton di TV, namun tentu akan beda rasanya jika mendapatkan info langsung darikawan2 milis
ini, apalagi berita dari mereka yang tinggal di Bali . Bagaimana dampaknya terhadap perekonomian Bali ? kapan kira2 recoverynya, bagaimana caranya ? apakah dengan mandiri /bantuan org lain?   situasi dilapangan apakah hotel2 masih sepi  ? apakah sudah ada  karyawan yang di phk ?     pengaruh thdp pedagang kecil /yang menggerakkan ekonomi kerakyatan ? dan pengaruh2 lainnya seperti Penanganan keamanan, struktur komposisi penduduk, solidaritas masyarkt,pergeseran politik, diversipikasi usaha,
dll.      Kita memang tidak boleh meratap dan bersedih, namun kenyataannya bom yg meledak di kuta tersebut
melumpuhkan perekonomian di Buleleng khususnya di Lovina dansekitarnya . Siapa bisa menjamin bahwa
kelumpuhan ini hanya hitungan minggu atau bulan ? jika berkepanjangan  apa antisipasi kita dan keadaan /situasi apa yang akan terjadi di Bulleleng ? Apakah ini momentum kita belajar dari semangat kebangkitan pasca BOM HIROSHIMA?
Salam hangat untuk sdr.moderator, Gde Madelila?(yang selain ahli teknik juga ahli religius?), Nyoman Bangsing, Kt.Teja, Sudarma dllnya.
Sekian tiang permisi sebentar , sampai jumpa ! daaaag
Fr. Suardhana,

Kirim email ke