Rekan-rekan millis LP3B Yth,

Pilihan pertama dalam menentukan jenis pembangkit tentunya adalah pembangkit
listrik tenaga air (PLTA), mengingat beberapa keunggulan yang dimiliki al:
1) Biaya operasional rendah, 2) Ramah lingkungan, 3) dll. kecuali biaya
pembangunan (investasi awal) yang mungkin bisa lebih besar dibandingkan
dengan jenis pembangkit yang lain.

Tetapi permasalahan selanjutnya adalah: apakah potensi tenaga air yang
tersedia di bali mencukupi untuk membangun PLTA-PLTA sehingga dapat memenuhi
kebutuhan daya yang diharapkan? (sampai saat ini hampir 50% kebutuhan
listrik di Bali disuplai dari jawa yaitu sekitar 180 - 200 MW [Djuwarno]).
Kiranya ini memerlukan survey lebih lanjut untuk memastikan potensi yang
tersedia. Kalau memang ada potensi dan cukup feasible untuk diwujudkan,
kenapa tidak?

Salam,
Nengah


--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke