Maaf , saya baru respon karena saya beberapa hari keluar kota dan cuti,
beberapa tanggapan saya untuk meluruskan hal-hal sbb :
1. Untuk pembangkit renewable energy seperti Minini hydro,
pikohydro,angin, --saya kira kita belum punya data potensiinya di Bali ?.
. Kalau memang ada , saya kira UU telah mengakomodir hal ini , dan banyak
negara donor yang bisa membantu . Kita belum bicara pola operasinya ,
harganya dan daya dukungnya terhadap pertumbuhan demand yang masih tinggi di
negara berkembang .Di negara maju yang pertumbuhan energynya hanya sekitar 2
% , hal ini memang sudah menjadi issue yang dominan Demikian Juga data dari
pak Sudja ,a saya belum mendapatkan hasil studinya . Data survey potensi
energy yang pernah dilakukan di Bali dan kami punya , tidak menggambarkan
sebesar itu . . Dan kalu itu benar , tentu saja prosesnya masihnya panjang ,
mulai dari mencari investor, sampai dengan harga jualnya .. Sedangkan u /
PLT Surya dan Biomasa skala besar , saya kira untuk jangka 5 tahun ke depan
masih menjadi angan-angan saja , karena investasi dan ongkos produksinya
belum sebanding dengan harga jual ke masyarakat.
2. Untuk anggaran dari ADB , yang dimaksud Transmisi Jawa-Bali ,
mungkin adalah sistem interkoneksi Jawa Bali. Dari daftar proyek yang saya
terima , tidak ada program itu di Bali. Karena program itu dimanfaatkan
untuk mengatasi "bottlenecking " transmisi di Jawa.
3. Untuk security kabel laut Jawa bali , siapa yang berani menggaransi
dalam menghadapi kekuatan alam , dan tentu kita semua berdoa untuk aman-aman
saja. Tapi dalam Operasi Kelistrikan , kita harus siap dengan kondisi ( n -
1 ) . Pernahkah kita menghitung social cost dan economi cost yang timbul
kalau terjadi pemadaman di Bali .
4. Pertumbuhan beban yang terjadi dalam 4 bulan terakhir , belum dapat
menjadi referensi dalam memprediksi pertumbuhan .. Dan dengan kondisi
semakin sulitnya mencari dana , maka perencanaan dan antisipasi harus
lebih awal dilakukan. Seperti yang pernah saya sampaikan, punya uang
sekarang saja , untuk membangun PLTU Batubara memerlukan waktu kurang lebih
4 tahun.
5. Adanya penambahan pembangkit di Grati 300 MW , juag di Muara Tawar ,
memang akan menambah kapasitas terpasang sistem Jawa bali.Tapi , bukankah
kapasitas kabel laut hanya 200 MW .
Demikian beberapa tanggapan saya , mudah-mudahan bermanfaat .
Salam--hws
-----Original Message-----
From: Gde Wisnaya Wisna [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 12 Januari 2003 18:58
To: [EMAIL PROTECTED]; Haryanto W S
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [bali] Re: Berita Bali Post Hal 10 ,8
Januari 2003
Pak Haryanto, saya setuju sekali dengan pendapat Pak
Sudarma, bahwa setelah
AFTA berlaku tahun ini, sebaiknya PLTGU tua di Tanjung Priok
itu di tawarkan
ke negara-negara Vietnam, Kamboja atau Laos. Saya yakin
mereka akan sangat
berminat, karena harga PLTGU tua ini pasti sudah sangat
murah. Untuk Bali,
terus terang sangat sayang sekali, karena Bali kan daerah
wisata yang
harusnya seluruh kawasan darat dan lautnya 'resik' dari
pencemaran. Di Bali
sebetulnya yang perlu dibangun adalah PLTMini Hidro, PLT
Piko Hidro, PLT
Angin, PLT Tenaga Surya maupun PLT Biomass yang berskala
kecil sehingga
sekaligus bisa mendukung konsep wisata agro yang sedang
digalakkan di Bali.
Kalaupun sekarang sudah ada PLTD dan PLTG di Pesanggaran
maupun PLTG di
Gilimanuk, maka itu harusnya yang terakhir saja.
Ada data baru lagi yang saya peroleh, bahwa terumbu karang
di perairan
Gresik, Surabaya dan sampai ke Situbondo sudah hancur/rusak
akibat
pencemaran yang dilakukan oleh PLTGU maupun PLTU Batubara
yang ada di Gresik
maupun di Paiton. Lovina sangat kaya dengan terumbu karang.
Kekayaan alam
yang tidak nampak oleh mata ini, kecuali kita menyelam untuk
menikmatinya,
sayang sekali kalau harus hancur akibat emosi kita
memaksakan PLTGU di
Pemaron.
Saya yakin Pak Haryanto sependapat dengan kami, namun saya
bisa mengerti
bahwa posisi Pak Haryanto di PLN Bali tidak memungkinkan
mengambil sikap
seperti kami-kami.
Salam
Gde Wisnaya
-----Original Message-----
From: Sudarma [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Sunday, January 12, 2003 12:08 AM
To: Haryanto W S
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [bali] Re: Berita Bali Post Hal 10 ,8 Januari 2003
Yth. Bapak Haryanto,
Memang benar ada berita yang diterbitkan oleh Asian
Development Bank tentang "Loan Project for Java-Bali
Transmission Systems" yang disetujui untuk diagendakan
antara PT.PLN (Hardiv H.Situmeang, Director of Planning)
dan ADB pada tanggal 23 Mei 2002. Nilai proyek ini adalah
US$ 350.00 Millions.
Jika demikian, apakah masih perlu PLTGU Butut itu
dipindahkan lagi ke Pemaron ? Sudahlah, dalam rangka
AFTA, relokasi saja itu ke " GMS Area ( vietnam, Cambodia,
atau laos )". Di GMS area mungkin masih bisa diterima,
bukan ?
Terima kasih.
Sincerely, Sudarma
==================
On Sat, 11 Jan 2003 23:56:38 +0930
"Gde Wisnaya Wisna" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Pak Haryanto, terimakasih email anda, Selamat Tahun Baru,
>semoga di tahun
>2003 ini Pak Haryanto memperoleh yang terbaik sesuai
>harapan anda.
>
>Maafkan, balasan ini agak lambat karena tgl. 9 dan 10
>januari ini kami sibuk
>sebagai penyelenggara seminar nasional sampah.
>Saya akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan Pak
>Haryanto. Namun
>sebetulnya inti dari upaya-upaya kami adalah menghentikan
>rencana
>pembangunan PLTGU di Pemaron, karena kami yakini bahwa
>PLTGU minyak ini
>tidak sesuai ditempatkan di kawasan wisata
>Pemaron/Lovina.
>
>Memang ada beberapa yang mengusulkan agar masyarakat
>pariwisata lovina
>membuat MOU dengan Indonesia Power memuat hal-hal bila
>nantinya terjadi
>pencemaran atau pengaruh meredupnya kehidupan wisata
>disana. Tetapi usul ini
>tidak sama dengan tujuan kita untuk membatalkan lokasi
>penempatan PLTGU di
>Pemaron.
>
>Sehubungan dengan berita di Balipost tsb.yang Pak
>Haryanto ingin konfirmasi
>ke saya sebetulnya adalah kutipan dari penjelasan2 saya
>di depan Pimpinan
>DPRD Buleleng ketika Forum Penolakan PLTGU Pemaron (FPPP)
>ke gedung DPRD
>tsb. Untuk itu ada baiknya saya jelaskan secara utuh.
>
>.
>Saya mengusulkan kepada DPRD agar mengkaji ulang proyek
>PLTGU Pemaron ini
>dalam 6 bulan atau 1 tahun ini. Saya katakan , bahwa kita
>masih punya waktu
>untuk melakukan kaji ulang, karena beberapa pertimbangan.
>Pertimbangan
>pertama, bahwa asumsi-asumsi yang digunakan sebagai dasar
>pembangunan PLTGU
>Pemaron 2,5 tahun yang lalu untuk saat ini sudah tidak
>valid lagi.
>Saya berpendapat, bahwa pasokan listrik di Bali saat ini
>tidak kritis lagi
>dan tidak menjadi kenyataan dari apa yang diramalkan 2,5
>tahun yang lalu.
>1. Sekarang terjadi penurunan konsumsi listrik sebesar 8
>MW dari
>keberhasilan kampanye penggunaan lampu hemat energi. Juga
>terjadi penurunan
>konsumsi listrik sedikitnya 25 MW bahkan bisa sampai 50
>MW setelah kejadian
>bom di Kuta, karena Hotel-hotel banyak yang minta cuti
>daya dan mengirit
>pemakaian listrik mereka akibat turunnya occupancy rate.
>Sekarang dengan
>kenaikan TDL, praktis masyarakat akan lebih berhemat
>lagi.
>2. Selama ini pasokan listrik di Bali adalah 450 MW
>dengan beban siang hari
>220 MW dan beban malam hari 350 MW (sebelum bom Kuta),
>dan kalau saya
>prediksi sekarang beban siang hari 200 MW dan 300 MW .
>Dengan demikian,
>untuk siang hari Bali sangat aman dan malam hari juga
>aman dengan cadangan
>150 MW.
>3. Kalaupun yang dikhawatirkan adalah pasokan melalui
>kabel bawah laut,
>kenyataannya bahwa selama 3 tahun ini kondisi kabel bawah
>laut Bali masih
>aman-aman saja. Saya berfikir, kekhawatiran akan putusnya
>kabel bawah laut
>tidak cukup kuat untuk memaksakan PLTGU di Pemaron.
>4. Untuk menambah pasokan listrik di Bali, PLTGU Pemaron
>barangkali bisa
>menjadi salah satu alternatif saja, tapi jelas bukan
>satu-satunya
>alternatif, dan seperti seolah-olah tidak ada alternatif
>yang lain. Karena
>LOKASI Pemaron tetap masih dimasalahkan oleh penduduk
>setempat dan kawasan
>wisata Lovina, maka semestinya PLN maupun Indonesia Power
>melirik pada
>alternatif yang lain. Misalkan, kalau biaya merupakan
>kendala, maka
>seharusnya pengembangan PLTG di Pesanggaran dan PLTG
>Gilimanuk menjadi PLTGU
>akan jauh lebih murah , kenapa ? Karena baik di
>Pesanggaran maupun di
>Gilimanuk sudah ada GI, fasilitas pemasokan minyak dan
>memang pusat beban di
>Bali adalah di Bali selatan. Untuk tujuan memperbaiki
>sistem tegangan di
>Bali, maka PLTGU lebih tepat dibangun di pusat beban.
>5. Selama pro-kontra PLTGU Pemaron 2 tahun ini dan juga
>di buku AMDAL tidak
>disebutkan bahwa mesin yang akan dipindahkan adalah mesin
>dari Tanjung Priok
>yang telah beroperasi disana sejak tahun 1972. Yang juga
>tidak disebutkan
>dalam buku AMDAL tersebut, bahwa rona lingkungan awal di
>lokasi PLTGU yang
>direncanakan dan sekitarnya adalah kawasan wisata. Saya
>tidak tahu, apakah 2
>hal penting ini sengaja atau tidak sengaja disembunyikan
>oleh pembuat AMDAL.
>Saya cenderung berpendapat bahwa 2 informasi tersebut
>sengaja disembunyikan.
>Jadi di depan DPRD saya katakan Indonesia Power
>menyembunyikan informasi
>tersebut. Oleh pers dikatakan Indonesia Power bohongi
>publik.
>6. Upaya-upaya yang dilakukan oleh PLN Pusat menambah
>pasokan listrik di
>Bali ternyata tidak melulu berharap dari PLTGU di
>Pemaron, tetapi sudah ada
>upaya lain. Misalkan beberapa bulan yang lalu ternyata
>ada tambahan
>kapasitas PLTGU Grati Pasuruan sebesar 300 MW. Lalu ada
>kerjasama PLN Pusat
>dengan Bank Pembangunan Asia untuk sistem transmisi
>Jawa-Bali. Mengenai hal
>ini, barangkali Pak Haryanto bisa tanyakan ke Pak Hardiv
>Situmeang (Planning
>Director of PLN). Apraisal dari ADB untuk proyek ini
>sudah dilakukan agustus
>2002 yang lalu.
>7. Saya mendapat informasi dari teman di Jakarta, bahwa
>kemarin (10/1/03)
>ada tender di Muara Tawar Jakarta untuk pembangunan PLTGU
>baru di Tanjung
>Priok. PLTGU yang baru ini akan ditempatkan di lokasi
>PLTGU yang akan
>dipindahkan ke Bali. Jadi semakin kuat dugaan kita, bahwa
>PLTGU tua Tanjung
>Priok tersebut memang sejak dulu sudah dirancang harus
>"out" dari Priok agar
>PLTGU yang baru bisa ditempatkan disana.
>8. Kemudian, belakangan ini kami dapat makalah yang
>ditulis Dr.Ing Nengah
>Sudja, bahwa di Bali ada kapasitas pembangkit listrik
>non-PLN sebesar 549
>MW. Menurut beliau, jika saja potensi ini diintegrasikan
>dengan milik PLN,
>maka di Bali ada total pasokan listrik sebesar 450 MW +
>549 MW = 999 MW atau
>hampir 1000 MW, jadi cukup besar, dan lagi-lagi menurut
>Pak Sudja, bahwa
>dengan kapasitas sebesar ini Bali tidak akan kekurangan
>listrik untuk 10
>tahun kedepan walaupun pertumbuhan kebutuhan listrik naik
>10 % setiap tahun.
>9. PLTG Gilimanuk beroperasi selama 4 jam untuk melayani
>beban puncak saja,
>karena selama overhaul PLTG tersebut bulan nopember yang
>lalu, pemadaman
>listrik hanya terjadi pada malam hari karena Bali minus
>20-30 MW.
>
>Jadi seperti itu yang saya sampaikan, mudah-mudahan
>menjawab pertanyaan Pak
>Haryanto. Kami ingin sekali agar Pak Haryanto membantu
>upaya kami untuk
>mengkaji ulang lokasi PLTGU di Pemaron.
>Sekian terimakasih.
>Salam
>Gde Wisnaya
>
>
>-----Original Message-----
>From: Haryanto W S [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent: Wednesday, January 08, 2003 10:15 AM
>To: 'Gde Wisnaya Wisna'
>Subject: Berita Bali Post Hal 10 ,8 Januari 2003
>
>Selamat Tahun Baru Pak Gde , Semoga Tuhan Yanga Maha
>Kuasa melimpahkan
>Rahmat dan Karunia kepada kita sekalian.
>Saya membaca Berita Bali Post tgl 8 Januari ini yang
>mengutip pendapat Pak
>Gde sbb
>
>1. : "Menurutnya , pasokan listrik di Bali
>sebenarnya masih cukup namun
>PT Indonesia Power justru mengatakan Bali sedang
>menghadapi krisis listrik "
>. Mohon informasi , apakah memang hal itu pendapat Pak
>Gde.
>2. "Selain itu , saat ini PLN juga telah melakukan
>kerja sama dengan
>Bank Pembangunan Asia untuk memperbaiki jaringan listrik
>Jawa Bali " . Mohon
>informasi lebih lanjut mengenai ini.
>3. ""Ia memaparkan, Pembangkit Listrik di Gilimanuk
>sebenarnya
>merupakan pembangkit cadangan yang digunakan selama 4 jam
>per hari " dst.
>
>Mohon tanggapan kebenaran berita tsb , dan bila benar ,
>kami mohon
>penjelasan teknisnya sebagai bahan kami.
>Salam--hws
>
>
>
>---------------------------------------------------------------------------
-
> Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan
>menangkan hadiah masing-masing Rp 250.000 tunai
>
-------------------------------------------------------------------------
---
>
>--
>Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
>
>Publikasi : http://www.lp3b.or.id
>Arsip : http://bali.lp3b.or.id
>Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
>Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
>Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
============================================================================
=======
Meriahkan Hari Valentine Anda dan Ikuti Lomba Design Kartu
Eletronik dengan
Tema Valentine
============================================================================
=======
--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
----------------------------------------------------------------------------
Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan
menangkan hadiah masing-masing Rp 250.000 tunai
----------------------------------------------------------------------------
--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>