Saya mendukung pro Fauna, tapi.... kenapa polisi diam aja ...ya..
engkali disumbat kantongnya....
Mustinya ada peraturan yang jelas antara mana yang boleh diperdagangkan
dan mana yang tidak boleh, termasuk tempat penangkarannya (harus diatur
dengan PERDA atau yang lainnya).

> ----------
> From:         Gde Sumarjaya Linggih[SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         Friday, June 06, 2003 9:37 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [bali] AKTIVIS PROFAUNA DISERANG!
> 
> 
> 
> Dear All,
> Pada tanggal 4 Juni 2003 lima orang aktivis ProFauna Bali 
> ikut tim KSDA
> Bali dan Polda Bali dalam operasi penyitaan penyu di 
> Pudutsari dan
> Deluangsari, Tanjung Benoa, Bali. Di tempat ini tim 
> mendata ada lebih
> dari 250 ekor penyu yang ada di sana.
> 
> Belum tuntas tim menghitung jumlah penyu yang ada, 
> tiba-tiba pada pukul
> 15.30 WITA ratusan massa dengan membawa senjata tajam 
> seperti parang dan
> pedang datang sambil berteriak-teriak. ?Hai ProFauna kalau 
> berani hadapi
> kami!!? ,teriak massa kepada aktivis ProFauna. Diantara 
> massa tersebut
> terlihat Bendasa Adat Desa Tanjung Benoa.
> 
> Mereka tidak hanya berteriak dan mengancam dengan 
> kata-kata seperti mau
> membunuh aktivis ProFauna atau menyerbu kantor ProFauna, 
> namun melakukan
> tindakan kekerasan fisik dengan melempar bambu ke aktivis 
> ProFauna dan
> juga menjambak rambut Wita, salah seorang staff ProFauna. 
> Para pedagang
> penyu tersebut juga merampas film ProFauna.
> 
> Ironisnya meski ada polisi di tempat kejadian, polisi 
> tersebut tidak
> berbuat apapun untuk melindungi aktivis ProFauna. Mereka 
> hanya diam saja
> ketika aktivis ProFauna diintimidasi, diancam dibunuh, 
> dijambak dan
> dirampas filmnya oleh massa pendukung perdagangan penyu. 
> Massa yang
> jelas-jelas membawa senjata tajam dan mengancam membunuh 
> aktivis
> ProFauna, sama sekali tidak ditindak oleh aparat 
> kepolisian.
> 
> Perlu Bantuan Anda
> 
> ProFauna Indonesia dan penyu di Indonesia perlu bantuan 
> anda untuk
> menghentikan pembantaian dan perdagangan penyu di Bali. 
> Kirim surat ke
> Gubernur Bali, Kapolda Bali, Menteri Kehutanan dan Menteri 
> Lingkungan
> Hidup. Beberapa hal penting yang bisa anda sampaikan dalam 
> surat
> tersebut adalah:
> ? Minta pemerintah dan kepolisian menindak tegas 
> perdagangan penyu di
> Bali
> ? Minta polisi memberikan perlindungan terhadap aktivis 
> ProFauna yang
> melakukan kampanye penghentian perdagangan penyu
> 
> Segera kirim surat tersebut via fax:
> Irjen Polisi Made Mangku Pastika
> Kepala Kepolisian Daerah Bali
> Fax. (0361) 237794
> 
> I Dewa Made Beratha
> Gubernur Bali
> Fax. (0361) 236037
> 
> AMANKAN KANTOR BALI!
> 
> Untuk menjaga dari segala kemungkinan, diharapkan anggota 
> ProFauna yang
> punya waktu untuk beramai-ramai datang ke kantor ProFauna 
> Bali. Kita
> akan pertahankan 'kedaulatan' kita! Pantang mundur! Terus 
> berjuang untuk
> perlindungan penyu, meski teror dan ancaman terus 
> membayangi!
> 
> Besuk, 20 anggota ProFauna dari Malang akan berangkat ke 
> Bali, menyusul
> kemudian anggota dari Jakarta. Apa ada anggota lain yang 
> turut menyusul
> menjadi relawan di kantor ProFauna Bali?
> 
> Salam ProFauna,
> Rosek Nursahid
> ======================================================================
> =====================
> "TELKOMNet Instan memberikan diskon 40% untuk akses malam hari dari
> pukul 23.00 sampai 06.00.
> Berlaku untuk wilayah Jawa Timur mulai 1 Mei 2003 sampai 30 Juni
> 2003."
> ======================================================================
> =====================
> 
> --  
> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
> 
> Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
> Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
> Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> 

--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke