Salam sejahtera selalu,
Maaf baru sempat saya kirim resume hasil pertemuan 16 Juli lalu. Beberapa teman yang sempat hadir pada saat itu, yaitu : Popo Danes, I N.G. Suardana, Agus Sulendra, Yudi Gautama, Edhi P. Patra, Putu Agus Budiana dan Wayan Sutarman.

Beberapa informasi yang diterima dan wacana yang mengemuka antara lain:
1. Beberapa masukan dari hasil pertemuan-pertemuan sebelumnya sudah mulai ditindaklanjuti oleh Pemda Buleleng dengan partisipasi masyarakat setempat, antara lain seperti : a) Gudang-gudang di Pelabuhan Buleleng sudah mulai dibenahi, b) Bangunan Bea Cukai tak jadi dibongkar c)  Kemungkinan mengenai jadi tidaknya dibangun Candi Bentar masih menunggu hasil studi dari pihak yang berkompeten (pada prinsipnya tetap mengacu pada pelestarian/konservasi) dengan mengangkat nilai-nilai sejarah setempat.

2.  Pemda setempat berjanji akan membuat master plan kota (Singaraja ?) yang baru.  Sekarang tengah dipersiapkan dan sudah dijajaki lebih lanjut.

3. Ada pula info yang diterima oleh Popo, bahwa salah satu pimpro, yang ada di kota Singaraja tengah mengalokasikan dananya Rp. 60 juta untuk membersihkan loloan yang ada di Pelabuhan Buleleng.

4. Ada juga wacana muncul, yaitu bagaimana merevitalisasi gedung ex bioskop Muda Ria (di Jl. Ngurah Rai) yang "renta" di makan usia dan kumuh tak terawat.  Keadaan yang demikian turut mempengaruhi wajah (facade) kota seperti sekarang.  Ini perlu perhatian dan upaya pelestarian/retorasi arsitekturnya, serta memperhatikan lingkungan di sekitarnya.

5.  Sepenggal keluhan, bahwa sampai saat kini kota Singaraja (konon) belum memiliki peta teknis, yang bisa dipakai sebagai acuan untuk memberikan data-data teknis yang lebih rinci dan akurat. Hal ini sangat penting untuk menentukan titik-titik konservasi atau yang berhubungan dengan obyek studi, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Tapi itu semua bisa diperoleh di mana?  Peta tersebut biasanya berupa peta satelit (rekaman elektronis dari satelit).  Di dalamnya juga umumnya disertai dengan peta utilitas dan peta informasi.

6.  Guna lebih intensif dan lebih merasakan kondisi/keadaan di lapangan sembari pulang "kandang" dan "melali", maka akan diadakan pertemuan "peduli Buleleng" minggu depan, hari Jumat, tgl. 25 Juli 2003 (waktu sedang diatur, kemungkinan diadakan jam 11.00 siang).
Menurut rencana juga akan mengundang para pemuka, pejabat pemerintah, dan para pemerhati pelestarian/konservasi yang berdomisili di Buleleng.

Demikian sekilas inti dari resume "paruman para krama peduli Bulelenge" yang berlangsung di Studio Popo Danes, di jln. Hayam Wuruk Denpasar waktu lalu. Semoga rekan-rekan semua bisa lebih tergambar mengenai perkembangan wacana yang merebak ke permukaan dari beberapa kali pertemuan yang berlangsung selama ini.

Salam,
I Nyoman Gde Suardana
Denpasar-Barat.

Kirim email ke