Bapak G Wisnaya Yth, terimakasih dan jelas. Untuk itu Bapak dapat mendirikan LSM Masyarakat Standardisasi Chapter Bali, mohon komunikasi dengan www.mastan.or.id atau www.bsn.or.id. Masyarakat standardisasi terdiri dari 4 kepentingan stakeholder, masing masing konsumen, produsen, pemerintah dan ilmuwan. Bapak dapat mempromosikan kerjasama pemerintah dan ilmuwan untuk industrial design, dan ini etis sesuai dengan undang undang rahasia dagang yang berlaku. Bisa bisa Bapak dapat didukung oleh International Standards (IEC, ISO dan ITU). Selamat dan hormat saya, Tjahjokartiko

G Wisnaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear All, Rekan saya Santo dan Pak Tjahjo,
Singkat cerita, permasalahan PLTGU Pemaron belum menemukan
solusi yang memuaskan pihak-pihak yang berkepentingan.
Pihak-pihak tersebut adalah para stakeholder : PLN, IP,
Pemda, Masyarakat lokal dekat lokasi proyek dan LSM. Di
sisi PLN, IP dan Pemda Buleleng, barangkali persoalan
PLTGU Pemaron sudah dianggap selesai setelah hakim PTUN
Denpasar menolak gugatan masyarakat. Namun disisi
Masyarakat lokal tsb dan LSM, persoalannya belum selesai,
sehingga sampai sekarang tetap muncul riak-riak protes.
Jika situasi seperti ini tetap dipertahankan, maka untuk
sementara memang yang akan keluar sebagai pemenang adalah
pemilik kekuasaan dan uang. Akan tetapi situasi seperti
ini juga seperti menyimpan persoalan didalam sekam.

Kalau kemudian ada usulan seperti yang diutarakan oleh
rekan kita Pak Santo, maka itu adalah untuk membuang api
tersebut dari sekam. Adalah sebuah ide yang baik, akan
tetapi, menurut hemat saya tetap dikembalikan kepada
masyarakat lokal disana. Jika masyarakat setuju membuat
kompromi2, maka harus ada orang/pihak yang
mengkanalisasikannya. Setelah ini yang terjadi, maka
barulah ide Pak Tjahyo bisa jalan, yaitu semua pihak
diatas harus bertemu satu meja untuk menentukan persoalan
yang benar.

Sementara itu dulu dari saya.

Salam
Gde Wisnaya


On Sat, 9 Oct 2004 09:12:51 -0700 (PDT)
Tjahjokartiko Gondokusumo <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
> Rekan R. Susanto Yth,
>
> Terima kasih atas tantangannya. Sebelum pemformalan,
>saya Ir. Tjahjokartiko Gondokusumo (Civil Engineer) ingin
>memperkenalkan profesi saya. Saya bekerja pada Direktorat
>Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi
>http://www.djlpe.go.id sebagai Perencana Fungsional
>{Madya) yang secara institusi jabatan saya dibina oleh
>BAPPENAS http://pusbindiklatren.bappenas.go.id. Secara
>profesi, pada dasarnya kami sudah tahu/ harus tahu
>permasalahan tentang pembangunan sosial dan ekonomi.
>Karena alasan etika perencanaan kami harus menghargai
>proses perencanaan. Singkatnya, perencana adalah bukan
>pemborong. Khususnya sebagai Perencana Madya saya
>membutuhkan identifikasi perencanaan secara formal.
>Kemudian saya harus menyiapakan metodologi yang
>diperlukan, memberikan berbagai alternatif untuk di
>putuskan sebagai the Alternatif (biasanya dana grant).
>
> Saran saya adalah Bapak bekerja sama dengan PLTGU
>Pemaron dahulu untuk menetapkan permasalahan yang benar
>benar ingin mendapatkan jalan keluarnya. Sehingga kami
>dapat resmi melaksanakan demand side planning (maaf bukan
>demand side management yang sulit itu). Agar supaya PLTGU
>Pemaron dapat mencapai socialy optimal level.
>
> Demikian sementara ini sambil menunggu cita cita rekan
>milis lainnya atau alternatif lain.
>
> Hormat saya/ kami
> Ir. Tjahjokartiko Gondokusumo
> JFP-DJLPE
>
>
> R Susanto <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
> Salam Sejahtera bagi Kita Semua,
>
> Dengan terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden yang baru
>besar harapan kita untuk terwujudnya perubahan kehidupan
>yang lebih baik bagi kita semua.
>
> Persoalan-persoalan masa lalu yang masih banyak sekali
>belum ditemukan solusinya, mudah-mudahan secara bertahap
>secara bersama kita bisa selesaiakan.
>
> Diskusi sampah belum tuntas, Listrik Pemaron dengan isu
>terakhir berkaitan dengan limbahnya yang tidak jelas,
>serta persoalan lainnya ....
>
> Persoalan sampah kita simpan dulu sementara (sedang
>dicari alternatif komprehensif-nya, maaf!), kita
>diskusikan dulu soal listrik Pemaron!
>
> Kalau tidak salah, saya termasuk pendukung untuk
>dibatalkannya rencana pembangunan PLTGU Pemaron, tapi
>kenyataan .....'kafilah' tetap berlalu walaupun 'anjing'
>menggonggong terus sampai serak dan 'kehabisan' suara
>
> Bagaimana kalau kita rubah strategi agar 'kafilah'
>berkenan duduk bersama mau berbicara dan berdiskusi, demi
>kepentingan kita semua
>
> Kenyataan fasilitas dan operasi PLTGU sudah berjalan,
>jika dibongkar bisa berarti dana investasi mubazir (belum
>potensi pihak-pihak yang terindikasi korupsi dan
>melakukan penyimpangan anggaran pembangunannya ikut
>menghilang), sementara pihak-pihak yang dirugikan
>(walaupun tidak sedikit yang diuntungkan) antara lain
>para pelaku industri wisata, wisatawan, dll. sudah
>kehilangan upaya untuk memaksa 'kebisuan' dari para
>'kafilah' untuk segera diakhiri.
>
> Bagaimana kalau kita rubah kondisi, kita buat kompromi
>untuk membuka dialog, agar bisa ditemukan solusi dari
>kondisi yang 'given' saat ini?
>
> Saya minta maaf jika gagasan ini telah diupayakan
>sebelumnya, dan gagal karena 'kafilah'
>ndablek/mbeling/bandel/egois .... (kalau memang ndablek
>dan melupakan karmapala .... bunuh saja atau santet ....
>ha ..ha .. ha.. kita bisa urunan uang untuk menyewa
>pembunuh bayaran, murah kok ..... maaf .... di alam
>demokrasi dewasa ini sebisa mungkin kita perlu taat hukum
>& kepatutan ha..ha..ha..).
>
> Hasil kompromi yang perlu didiskusikan antara lain :
>
> 1. Kita setujui keberadaan dan kehadiran PLTGU di
>Pemaron, asumsi para 'kafilah'
> mengenai pilihan lokasi & teknologinya kita dukung
>dengan catatan
> 2. Catatannya adalah :
> a. Kebisingan yang ditimbulkan, mohon secara
>teknologi bisa 'dihilangkan' (mungkin
> nggah sih, harus mungkin ....., biar mereka yang
>mikir (biar jadi proyek mereka
> saja ha ..ha..ha..., kan asyik setiap persoalan
>jadi proyek untuk memperkaya diri)
> b. Tidak diijinkan untuk terjadinya polusi, baik
>karena buangan PLTGU maupun akibat
> pengangkutan bahan baku PLTGU, dll., mereka harus
>membuka diri untuk mau dan
> harus mau memperlihatkan fasilitas pencegahan
>tsb. dan setiap saat kita boleh
> ikutan memonitornya atau mengaudit
> c. Pihak PLTGU Pemaron harus mengumumkan sesegera
>mungkin kepada publik
> secara luas (khususnya calon wisatawan) bahwa
>point a). & b). telah dilakukan
> 3. Fasilitas dan sarana PLTGU bisa dijadikan obyek
>wisata baru yaitu wisata teknologi
> (kan asyik Bali punya obyek wisata baru, canggih
>lagi). Wisata baru ini bisa untuk
> pendidikan masyarakat untuk mengenal teknologi, dll.
>maupun bisa berfungsi
> sekaligus sebagai 'public relation' untuk menunjukkan
>kepada calon wisatawan bahwa
> PLTGU Pemaron akrab & ramah lingkungan
> 4. tolong tambahin lagi ya .....
>
> Sementara sekian dulu, sehat, sukses & sejahtera selalu
> 7 U
>
> R. Susanto
>
>
>
> Gde Wisnaya Wisna <[EMAIL PROTECTED]>wrote: Dear
>All, dan khususnya untuk Bapak Sri P Sudarmo,
> Menarik sekali dengan wacana yang disampaikan oleh Pak
>Sri
> ini, yaitu terkesan bahwa diskusi kita selama ini hanya
> dalam tataran "elit warga mailing list ini". Padahal ,
> barangkali anggota kita bisa mencapai sekitar 50 orang
> atau mungkin lebih. Dari yang sedikit ini, lebih sedikit
> lagi yang tertarik untuk diskusi. Juga disebutkan
> minim/tidak adanya keikut sertaan para tokoh masyarakat,
> pejabat dll dalam diskusi yang berkembang. Lebih-lebih
> juga masyarakat biasa, wah minta ampun deh, belum bisa
> kita rasakan/ukur tingkat kegawatan masalah yang
> didiskusikan di miling list ini. Jadi ada "gap", antara
> permasalahan yang ditampilkan di milis ini dengan
>keadaan
> sebenarnya. Demikian kan Pak Sri ?
>
> Tapi, untuk kondisi ini, memang nampaknya demikianlah
> fakta yang perlu kita maklumi. Barangkali, agar apa yang
> diperoleh melalui diskusi di milis ini dapat mengalir
> keluar dan menyentuh para tokoh masyarakat, pejabat yang
> berkepentingan, ataupun pemerhati suatu masalah yang
> kebetulan tidak terlibat dalam diskusi di milis ini,
>maka
> perlu dari warga milis ini yang bersentuhan dengan
>masalah
> tersebut menyampaikan kepada tokoh, pejabat atau
>pemerhati
> tsb. Atau bisa juga, ketika suatu masalah sedang
>dibahas,
> ajak mereka masuk sebagai member milis ini, daftarkan
> mereka, dan dorong mereka untuk ikut urun rembuk.
>
> Persoalan juga, bahwa bagi sebagian besar masyarakat
>kita,
> internet masih menjadi barang mewah, apalagi diskusi di
> milis. Namun demikian keadaan ini tentu saja
> berangsur-angsur akan berubah, ketika sdm masyarakat
>sudah
> meningkat dan biaya internet tidak lagi mahal. Jadi,
>kita
> perlu bersabar Pak Sri, we are already on the right
>track,
> eventhough it moves very slow.
>
> Best Regards
> Gde Wisnaya
>
> On Thu, 30 Sep 2004 11:16:36 +0700
> "Sudarmo, Sri P (Jakarta/DDG)"
> wrote:
>> Teman-teman SOS-Bali yang baik,
>>
>> selama ini diskusi melalui milis ini saya ikuti dengan
>>cukup penasaran,
>> walaupun pelaku yang menentukan tentunya adalah rekan2
>>di Bali, dan dari
>> Jakarta sini belum banyak yang bisa dilakukan.
>>
>> Banyak soal yang anda bahas selain pemulihan ekonomi
>>sejak 12 Okt'02,
>> juga proyek2 drainage, Pemaron, dan sewerage yang
>>mestinya banyak
>> berdampak pada kehidupan masyarakat. Terakhir,
>>pencemaran minyak yang
>> sampai sekarang tak jelas darimana.
>>
>> Tapi berbeda dari kegawatan yang terasa dalam
>>email-email itu,
>> sebaliknya begitu sedikit suara warga / komunitas
>>setempat. Seperti
>> pernah ditanyakan sebelumnya, apakah tak ada aktivis
>>dari kalangan warga
>> (misalnya tokoh adat, pemuda, kelompok pengusaha kecil)
>>yang berminat
>> untuk turut dalam diskusi ini? Apakah diskusi ini lepas
>>dari concern
>> masyarakat sehari-hari?
>> Malah terasa seolah di masyarakat Bali belum tumbuh
>>semacam sense of
>> crisis. Ini nampak dengan kencangnya suara mendukung
>>status quo selama
>> Pilpres. Apakah masyarakat tidak tahu? Apakah tahu, tapi
>>tak peduli?
>> Apakah organisasi yang ada tidak efektif sebagai wadah
>>penyaluran
>> aspirasi dan pemecahan persoalan? Barangkali menjadi
>>bagian dari 'PR'
>> kita.
>>
>> Khususnya untuk menanggapi proyek drainage yang sedang
>>jalan, proyek
>> sewerage yang menunggu kepastian kapan bisa mulai lagi,
>>dan berbagai
>> kegiatan pembangunan wilayah Samigita di masa depan,
>>warga Badung masih
>> punya SIMKOTAKU. Saya melihat ini suatu sarana yang bisa
>>sangat
>> bermanfaat -- kalau memang dimanfaatkan.
>>
>> Maaf menyimpang sebentar dari soal tumpahan minyak di
>>pantai Lovina yang
>> lebih gawat ...
>>
>> Salam,
>> Sri Probo S.
>>
>> -----Original Message-----
>>From: Gde Wisnaya Wisna [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>> Sent: Thursday, September 30, 2004 7:36 AM
>> To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
>> Cc: [EMAIL PROTECTED]
>> Subject: [sos-bali] Fwd: Weiterl.: Betreff: Re: Oil on
>>Lovina Beach!!!
>>
>> Dear All,
>> This is a forwarded letter from one of our mailing list
>> members, and she wants to inform us concerning polluted
>> beach in Lovina by oil.
>>
>> SALAM
>> Gde Wisnaya Wisna
>>
>>
>> --- the forwarded message follows ---
>> =============================================
>> Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) -
>>SD,SMP,SMA
>> Berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai
>>1 April 2004
>> =============================================
>>
>>
>> --
>> Bali In Danger, a Mailing List for people who concern
>>with Bali Island
>> See for further info.
>
> SALAM
> Gde Wisnaya Wisna
> =============================================
> Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) -
>SD,SMP,SMA
> Berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai
>1 April 2004
> =============================================
>
>
> --
> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
>
> Publikasi : http://www.lp3b.or.id
> Arsip : http://bali.lp3b.or.id
> Moderators :
> Berlangganan :
> Henti Langgan :
>
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> vote.yahoo.com - Register online to vote today!
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.

=============================================
Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA
Berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004
=============================================


--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators :
Berlangganan :
Henti Langgan :


Do you Yahoo!?
Express yourself with Y! Messenger! Free. Download now.

Kirim email ke