Mohon maaf lahir bathin juga ya, tentu juga kepada teman-teman di milis, siapa tahu ada kata-kata yang pernah saya tulis menyinggung perasaan. Memang kalo bisa sih maaf-maafannya tidak hanya di hari raya.
Ok, langsung menukik ke program sekolah, saya sangat menyambut baik dan merasa senang sekali ada uluran tangan dari Mbak Viebeke dkk untuk membantu anak-anak marjinal di Buleleng. Dari pengalaman saya dkk ke SD-SD di pelosok Buleleng memberikan program susu, saya melihat banyak sekali kondisi anak-anak SD tsb yang kondisinya sangat memprihatinkan : mereka cekeran (nggak pakai sepatu), nunggak uang komite (padahal uang komite hanya rp. 1000,- sebulan), bajunya dekil dan tentu saja mereka tidak punya buku pegangan untuk belajar. Jangankan mereka, yang orang tuanya rata-rata petani miskin dan buruh ladang harian ataupun buruh kota harian, kondisi sekolah mereka juga masih menimbulkan iba hati. Baru-baru ini ada bantuan rehab 19 sekolah SD di Buleleng dari USAID, kita juga sangat syukuri hal tersebut. Tetapi masih banyak juga sekolah yang belum tersentuh rehab bertahun-tahun, nggak punya bangku/meja belajar, lemari dll. Saya punya data beberapa sekolah yang memprihatinkan tersebut, karena mereka bersurat kepada LP3B Buleleng. Sementara, data tsb saya file saja sambil menunggu uluran tangan dari relawan dan dermawan.
Memang masalah pendidikan SD sangat banyak, saking banyaknya kita tidak mampu mengatasi masalah tersebut “at once”. Juga terlalu naif kalau hanya satu lembaga yang menangani, dibutuhkan sinergi dari banyak orang dan banyak institusi. Kita sebagai bagian dari masyarakat mestinya bisa mengambil sedikit porsi dari masalah tersebut. Saya dkk di LP3B baru sebatas menyalurkan bantuan susu dari rekan di Jakarta dan Surabaya, hampir setahun kegiatan ini dilakukan, dan sudah ada sebanyak 15 sekolah yang kami berikan susu. Kami belum mampu memberikan lebih dari itu, tentu karena keterbatasan dana. Maka, jika Mbak Viebeke datang dengan program bantuan sarana maupun prasarana, saya dkk siap membantu. Saya akan menghubungi sekolah dan komitenya untuk mendata anak-anak sekolah yang yatim-piatu, yatim saja dan yang benar-benar miskin walaupun tidak yatim. Dari data tersebut, kita bisa sama-sama jalan ke sekolah-sekolah untuk memberikan langsung bantuan tsb.
Kedepan, LP3B Buleleng juga akan bekerja-sama dengan Hardy’s Singaraja untuk mengumpulkan buku-buku bekas (buku pelajaran), akan diumumkan di media massa ditujukan kepada setiap orang tua yang memiliki buku pelajaran tidak terpakai di rumahnya (barangkali buku bekas dipakai anaknya) untuk menyumbangkan buku tsb kepada anak-anak SD di desa-desa yang tidak mampu. Program ini kita buat untuk menyambut kebijakan Depdiknas yang baru, yang akan menggunakan buku pelajaran sampai 5 tahun. Saya juga memerlukan bantuan Mbak Viebeke juga untuk program ini. Data mengenai buku-buku yang diperlukan oleh anak-anak SD di desa akan saya kumpulkan dulu.
Apa yang telah Mbak Viebeke lakukan di Karangasem sungguh mulia, semoga bukan hanya teman, saudara dan musuh yang memaafkan, tetapi Tuhan juga memaafkan di hari raya ini.
Salam Gde Wisnaya
On Mon, 15 Nov 2004 11:03:37 -0800 "Asana Viebeke Lengkong" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pagi P Wis,
Mohon maaf lahir bathin dulu nih - setiap saat sih kalau bisa nggak waktu
hari raya saja
Bagaimana program sekolahnya? Saya ada dana untuk sarana dan prasana
terutama anak-anak yatim dan miskin. Lebih anak yatim dan atau piatu yang
tidak masuk di rumah yatim-piatuTidak pembangunan sekolahnya - tetapi
kebutuhan anak-anak sekolahnya. Lebih lagi apabila komite dan guru
sekolahnya juga berperan aktif dalam mengelola.
Biasanya komite dan guru sekolahnya yang di ajak diskusi dulu untuk
assessment kebutuhan - kemudian di laporkan. Saya sudah lakukan ini di
Karangasem dengan kira-kira 800 anak sekolah SD untuk sarana dan prasarana -
semua dapat baju seragam - tas sekolah - sepatu kaus kaki - buku sekolah -
stationery - cubang air - pelayanan kesehatan lengkap dengan pemeriksaan gol
darah oleh red cross - sekolahnya juga kebagian filing cabinet - lemari
buku - dan sekarang sedang menjalankan beasiswa untuk 99 anak yatim piatu
dan miskin.
Pelayanan kesehatan untuk ibu-ibu muda reproduksi.
Saya tunggu ya
salam, viebeke ----- Original Message ----- From: "G Wisnaya" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, November 09, 2004 12:25 AM Subject: [sos-bali] Fwd: Proposal Workshop JALA-Sampah
> Informasi untuk teman-teman di mailing list sos-bali dan
> lp3b.
>
> Salam
> Gde Wisnaya
>
>
> --- the forwarded message follows ---
> =============================================
> Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA
> Berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004
> =============================================
>
-- Bali In Danger, a Mailing List for people who concern with Bali Island See <http://www.bali-in-danger.net> for further info.
============================================= Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA Berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004 =============================================
-- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
