KORUPSI DAN PROYEK
Dicanangkannya ( di Bali banyak yang bikin canang karena pas Buda Wage Kliwon ) pencepatan pemberantasan korupsi oleh Presiden SBY, saya jadi tergelitik mengamati ( kebetulan saya pengamat tingkat Banjar ) apa saja sih yang boleh disebut korupsi ini. Apakah mereka yang makan uang rakyat ( apa itu namanya Purna Bhakti, Dana Pengabdian, Tirta Yatra, dsb ) saja yang boleh disebut korupsi?
Apa yang menarik saya adalah pengamatan saya dengan proyek-proyek yang �mubazir�. Uang dihamburkan ( pasti uang rakyat ) untuk membiayai proyek yang kemudian proyek ini tidak ada manfaatnya atau tidak berfungsi. Ini kan memboroskan uang rakyat. Apa tidak boleh disebut korupsi?
Saya angkat topik ini, karena di Milis ini, lagi hangat topik tentang lingkungan, khususnya sampah dan air limbah. Saya sih oarng kecil yang badannya tinggi, hanya bisa melihat disekeliling tempat tinggal di kota kecil, yang namanya Singaraja SAKIT, maaf yang saya maksudkan SAKTI. Tepatnya saya tinggal di Jalan Angsoka. Sepanjang jalan Kamboja belok ke Jalan Angsoka, terus keutara ke Jalan Cempaka, dibuat got oleh Pemkab. Buleleng, dan ujung got bertemu dengan got di Jalan A.Yani. Kemiringan tanah adalah kearah timur ke Jalan Kartini. Got dibuat bukan mengikuti kemiringan tanah akan tetapi melawannya yaitu kearah Jalan Cempaka, sehingga dasar got praktis datar, bahkan mungkin got di Jalan A.Yani lebih tinggi dari got yang datang dari Jalan Cempaka. Akibatnya air tidak mengalir, sangat berhasil untuk pembiakan nyamuk, bau busuk dan memberikan kesibukan untuk rekan-rekan di Jalan Cempaka untuk menguras got ini tiap hari.
Hampir disemua jalan di Singaraja, seiring dengan modernisasi dengan pembuatan tempat pejalan kaki yang locally called �trotoar� yang arsitekturnya mengikuti tradisional Bali �GIGI BARONG�, alias turun naik sehingga berhasil dihijaukan karena ditumbuhi rumput, karena tidak ada orang yang berjalan diatasnya, dibuat lubang-lubang, yang maksudnya mungkin supaya dimusim hujan air dijalan mengalir kegot. Berdasarkan pengamatan mata tanpa kaca mata, lubang-lubang ini lebih tinggi dari jalan, sehingga air tidak bisa mengalir ke got, apalagi kalau jalannya miring, sehingga terjadi banjir dan kubangan air disepanjang jalan. Kalau hanya bicara proyek, ini mungkin bagus, karena bisa diproyekkan lagi. Rekan-rekan, jangan percaya dulu seperti petuah nenek saya mengatakan: DO NOT TAKE IT FOR GRANTED, SEEING IS BELIEVING. Silakan jalan-jalan di Jalan A. Yani, utamanya dari jembatan sebelah barat Pasar Banyuasri kebarat.
Menurut pengamatan saya lagi, proyek ini banyak makan uang rakyat, tapi tidak ada manfaatnya. Pertanyaan saya: apa ini tidak korupsi? Siapa yang bertanggung jawab?
Kita banyak punya pakar: ada Bu Widi,, Pak Wis dan Pak Popo. Tolong berikan saya komentar, seperti kata Sampurna Mild: BUKAN BASA BASI.
Sampai jumpa lagi di Milis ini.
NS
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.
