|
> Ysh. Bapak Nyoman Suwela, dan kawan-kawan anggota milis ini Ingin terkenal atau tidak�merupakan pilihan bagi seseorang. Jika seseorang ingin terkenal, silahkan saja. Di sisi lain mungkin ada yang berpendapat bahwa dia tidak ingin menjadi figur yang terkenal, juga sah-sah saja. Hanya saja perlu dikaji kembali, apakah ketenaran yang diperoleh akan membawa kebahagiaan ? Mungkin ada baiknya saya ketengahkan sebuah cerita fiksi, untuk kita renungkan bersama. Ceritanya menyangkut dialog antara seorang Bhagawan dan seorang murid barunya. Pada tahap awal pendidikannya, sang Bhagawan mengajak murid-muridnya menyepi di pegunungan. Seluruh peserta diminta diam, hening, tak ubahnya dalam latihan meditasi. Setelah usai latihan, sang Bhagawan bertanya pada murid barunya, anakku apa yang tadi kau dengar dalam latihan bersama kita ? Sang murid menjawab dengan lugunya, saya tidak mendengar apa-apa guru. Sang Bhagawan hanya tersenyum mendengar jawaban muridnya, sembari berujar : rajin-rajinlah berlatih anakku. Ketahuilah bahwa di sekitar kita ini, sedang bekerja jutaan bakteri, yang membantu proses pelapukan daun-daunan yang jatuh ke tanah, dan mengubahnya menjadi humus. Mereka bekerja dalam diam, tiada menunggu pujian, tiada menanti tepuk tangan, anakku. Sang Bhagawanpun menutup obrolannya dengan sang murid hari itu. Selamat menyimak kawan-kawan. salam sejahtera dari Nyoman Bangsing � PELUANG UNTUK TERKENAL> �� Ingin terkenal seperti selebriti? Kencingpun akan diberitakan. Tidak bersama istri ke pesta akan jadi berita besar. Tapi masih banyak jalan untuk terkenal, kendatipun tidak berpredikat selebriti. > �� Sementara ini sedang rame-ramenya di Bali kasus yang terhormat anggota dewan ( mantan atau yang masih aktif ) menjadi tersangka. Sebelumnya saya sendiri, tidak tahu nama-nama yang� mewakili rakyat tersebut. Sebelumnya juga saya tidak tahu kalau ada dari mereka yang cukup dengan� izasah Kejar Paket C memperoleh penghasilan 10 kali dari Prof dan Doktor di Universitas. Saya juga tidak tahu kalau ada pakar hukum di Unpad asal Bali yang namanya Pak Panca dan juga tidak tahu pakar hukum di Bali yang namanya Pak Atmadja. Saya baru tahu kalau kedua pakar hukum ini dimuat di mass media yang sepertinya pendapatnya berseberangan. Baru saya tahu semuanya itu karena ada kasus penyimpangan APBD ini atau boleh kita sebut APBDGATE. > ��� Dari phenomena ini, saya meliahat satu peluang. Peluang untuk terkenal. Wahai rekan-rekan di Milis, bagaimana kalau sementara kita tinggalkan dulu issue geothermal, proyek pembuangan air limbah di Kuta, dan kita manfaatkan peluang ini untuk terkenal. Mari kita banyak ngomong, setidak-tidaknya kita berpura-pura pakar hukum, memberikan pendapat, dan it does not matter, jika kita membela terdakwa atau membela Kajati. Pokoknya yang penting kita ngomong yang kontroversi. Take this chance� otherwise you will be sorry. Setidak-tidaknya nama kita pernah dimuat di mass media, bukan hanya sekedar di Milis ini. > ��� Hai friends, speak up, I am looking forward to your comments. > Always cheers up. > NS >�� |
- [bali] peluang untuk terkenal nyoman suwela
- [bali] Re: peluang untuk terkenal Chepy R.Nasution
- [bali] Re: peluang untuk terkenal G Wisnaya
- [bali] Re: peluang untuk terkenal popodanes
- Nyoman Bangsing
