M-86 ITB wrote:

Subject: FW: [m-86] Payah nih alumnus M-ITB..:(
Date: Tue, 14 Jun 2005 14:36:50 +0700
From: M-86 ITB

To: "nyoman suwela" <[EMAIL PROTECTED]>

Buat pengemar SBY di milis M-86,
ada berita sedikit menyedihkan. SBY menunjuk Jero Wacik (Pengusaha asal Bali) menjadi Menteri Pariwisata & Kebudayaan. FYI, Jero Wacik adalah alumni Mesin ITB, yang dulu pernah banyak menulis buku-buku panduan Matematika untuk UMPTN (kalau nggak salah).
 
Penunjukan Jero Wacik jelas berdasarkan jalur politis, karena JW adalah kader partai demokrat di Bali. Banyak orang mempertanyakan komitmen SBY membentuk kabinet profesional yg dijanjikannya sewaktu kampanye (meskipun di Indonesia biasalah, kampanye jadi ajang janji2 melulu), karena anggota KIB sebagian besar justru di-isi orang partai yg profesionalismenya boleh dibilang rendah.
 
Nah, ini dari milis sebelah ada berita memprihatinkan soal JW.....
 
==================
 
Sungguh memalukan, Menteri Pariwisata kita 'gelagapan' berbahasa Inggris
Oleh: Satrya Wibawa
Saya ingin bercerita sesuatu tentang Jero Wacik. Saya bersama rekan sekantor
di Komunikasi Unair adalah satu-satunya peserta regional Tourism &
Communications Conference di Bali yang berasal dari Jawa Timur. Dinas
Pariwisata Jatim pun tak datang, entah kenapa... Padahal, materi konferensi
ini sangat bagus bagi praktisi komunikasi dan pariwisata. Ada banyak hal
menarik dari konferensi ini, tapi yang ingin saya sampaikan ini cuma satu
peristiwa lucu sekaligus menyedihkan..
Menteri Pariwisata kita yang terhormat, Bapak Jero Wacik, ternyata sangat
sulit atau malah tidak bisa berbahasa Inggris! Saya
bukan orang yang sangat pintar berbahasa Inggris, tapi melihat penampilan
menteri kita itu di atas panggung, saya sungguh malu. Betapa tidak,
konferensi ini memang disajikan dalam Bahasa Inggris, dan memang menteri
kita itu "mencoba" membaca makalah dan "menjawab" diskusi dalam bahasa
Inggris.
Tapi ya ampun, Bahasa Inggrisnya itu lho....parah banget. Mahasiswa saya
saja jauh lebih jago kali ya. Malah, saat diskusi, Loraine (moderator dari
CNN) sampai harus mengingatkan sang menteri dengan pertanyaan "Do you
understand the question, Mr Minister?" Sebab saat satu peserta bertanya
sesuatu kepada sang menteri, beliau hanya membalas dengan cuma
tersenyum-senyum dan mengangguk-anggukkan kepala. Tapi tidak dijawab! Begitu
juga saat beberapa penyaji menyampaikan 'joke' dalam Bahasa Inggris, sang
menteri hanya mengangguk-anggukkan kepala, padahal yang lain tertawa, karena
memang lucu.
Saya sampai heran, kenapa menteri yang strategis seperti ini tidak bisa
berbahasa asing, minimal Bahasa Inggris? Untung mantan menteri Gde Ardika
yang tampil esok harinya menunjukkan kefasihannya berbahasa Inggris, selain
menampilkan data yang berguna. Masih jauh dibandingkan si Jero Wacik yang
hanya bisa tersenyum-senyum sambil ngomong tanpa ada data. Beberapa kawan
wartawan yang duduk bersama saya juga 'nggrundel' karena penampilan Jero
Wacik.. Sampai konferensi berakhir, saya masih dongkol terhadap "kelemahan"
menteri kita itu. Kok bisa ya SBY milih dia?
 
 
__________________________
Tanggapan Sirikit Syah, ketua KPID Jawa Timur:
Memang banyak orang 'bisa' Bahasa Inggris. Tetapi untuk forum resmi,
'sekadar bisa' tidak cukup. Menulis makalah, memaparkan presentasi
lalu
menjawab pertanyaan dengan aktif dan dinamis dalam Bahasa Inggris,
memerlukan kemahiran.

Saya percaya Jero Wacik mungkin 'bisa' omong-omong (street
language?),
bahasa conversation yang salah-salah dikit gak papa. Tapi mbok ya,
kalau di forum resmi, internasional, mewakili negara, tidak 'mekso'
gitu lho. Tahu diri .....
__________________________

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

To Post a message, send it to:   [EMAIL PROTECTED]
To Unsubscribe, send a blank message to: [EMAIL PROTECTED]




Yahoo! Groups Links


Discover Yahoo!
Find restaurants, movies, travel & more fun for the weekend. Check it out!

Kirim email ke