Kalo mau mah sebetulnya ada solusinya, tapi semua memang tidak ada yg peduli 
alias 
cuek, biasanya... mah... kalo proyek ada duitnya masuk kantong, baru tdk 
dicuekin.... 
biasa,..... budaya itu belum hilang, mungkin tdk akan berubah. Buktinya hal 
beginian 
sudah diseminarkan di ITB berulang kali, termasuk semua ahli dan pemerintahan 
yg hadir.
Tetep wae... cicing... ente ayak solusina....

Kalo di Bali gimana beritanya ?, kami dengar disekitar Denpasar sudah ada 
pengolahan 
sampah terpadu,...tapi maaf.. kami dengar juga isu bahwa pejabat dan DPR diajak 
jalan-
jalan ke Eropa duluan (sebelum proyek di golkan), maka terjadilah proyek itu, 
namun 
rasanya sudah berlangsung setahun belum denger statusnya kapan akan selesai.

MW

--
Open WebMail Project (http://openwebmail.org)


---------- Original Message -----------
From: Gde Wisnaya Wisna <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Fri, 13 Jan 2006 16:57:12 +0700
Subject: [bali] Fwd: [IA-ITB] ketika lalat ngerumpi

> ironi euy !!
> 
> ---------- Forwarded message ----------
> From: hdmessa <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Jan 11, 2006 1:57 PM
> Subject: [IA-ITB] ketika lalat ngerumpi
> To: [email protected]
> 
> syahdan, bertemu lah 2 ekor lalat dari pasar simpang dago dan
> pertigaan jl ganesha - tamansari , mereka hinggap di dekat tempat
> sampah di belakang gedung GKU.
> 
> gawat euy, cape pisan abdi ( saya lelah sekali ) karena banyak sekali
> sampah nya , sudah menggunung dan mengepung kampus ITB di utara dan
> selatan , kalau gini terus , bisa2 5 bulan lagi , nanti mahasiswa dan
> dosen kalau ke kampus harus pakai masker ....
> 
> di pasar simpang , jalan yg sudah macet tambah macet lagi, padahal
> berapa banyak orang2 pinter dari ITB , dari mahasiswa sampai profesor
> yg melewati jalan tersebut , tapi tetap sampai sekarang tak ada
> perbaikan.
> 
> sekarang juga , warung makan favorit mahasiswa depan kebun binatang
> terpaksa pindah, karena tak ada pembeli yg mau datang makan ke tempat
> bau tsb, begitu pula di pasar simpang dago
> 
> cacing cau sempat pula protes, karena tak doyan lagi makan sampah2
> organik nya, karena banyak sampah2 makanan yg telah banyak pakai
> formalin
> 
> kumaha nya ( gemana sih )? , padahal di sini teh ( ITB ) banyak orang
> pinter , ahli lingkungan, ahli teknik,ahli kimia dan segala keahlian
> lain nya ,
> tapi kok nggak bisa mengatasi masalah tumpukan sampah tsb ?
> 
> ahli kimianya mungkin bisa buat semacam cairan kimia yg hebat, yg
> bila dituangkan ke gunungan sampah tsb , akan membuat sampah menjadi
> wangi atau melumer seperti plastik terkena cairan kimia keras .
> 
> ahli lingkungan nya harusnya bisa membuat konsep pengelolaan sampah
> yg hebat dan terpadu , masak dari jaman buang sampah di dago atas (
> dekat dago pakar ) sampai ke kasus lewigajah ,
> nyewa tempat di jelekong sudah habis waktunya ,sekarang mau dibuang
> lagi ke cicabe di cicaheum , nanti mau dibuang ke lembah batu kapur
> di citatah.
> 
> masak dari dulu, nggak ada kemajuan teknologi nya ?
> padalah di kota itu lah ada institut teknologi yg paling huebat....
> 
> tapi kata lalat pasar simpang, sebenarnya itu mah , tanggungjawab
> pemda kota Bandung ceunah , orang ITB nya nggak merasa perlu
> terlibat , nanti takut tersinggung orang pemda nya , lain kitu,
> mungkin bagi orang2 pintar di ITB , nggak begitu tertarik dg proyek
> sampah tsb, kecil nilainnya nggak elit lah,
> mendingan ngerjain proyek di Jakarta yg berskala nasional dan gede
> duit nya..
> 
> kemudian rintik hujan pun mulai turun , dan kedua lalat pun
> menyingkir mencari tempat yg teduh
> 
> setelah tahun lalu menjelang peringatan KAA , Bandung dikepung
> gunungan sampah, sekarang kasus serupa terulang lagi , semoga lalat2
> tsb tak protes lagi pada orang2 pinter di sekolah jalan gajah duduk
> yg dilihatnya tiap hari berseliweran , karena tak mampu menyelesaikan
> masalah sepele di dekat tempatnya sendiri
> 
> salam
> 
> HM
> bdg
> 
> ***
> 
> Ajak alumnus ITB lainnya untuk bergabung,
> minta mereka kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
> atau tolong isi Send Referral di http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB
> 
> Members: 3,010                    Last Updated: Jan 01, 2006
> ------------------------------------------------------------
>                      *** IA-ITB ***
>             - Merajut komunitas alumni ITB -
>   Persahabatan, Iptek, Desain, Seni, Bisnis & Kesejahteraan
>          http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB
> 
>   Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus Int'l (www.99Venus.net)
> ------------------------------------------------------------
> 
> Tips: Setting cara terima (message delivery) jika merasa kebanjiran email
> 1. Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] untuk terima kumpulan
> (digest) email.
> 2. Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] untuk terima normal
> (Individual emails).
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> <*> To visit your group on the web, go to:
>     http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/
> 
> <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
>     [EMAIL PROTECTED]
> 
> <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
>     http://docs.yahoo.com/info/terms/
> 
> --
> Gde Wisnaya Wisna
> Singaraja-Bali
> Indonesia
------- End of Original Message -------


--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke