Dear friends, Segala sesuatu yang berbasic pada habit atau kebiasaan, maka pengubahan akan take time cukup lama (lama....dan panjang.... he3) Jadi satu kata yang bisa saya ucapkan: Jangan pernah berhenti, dan lakukan saja. Karena tujuannya bukan reward sesaat, tetapi target nanti ada saat kita melihat anak kita atau cucu kita, sudah lebih "malu" daripada kita. Kadang kita kalau belum turun ke lapangan, apapun bisa ada di kepala. Nah, nanti kalau sudah di lapangan, akan ketemu yang lucu2 (kita anggap lucu saja, biar kagak negatif thinking) Ada yang numpang ngetop, ada yang sudah ngetop tapi tdk mau berperan (cukup ngenah lawat ne...), ada yang tidak paham (karena data terbatas) tapi stylenya sudah kayak tahu segalanya, ada yang sudah terlanjur ditokohkan, terpaksa harus berkomentar karena takut kagak masuk koran lagi. wuah..ha3... Ada yang kalau dijelaskan, style marah2, style sinis, dst....Satu kata yang perlu diingat : Jangan lihat style bicara, perhatikan materi yang disampaikan.
Satu lagi: supaya tidak jenuh dan kesal dengan segala macam "penemuan" karakter disaat kita ingin menerapkan/mengubah habit yang jelek jadi baik, maka temukan sesuatu yang memicu energy mekanis kita, "cowok ganteng" atau "cewek cantik".....(serius, banyak membantu lho.... ). He3...nggaklah...just kidding... cheers --- MSM <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > salam kasih, > > ide yang bagus, saya alumni sma 1 singaraja...moga > disekolah itu hal ini bisa menjadi project clean > upnya embak widi teraplikasi. > ide2 yang begini mestinya bisa menjadi menu sarapan > bupati baru > > dan kita bisa belajar untk mencari jalan bagaimana > agar ide itu bisa teraplikasi > > sukses selalu. > msm > > > ----- Original Message ----- > From: GBSuparta > To: [email protected] > Sent: Monday, June 18, 2007 6:02 PM > Subject: [bali] Re: kompos organik mudah olah dan > murah. > > > Pak Made Meranggi, Yth > > Ampura tityang, boya meragukan keinginan dan niat > Bapak "menolong" petani Bali. > Titiang pikir, petani Bali tidak punya masalah > soal pupuk organik. Sudah tidak banyak petani yang > mau bertani di Bali. Kalau pun mau bertani, lebih > cenderung sebagai sambilan. Hal itu juga melanda di > berbagai daerah. Istilah mereka ada "musim tanam". > Selewat atau sebelum musim itu mereka bekerja yang > lain. Rutinitas mereka yang bisa diandalkan adalah > bertani. Sementara untuk bikin pupuk dari sampah > organik - tidak mudah. > > Kalau ingin menolong, sebaliknya anak-anak SMA di > Bali dikerahkan untuk setiap hari memulung sampah > organik di sekitarnya. Lalu, mereka membuat pupuk > organik di salah satu bagian areal sekolahnya. Tentu > ini dikoordinasikan dengan Kepala sekolah, Kanwil > Diknas, dan Pamong Desa/Kota. Saya pikir akan banyak > faedahnya, mulai dari jiwa cinta lingkungan, > wirausaha, disiplin (buang sampah), menghindari > aktivitas negatif (ekses pariwisata), dan > menghijaukan lingkungan sekolah dan daerah > sekitarnya. Para orang tua siswa boleh ditawari beli > pupuk organik. Begitupun siswa boleh bawa sampah > organik yang di rumahnya ke sekolah untuk diolah. > Tentu saja untuk soal membawa sampah dari rumah ke > sekolah ini perlu wadah khusus. Barangkali dari sini > ada ide membuat "kantong sekolah khusus sampah > organik". Kalau surplus pupuk, pupuknya bisa > dibagikan (dipendam saja) di sawah masyarakat. Kalau > perlu, setiap siswa di rumah, punya pengolah sampah > kecil, yang kemudian selalu disetor ke sekolah! > > Denpasar dan hampir semua kota besar di Indonesia > akan punya masalah dengan TPA (Tempat Pembuangan > Akhir). Tetapi, kita juga hendaknya menyadari kalau > ada SDM yang tersedia cukup banyak dan mudah diajari > (relatif terhadap petani yang kadang kekeh-jueh > :-)), yaitu siswa! > > Semoga terinspirasi. Suksma > > Salam, > > > GB Suparta > FMIPA UGM Yogya > > > msm <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > selamat siang. > > selama ini saya hanya sebagai members yang pasif > saja. > saat ini saya tinggal di jakarta dan > berkeinginan untuk menolong petani dibali, tepatnya > petani bali untuk mengolah lahannya dengan bantuan > kompos organik mudah olah dan murah. > > karena saya bukan orang lapangan, bisakah saya > dapat info.....adakah seseorang yang bisa saya > hubungi agar saya bisa melakukan tujuan saya ini? > > karena tujuan saya untuk menolong, maka action > ini lebih condong ke pergerakan sosial dan > penyadaran petani ttg pengolahan lahan. > > semoga saya tidak salah alamat menulis hal > seperti ini. > semoga kebaikan datang dari segala arah. > > terima kasih. > msm > > ----- Original Message ----- > From: Pan Bima > To: [email protected] > Sent: Saturday, May 19, 2007 9:49 AM > Subject: [bali] Men vs Women > > > > > > > > Men: > 1. All men are extremely busy. > 2. Although they are so busy, they still have > time for women. > 3. Although they have time for women, they > don't really care for them. > 4. Although they don't really care for them, > they always have one around. > 5. Although they always have one around them, > they always try their luck with others. > 6. Although they try their luck with others, > they get really pissed off if the women leaves them. > 7. Although the women leaves them they still > don't learn from their mistakes and still try their > luck with others. > > Women: > 1. The most important thing for a woman is > financial security. > 2. Although this is so important, they still > go out and buy expensive clothes. > 3. Although they always buy expensive clothes, > they never have something to wear. > 4. Although they never have something to wear, > they always dress beautifully. > 5. Although they always dress beautifully, > their clothes are always just "an old rag". > 6. Although their clothes are always "just an > old rag", they still expect you to compliment them. > 7. Although they expect you to compliment > them, when you do, they don't believe you > > > __._,_.___ > Messages in this topic (1) Reply (via web > post) | Start a new topic > Messages > *** > > Woww, asyiknya berkumpul lagi dan > cerita-cerita di milis IA-ITB ! > Tunggu apalagi, segera ajak alumni ITB lain > bergabung! :-) > Tolong minta mereka email ke > [EMAIL PROTECTED] > > > Members: 3,786 > Updated: 1 May 2007 > > ---------------------------------------------------------------------- > *** IA-ITB *** > - Merajut komunitas alumni ITB - > Persahabatan, Iptek, Desain, Seni, Bisnis, & > Kesejahteraan > http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB > > Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus Int'l > (http://99Venus.net ) > > ---------------------------------------------------------------------- > > Tips: Setting cara terima (message delivery) > jika merasa banjir email > 1. Email [EMAIL PROTECTED] untuk > terima kumpulan (digest) email > 2. Email [EMAIL PROTECTED] untuk > terima normal (Individual emails) > > > > Change settings via the Web (Yahoo! ID > required) > Change settings via email: Switch delivery to > Daily Digest | Switch format to Traditional > Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use > | Unsubscribe Recent Activity > a.. 17New Members > Visit Your Group > SPONSORED LINKS > a.. Surabaya indonesia hotel > b.. Surabaya hotel indonesia > c.. Jakarta indonesia > d.. Hotel jakarta indonesia > e.. Surabaya indonesia > Best Mascot > Original or Cool > Play the Bix.com > faceoff to see! > Yahoo! Music > === message truncated === ____________________________________________________________________________________ Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles. Visit the Yahoo! Auto Green Center. http://autos.yahoo.com/green_center/ -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
