----- Original Message -----
From: Asana Viebeke Lengkong
To: Agung Diatmika
Sent: Monday, August 13, 2007 1:05 PM
Subject: Re: Artikel dalam hubungan Pemimpin Bali1.
Kita coba melihat dari sisi lain ......
Kerajaan kita selama kita tau tak pernah berumur lebih dari 100 tahun.....
(Saling perang, karena harta dan wanita, menjatuhkan satu dan lainnya.....
perang saudara, iri hati dll)
Sedangkan VOC bisa berumur lebih dari 300 tahun......
TANYA KENAPA?
Mungkin yang kita perlu adalah membangun makna bersama, belajar ber bangsa dan
menggunakan nalar sebebas mungkin supaya kita tidak membuang tenaga untuk
kebencian, kemarahan, akal busuk dan tidak saling menzolimi...... KITA PERLU
BELAJAR BANYAK DAN MEMBANGUN MAKNA... DAN TIDAK SALING MENJATUHKAN DAN
MENYALAHKAN... DAN UNTUK YANG SANGGUP BERBUAT SESUATU UNTUK ORANG BANYAK....
COBA DEH DARI YANG TERKECIL SAJA...... membangun EMPATHY.
Bagaimana kalau teman teman di milis ini ikut dalam kegiatan yang kita lakukan
secara periodik.... tentunya memang tergantung dari dana yang tersedia dan
kemampuan masing masing......
Saat ini kita sedang berupaya untuk melakukan community assessment di 2 banjar
di Terunyan, tetapi untuk mencapai banjar ini kita harus lewat Tianyar pasar
naik ke gunung ke Bunut.... jadi memang agak susah. Kita juga sedang mencari
waktu yang cocok.... disana kita lihat bagaiman kehidupan saudara saudara kita
yang tidak ada air.... dengan program pemerintah setahun lalu mereka ada
pemesangan pipa dengan dana 1 milyar tapi ada pipa yang rusak jadi air sangat
minim juga karena ada yang kegenjet batu dll... jadi bayangkan saking
terbelakangnya dan tidak berdaya mereka juga punya masalah bagaimana memelihara
akses ke air itu.
Mereka juga masih kekurangan penampungan air... jadi bayangkan dengan ketidak
berdayaan itu mereka harus hidup dan menghadapi segala macam perubahan yang
tidak kunjung bisa di hadapi oleh mereka...... mereka rata rata tidak sehat
karena kurang gizi.....
Jadi? bagaimana kawan kawan? masih mau jadi keturunan Majapahit? atau lebih
baik membangun bangsa ke depan.....
Viebeke
----- Original Message -----
From: Agung Diatmika
To: undisclosed-recipients:
Sent: Monday, August 13, 2007 11:07 AM
Subject: Artikel dalam hubungan Pemimpin Bali1.
Om Swastyastu,
Silahkan Baca,..... Artikel sangat menarik dan baik untuk dibaca :
OM Svastyastu,
Pedanda Baka, disimbulkan oleh I Cangak beratribut Sulinggih.
bertuturkata lemah lembut tanpa cacat dan ternoda sedikitpun, datang
kesuatu tempat 'kolam" berair jernih dengan ikan segar berwarna-warna,
menasehati para ikan-ikan bahwa sebentar lagi tempat ini akan didatangi
oleh 'bendega" tukang cari ikan. agar hidup kalian selamat ikutlah
dengan ku, aku akan menempatkan kalian disebuah kolam yang berair bening
jauh dari jangkuan bendega diantara perbukitan.
singkat cerita, ikan-ikan terhanyut dengan rayuan gombal i cangak (
simbulisasi orang-orang tamak tapi sok alim ) pergi ketempat yang
dimaksud. namun malang sebelum sampai ditujuan, i cangak singgah diatas
batu
dan memakan ikan-ikan semua dan i cangak senyum kegembiraan, ternyata
begitu gampangnya membohongi ikan yang selalu hidup dalam satu kolam.
ini tutur bali yang sangat universal, namun sayang, banyak orang kita
berlaku seperti i cangak ngaku-ngaku pandita bijaksana dan lemah lembut.
sementara ikan-ikan itu ibarat orang-orang kita kebanyakan.
dilevel nasional, banyak tokoh yang menjadi presiden mengklaim
dirinya adalah keturunan ratu majapahit, namun disisi lain kehidupannya
telah
menyimpang dari tata titi kehidupan majapahit ( seperti yang telah di
dharmawacanakan oleh pedharma wacana jawa).
suksma lan raris,
hen
Dharsana Matratanaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
OM Svastyastu,
Dari sudut pandang ini, tiyang setuju dengan apa yang Guruji sampaikan.
Dari sudut pandang yang lain, ternyata kita ini termasuk saya (silahkan
mengklasifikasikan diri masing2) adalah selalu berakting sebagai
seorang pembeli, seorang pemakai dan selalu merasa menjadi seorang
korban.
Kita selalu menyalahkan pemimpin yang adalah steorotip pedanda baka atau
mungkin dengan analogi i cupak eksiyen sbg i grantang. Rasanya sedikit
diantara kita yang mampu menyalahkan diri kita sendiri. Loh kok kita
yang disalahkan?
Bila saat ini banyak model pemimpin sbg yang tersampaikan oleh Guruji
tadi, ya itu artinya kita yang salah, kok ya mau jadi parekan terus?
Yang parahnya lagi kok ya mau jadi parekan yang bisa dibohongi terus.
Mbok
ya belajar jadi pemimpin apa ya. Ada ngga ada kesempatan pokoknya
belajar terus jadi pemimpin, suatu saat ada kesempatan dalam kesempitan,
nah ajukan diri. Gagal sekarang, esok maju lagi, demikian dstnya.
Nah ketika kita jadi pimpinan, pertanyaannya sudah seberapa kuatkah
kita menerima tantangan harta, tahta dan wanita?
Boro2 mo jadi pemimpin, jadi parekan aja belum bisa kontrol harta tahta
dan wanita...
Menuding ketakmampuan pemimpinnya oleh masyarakat Indonesia adalah
salah satu aktifitas yang digemari saat ini. Telusur cari telusur
ternyata
manusia Indonesia ini bukanlah bertipikal sebagai seorang
pemimpin...ternyata kita ini masih bermental dan berbasic seorang
parekan, seorang
korban, seorang pembeli (bukan produsen), seorang user belaka ....
Makanya ada sesenggakan dari pekak sama dadong saya di kampung dulu
.....jangankan menjadi pemimpin yang benar, jangankan memilih pemimpin
yang benar, jadi parekan yang benar saja sudah ngga mampu ....
Apa benar seperti itu? Mungkin saja ....
suksma,
dm
From: ketut gunadika
OM Svastyastu,
By the time the age of Kali ends, the bodies of all creatures will be
greatly reduced in size, and the religious principles of followers of
varëäçrama will be ruined. The path of the Vedas will be completely
forgotten in human society, and so-called religion will be mostly
atheistic. The kings will mostly be thieves, the occupations of men
will be
stealing, lying and needless violence, and all the social classes will
be
reduced to the lowest level of çüdras.
Om Swastyastu,
Urun rembug mengenai DK 1, pemimpin Bali mendatang.Mohon ma’af
tulisan ini bersifat netral saja.
Didalam Srimad Bhagavatam skanda 12 bab 2 sloka 12 disini jelas
dikatakan para pemimipin dijaman Kali, kebanyakan tidak lebih dari para
maling
dan garong, yang kerjanya mencuri milik rakyat, bukan melindungi milik
rakyat. Hanya sedikit yang tidak menjadi pencuri atau penipu rakyat.
Makanya jaman sekarang banyak pejabat yang kekayaannya mencengangkan.
Jangan dulu silau melihat orang kaya yang kelihatannya menjadi dermawan
kaget, lihat asal usul hartanya. Kalau dari gajinya saja sebagai
pejabat tidaklah hidupnya begitu mewah dalam keadaan kebanyakan rakyat
dalam
kemiskinan.
Kok baru sekarang setelah ada pemilihan Gubernur banyak orang menjadi
dermawan kelas kaget, rajin dan penuh perhatian kepada rakyat.
Dulu kemane aje? Dari itu hati2 memilih pemimpin, jangan memilih yang
ada indikasi maling dan garong, yang menjadi pedanda baka, kalaupun
kelihatannya saleh, tapi bisa menghabiskan ikan satu danau (
menghabiskan
kekayaan rakyat untuk tujuh turunan).
Pemimpin macam ini yang membuat rakyat sengsara dan miskin.
Kita memerlukan pemimipin yang mendekati kwalifikasi Raja Resi,
Kesatria-Brahmana.
Mohon sinampura, ini kenyataan yang tertulis dalam sastra kitab suci
Veda, demikian pula keadaan dilapangan, tulisan ini tanpa bermaksud
mencederai siapapun dan memihak siapapun didalam memilih calon untuk
pemimpin Bali.Teliti sebelum membeli.
Om santi santi santi Om
B. Guna-Avatara Dasa