mbok vieb,

 

saya setuju...saya juga kaget tadi pagi baca balipost online darisini...kok bisa2 berita kaya gitu, yang menurut saya tidak jelas maksud, data dan asal usulnya...okelah, mereka boleh berteori bahwa semua itu akan terjadi. tp yang jauh lebih penting, seperti mbok vieb bilang, social efeknya buruk sekali pada akhirnya.

 

hal ini juga terjadi 2 bulan lalu ketika saya baca kolom artikel di balipost tentang gempa dan tsunami di bali (silahkan search di yahoo, kalo tidak salah sekitar 20-an Juni 2007) yang pada akhirnya tyang merasa terpanggil lagi untuk segera mengirimkan tanggapan di hari berikutnya tentang validasi dan social efek yang diakibatkan.

saya merasa aneh, kenapa mereka mempercayakan seseorang yang jelas2 bukan kompetensinya (dari segi akademik) untuk menulis sesuatu dengan resiko sosial tinggi. contohnya ya.,..misalnya nih...saya diminta untuk nulis tentang flu burung padahal saya seorang teknik perminyakan...kan ngawur jadinya...

 

salam,

ngurah beni setiawan

---------[ Received Mail Content ]----------
Subject : [bali] Re: KUTA DAN SANUR DI PREDIKSI TENGGELAM
Date : Thu, 16 Aug 2007 15:46:06 +0800
From : "Asana Viebeke Lengkong" <[EMAIL PROTECTED]>
To : <[email protected]>

menggugat kan bukan selalu dengan gaya yang biasanya..... menggugat pun dapat di lakukan dengan peneguran yang eling lan waspodo......

Tapi yang jelas banyak orang takut dan merasa tidak tenang dan terancam.. juga mengganggu tourism.....

Mungkin lebih tepat kita menggunakan nalar bebas untuk tidak menintimidasi orang lain... apalagi dengan kekuasaan media....

kan nggak apa kalau bisa saja mereka minta maaf kan itu bentuk dari kontrol publik juga.....

kita juga tidak ngomong soal menang atau kalah sekarang ini tetapi bagaimana kita berusaha untuk menggunakan etika ... coba saya kutip sedikit ya :

Kelompok2 tentuya membangunan tantanan sosial tak resmi untuk mengambil keputusan2 bersama dan patokan perilaku tentulah di perlukan, sekalipun patokan itu hanya sedkit lebih baik daripada semacam saling mengerti yang timbul dalam suatu keluarga besar - gagasan bahwa tindakan tertentu bisa di terima atau tidak. Semakin besar kelompok itu, semakin kuat patokan tersebut. Satu2nya cara memelihara persatuan adalah dengan suatu sistem pengaturan atau pamong dengan serangkaian hukum berdasarkan moralitas. Apa yang dipikir oleh rakyat, sebagai kesatuan, menjadi penting dari karena itu 'pendapat umum' harus dihormati.Suatu patokan eika baruslah menegaskan mana yang bisa atau tidak bisa diterima secara sosial.....

Agar kelompok makmur, nalar menuntut supaya patokan etikanya mengendalikan sekurang-kurangnya kekerasan fisik, hak milik, hubungan kelamin, dan KOMUNIKASI.



Itu saja... jadi saya melihat bahwa ternyata memang kita secara kelompok kecil tidak berdaya untuk mencoba membenahi unsur etika itu tadi... apalagi kalau sudah berbau intimidasi.... wah berat juga ya.....

Saya berpendapat bahwa Media adalah alat pendidik maka apa saja yang ditulis harus punya bobot design yang memberikan instruksi yang cermat. Karena apabila berita yang ditulis itu mengandung suatu instruksi, maka instruksi tersebut perlu untuk di observasi agar dapat di pertanggung jawabkan dan diterapkan....

Ya memang kita masih BELAJAR UNTUK TIDAK SE MENA MENA..... apa boleh buat....

makasi....

vieb
----- Original Message -----
From: yayasan dbp
To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, August 16, 2007 3:16 PM
Subject: [bali] Re: KUTA DAN SANUR DI PREDIKSI TENGGELAM


dear,

wah, menggugat bali post, ?????? boro2 akan menang... ini bukan hal baru. ya .... paling2 jawabannya hanya akan menyebut nara sumber dan akhirnya minta maaf .... untuk apa.

sekarang kita harus meningkatkan rasa eling lan waspodo, bukan begitu ????/

salam,
wayan suardika

Asana Viebeke Lengkong <> wrote:
Media Balipost hari ini beritanya hebat ya.... seperti men teror saja.....

Saya tidak mengerti bagaimana Media Balipost menalarkan dan memberitakan hal yang sadar atau tidak sadar sudah mengintimidasi masyarakat Bali.

Bayangkan delik hukum pidananya: membuat orang merasa tidak enak dan mengancam

Apa tidak ada restriksi yang mengendalikan media untuk membedakan berita yang masuk public domain or private domain?

Apakah hal ini sudah melalui penelitian secara cermat?

Saya sedih, dengan daya serap informasi yang terbatas di suguhi dengan berita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan secara publik

Beda sekali lo bahasa "binatang adalah teman kita" dengan "teman kita adalah binatang"

Perlu juga kita bersama mengamati hal hal yang bisa membuat keresahan di masyarakat, apalagi kalau ada hubungan dengan dengan kondisi ekonomi dalam hal ini tourism.

Mungkin berita yang perlu untuk di muat dan di bahas lebih dalam adalah mempersiapkan masyarakat untuk menanggulangi bencana (flu burung, Bencana alam banjir, tsunami dll)

Bali post tidak punya hak utuk melakukan intimidasi publik?

Bagaimana teman2? Perlu di gugat?

salam, viebeke




------------------------------------------------------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.



pi = 3.14
love just like 'pi'...it's natural, irrational and very important



Looking for the Hottest New Ringtones?
Find them at Lycos Mobile. Get 10 Bonus Tones today!
-- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : Berlangganan : Henti Langgan :

Kirim email ke