Sepertinya pandangan seorang Aldous Huxley adalah pandangan agnostik
...kalau agama dianggap rekayasa sungguh mengerikan..agama turun
merupakan Wahyu dari Tuhan dengan tujuan agar manusia bisa bersikap
lebih beradab tidak seperti hewan ..

 

Agnostik : orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan karena mereka
menyatakan tidak cukup bukti untuk mendukung keberadaan Tuhan...

 

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Asana Viebeke Lengkong
Sent: Friday, October 05, 2007 10:40 AM
To: [email protected]
Subject: [bali] Re: bukti Ilmiah Mahabaratha

 

Terima kasih sekali diberi cuplikan sejarah secara ilmiah untuk bahan
pengetahuan ... apapun tetap dalam pembahasan yang panjang dan lebih
panjang lagi.... namun bukan berarti memberikan hak untuk menuduh
peradaban atau agama lain ya Pak...  

 

Silakan sampaikan apa yang pernah di baca, di yakini tanpa meninggalkan
akar dari lahir agama2 besar agar kita (manusia) saling menghormati.

 

Saya kutip ya :

 

"Manusia begitu cerdas sehingga merasa harus merekayasa teori-teori
untuk menjelaskan apa yang terjadi di dunia ini.  Sayang, dalam banyak
hal manusia tidak cukup cerdas menemukan penjelasan yang benar.  Maka
ketika bertindak berdasarkan teori-teori itu, manusia sering berperilaku
seperti orang gila.  Jadi, binatang tidak cukup cerdas mengkhayal bahwa
hujan dicegah turun oleh roh-roh jahat atau hujan dimaksudkan sebagai
hukuman, bila kemarau panjang menerpa.  Itulah sebabnya Anda tidak
pernah melihat binatang bersibuk-sibuk dengan ketolololan buta dan
sering mengerikan berupa sihir dan agama.  Tak ada kuda, misalnya, akan
membunuh anaknya untuk mengubah arah angin.  Anjing tidak melakukan
upacara kencing dengan harapan akan membujuk dewa kencing sehingga hujan
turun.  Keledai tidak merengek seperti orang merapal ayat sambil
tengadah ke langit biru.  Juga tiada kucing yang berpantang daging untuk
mencoba mengecoh roh jahat agar berlaku baik.  Hanya manusia yang
berperilaku bodoh dan serampangan seperti itu." (Aldous Huxley)

 

Menarik sekali ya..... 

        ----- Original Message ----- 

        From: Ambara, Gede Ngurah (KPC) <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

        To: [email protected] 

        Sent: Thursday, October 04, 2007 4:13 PM

        Subject: [bali] bukti Ilmiah Mahabaratha

         

         

        Berikut ini buktiIlmiah tentang Ramayana dan Mahabarata
(Peradaban Veda) yang dikutip dari berbagai sumber, mungkin umat
sedharma bisa menambahkannya/mengoreksinya....monggo....

         

        Bukti ilmiah peradaban Veda

        Bukti-bukti arkeologis, geologis telah terungkap dari penemuan
fosil-fosil maupun artefak- alat yang digunakan manusia pada masa itu
telah terbukti menunjukkan bahwa peradaban manusia modern telah ada
sekitar ratusan juta bahkan miliaran tahun yang lalu. Bukti-bukti
tersebut diungkapkan oleh Michael Cremo, seorang arkeolog senior,
peneliti dan juga penganut weda dari Amerika, dengan melakukan
penelitian lebih dari 8 tahun. Dari berbagai belahan dunia termasuk juga
dari Indonesia telah dapat mengungkapkan misteri peradaban weda tersebut
secara bermakna. Laporan tersebut ditulis dalam beberapa buku yang sudah
diterbitkan seperti ; Forbidden Archeology, The Hidden History of Human
Race, Human Devolution : A Vedic alternative to Darwin's Theory,
terbitan tahun 2003. Dalam buku tersebut akan banyak ditemukan fosil,
artefak- peninggalan berupa kendi, alas kaki, alat masak dan sebagainya
yang telah berusia ratusan juta tahun bahkan miliaran tahun, dibuat oleh
manusia yang mempunyai peradaban maju, tidak mungkin dibuat oleh kera
atau primata yang lebih rendah. Dari buku-buku tersebut juga ditemukan
adanya manipulasi beberapa arkeolog dengan mengubah dimensi waktunya,
hal ini bertujuan untuk mendukung teori evolusi Darwin, karena
kenyataannya teori evolusi masih sangat lemah. Bukti ilmiah sudah dengan
jelas menyatakan bahwa peradaban weda telah ada miliaran tahun. Para
ilmuwan telah membuktikan bahwa perang besar di tanah suci Kukrksetra,
kota Dwaraka, sungai suci Sarasvati dan sebagainya perupakan suatu
peristiwa sejarah, bukan sebagai mitologi. Setiap kali kongres para
arkeolog dunia selalu menyampaikan bukti-bukti baru tentang peradaban
Barthavarsa purba. Dibawah ini ditampilkan sekelumit dari bukti ilmiah
tersebut.

         

        Perang Bharatayuda

        Para arkeolog terkemuka dunia telah sepakat bahwa perang besar
di Kuruksetra merupakan sejarah Bharatavarsa (sekarang India) yang
terjadi sekitar 5000 tahun yang lalu. Sekarang para peneliti hanya ingin
mementukan tanggal yang pasti tentang peristiwa tersebut. Dari hasil
pengamatan beserta bukti-bukti ilmiah. Dari berbagai estimasi maka
dibuatlah suatu usulan peristiwa-peristiwa sebagai berikut : 

         

        Sri Krishna tiba di Hastinapura diprakirakan sekitar 28
September 3067 SM 

         

        Bhishma pulang ke dunaia rohani sekitar January 17 Januari 3066
SM

         

        Balarama melakukan perjalanan suci di sungai Saraswati pada
bulan Pushya 1 Nov. 1, 3067 SM 

         

        Balarama kembali dari perjalanan tersebut pada bulan Sravana 12
Dec. 12, 3067 SM 

         

        Gatotkaca terbunuh pada 2 Desember 3067 SM

         

        Dan banyak lagi penanggalan peristiwa-peristiwa penting sudah di
kalkulasi.

         

        Kota kuno Dvaraka

        Demikian juga keberadaan kota Dvaraka yang dulu menjadi misteri,
kota tersebut disebutkan dalam Mahabharata bahwa Dvaraka tenggelam di
pantai. Doktor Rao adalah seorang arkeolog senior yang dengan tekun
menyelidiki dengan "marine archaeology" dan hasilnya ditemukannya
reruntuhan kota bawah laut, beserta ornamennya, didaerah Gujarat.
Dwaraka, kota kerajaan Sri Krishna masa lalu.

         

        Jembatan Alengka

        Pemotretan luar angkasa yang dilakukan oleh NASA telah menemukan
adanya jembatan mistrius yang menghubungkan antara India dan Sri Langka
sepanjang 30 Km, tampak pula jembatan tersebut buatan manusia dengan
umur sekitar 1 750 000 tahun angka ini sesuai dengan sejarah Ramayana
yang terjadi pada Tretha yuga. Sekarang sedang diteliti jenis
bebatuannya. Jadi Ramayana itu adalah ithihasa (sejarah), bukan
merupakan dongeng.

         

        Sungai Sarasvati

        Keberadaan kota purba Harrapa dan Mohenjodaro serta keberadaan
sungai suci Sarasvati telah dijumpai dalam Rig Weda, namun tidak
diketahui keberadaannya, kemudian oleh NASA dengan pemotretan dari luar
angkasa ternyata dijumpai sebuah lembah yang merupakan bekas sungai yang
yang telah mengering, namun dalam kedalaman tertentu masih tampak ada
aliran air diwilayah Pakistan yang bermuara ke lautan Arab, arahnya
sesuai dengan yang digambarkan dalam sastra. 

         

        Sebenarnya masih banyak bukti ilmiah lainnya yang menunjukkan
peradaban weda tersebut, sehingga Satya yuga, Tretha yuga, Dvapara yuga
dan Kali yuga dengan durasi sekitar 4 320 000 tahun merupakan suatu
sejarah peradaban manusia modern yang memegang teguh perinsip dharma.

         

         

Kirim email ke