Om Suastiastu

 

Cukup aneh saya cerita tentang fakta malah dianggap subyektif, kalau
saya akhirnya dikeluarkan dari mailing list ini terserah..

Dan terimakasih kepada semuanya...

 

Suksme

GNA 

 

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of ngurah beni setiawan
Sent: Monday, October 08, 2007 11:36 AM
To: bali@lp3b.or.id
Subject: [bali] [RE]Re: penindasan terhadap umat Hindu

 

Om Suastiastu,

 

salam kenal Pak Putu Gede Karang...

teguran sebelumnya telah disampaikan Moderator Pak Wis. Dan telah juga
dibuatkan milis untuk melanjutkan diskusi agama ini.

jujur, saya pribadi pun mulai merasa terganggu dengan pandangan yang
saya anggap subjektif dari Bli Ambara.

 

Saya yakin Moderator akan mengambil sikap ttg diskusi ini.

 

salam sejahtera,

Ngurah Beni Setiawan



        ---------[ Received Mail Content ]----------
        Subject : [bali] Re: penindasan terhadap umat Hindu
        Date : Mon, 8 Oct 2007 10:24:34 +0700
        From : "I. Putu Gede Karang" <[EMAIL PROTECTED]>
        To : <bali@lp3b.or.id>
        
        P' Ambhara yth, 
        
        
        
        Saya adalah peserta pasif mailing list ini dan sangat appreciate
terhadap 
        bapak2 dan ibu2 yang aware terhadap kehidupan di daerah2
pelosok. Terus 
        terang saya masih belum sanggup mengikuti jejak tersebut baik
dari segi 
        materiil maupun spiritual. 
        
        
        
        Mohon maaf, setahu saya mailing list ini tidak membicarakan
agama tertentu 
        hanya seputar sosialita kehidupan di bali terutama di daerah
pelosok2. Kalau 
        bisa e-mail seperti ini dikirim ke mailing list tertentu yg
sesuai isinya. 
        Buat P' Moderator, mohon untuk dibuatkan aturan mailing list
ini, apakah isi 
        nya memang bebas sebebas-bebasnya atau seputar sosial kehidupan
daerah2 
        terpencil atau etc. Kalau sangant bebas mohon maaf untuk
mendelete e-mail 
        saya dari keanggotaan mailing list ini karena agak risih juga
setiap hari 
        menerima e-mail yg seperti ini, yang kalau dibicarakan ngga akan
ada 
        habis2nya. 
        
        
        
        Nunas Sinampure 
        
        
        
        
        
        _____ 
        
        From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of 
        Ambara, Gede Ngurah (KPC) 
        Sent: Monday, October 08, 2007 8:03 AM 
        To: bali@lp3b.or.id 
        Subject: [bali] penindasan terhadap umat Hindu 
        
        
        
        Pak Chepy dan semeton yang lain. 
        
        
        
        Penindasan yang saya maksud saat ini lebih ke monopoli
Informasi, pembiasaan 
        informasi, menjelek-jelekkan agama Hindu baik di media massa
maupun di 
        kotbah-kotbah di Mesjid (terutama dimesjid) maupun di Gereja,
dan ini memang 
        lebih sering terjadi di luar Bali.Sinetron-sinetron yang sering
di putar di 
        Indonesia dalam banyak kejadian sering sekali melecehkan umat
Hindu, 
        misalnya tokoh Ulama selalu menang terhadap tokoh jahat yang
digambarkan 
        biasanya berupa dukun dengan pakaian tertentu biasanya selalu
dikaitkan 
        menggunakan ritual seperti Hindu, ada hio kemenyan dll, bahkan
di latar 
        belakang sering terlihat ada patung maupun tapel/topeng serupa
topeng rangda 
        di Bali..singkat cerita Ulama/tokoh Islam selalu menang terhadap
lawan-lawan 
        kleniknya apakah yang kejawen ataupun seolah-seolah tokoh-tokoh
jahat ini 
        orang Hindu (berbudaya Hindu).umat Hindu pada diam saja,
beberapa sempat 
        protes, tapi setelah itu sinetron semacam ini terus saja jalan. 
        
        Dan selama bulan Ramadan satu bulan penuh televisi dimonopoli
oleh Siar 
        Islam dan beberapa kali melukai hati umat lain..misalnya saat
covering 
        tentang Islam Pegayaman di Bali, mereka (penyiar) menyatakan
Sinar Suci 
        Allah ternyata sampai juga di Bali di sebuah desa.dengan kata
lain desa-desa 
        lain selain pegayaman tidak atau belum mendapat Hidayah Tuhan
(ALLAH).ini 
        maksudnya apa?? Terjemahan bebasnya selain pegayaman sisa dari
Bali yang 
        lain adalah KAFIR dan semuanya masuk neraka... 
        
        
        
        Di daerah Klaten Jawa tengah, umat Hindu Jawa selama puluhan
tahun dan 
        sampai saat ini sering sekali mendapat intimidasi karena
semata-mata mereka 
        Hindu dan bukan Islam, dari pengurusan KTP yang di persulit,
sengaja di 
        salah-salahkan, dan pengurusan ijin-ijin yang lain, demikian
juga di 
        sejumlah desa-desa kantong-kantong umat Hindu Jawa, seperti
misalnya di 
        Jatim. 
        
        
        
        Pura Krembung di Sidoarjo, 6 km dari pusat Lumpur, dalam masa
pembangunannya 
        sering dilempar batu, mau dirusak oleh orang-orang muslim
sekitarnya, tapi 
        atas perlindungan Hyang Widhi mereka tidak berhasil merusak pura
ini, bahkan 
        batu-batu ini terlempar kembali ke penyerangnya oleh
tangan-tangan gaib yang 
        tidak terlihat.. 
        
        
        
        Di Jawa Barat, khususnya Bandung dan sekitarnya sangat susah
sekali 
        membangun pura di daerah sipil, satu orang saja (biasanya ulama)
tidak 
        setuju maka pura tidak boleh dibangun. Akibatnya apa, di Bandung
sekitarnya 
        Pura hanya bisa berdiri di daerah militer. Pura Cimahi, Pura
Ujung Berung, 
        Margahayu Sulaeman semuanya berdiri di daerah militer..tapi
kalau di Bali 
        gampang sekali orang membangun mesjid ataupun gereja..karena
orang Bali 
        (Hindu) sangat polos tidak neko-neko.. 
        
        
        
        Tahun 65-66, pada masa pembantaian PKI, sejumlah orang-orang
Ansor (NU) 
        dengan mendompleng militer masuk ke Bali terutama di daerah
Jembrana, mereka 
        orang-orang Islam ini dengan senang hati ikut membantai ribuan
orang-orang 
        Bali PKI, karena menganggap orang-orang Bali layak dibunuh
karena 
        kafir.(tidak beragama)..saya mempunyai saksi Hidup yang
bercerita pada saya 
        saat masih mahasiswa di bandung, namanya Pak Nyoman Sirna Mph.
Saat itu 
        kebetulan ia berusaha melindungi beberapa orang yang
dikejar-kejar 
        orang-orang militer dan Ansor ini ..200 ribu orang yang tidak
berdosa, dan 
        sama sekali tidak tahu tentang politik di bantai di Bali.cerita
gelap ini 
        tidak pernah di buka karena sangat melukai dan merupakan trauma
mendalam 
        bagi rakyat bali, dan juga di luar bali terutama di Jawa Timur
(korban 
        terbesar setelah bali)..sampai sekarang tidak ada pernyataan
minta maaf atas 
        kejadian ini baik oleh orang-orang Militer maupun Ansor.dan
seperti biasa 
        pemerintah diam saja (mungkin pemerintah tidak mau minta maaf,
takut harus 
        memberikan santunan).padahal permintaan maaf dan rekonsialisi
nasional ini 
        sangat penting, terutama bagi para korban/keluarga yang
ditinggalkan.kami 
        orang-orang Bali tidak dendam, tapi sedih sangat sedih sekali
atas kejadian 
        ini. 
        
        
        
        Kristen sama saja, Cuma jarang menggunakan kekerasan phisik,
penindasan yang 
        dilakukan mereka kepada orang-orang Hindu lebih halus, yang sama
seperti 
        Islam, menganggap orang-orang Hindu belum mendapatkan Kebenaran
dari Tuhan 
        Yesus, sehingga perlu di-konversi (dirubah agamanya menjadi
Kristen). 
        
        Sebagian orang bali mungkin sudah tahu : 1 desa di Dalung
Tabanan 
        setengahnya dikonversi menjadi Kristen dengan cara -cara halus
dan 
        licik..dibangun gereja dengan ornament Bali, bahkan ritual
serupa dengan 
        ritual adat Hindu Bali, menggunakan banten dsb..Cuma rohnya
dicabut, doa-doa 
        menggunakan bahasa Bali, tapi Sang Hyang Widhi diubah namanya
menjadi Sang 
        Hyang Yesus..benar-benar cara-cara yang halus dan licik untuk
mengkonversi 
        orang-orang yang sudah beragama..akibatnya Bale banjar dibagi
dua.setengah 
        untuk yang sudah pindah ke Kristen, setengahnya masih Hindu.
Beberapa 
        donatur Hindu baru-baru ini memberikan sumbangan buat membangun
kembali pura 
        kecil, yang sederhana yang ter-abaikan di bagian desa yang masih
hindu di 
        Dalung.sungguh kasihan dan merana kehidupan sisa warga Hindu
yang masih 
        bertahan di desa ini. 
        
        
        
        Toko buku Gramedia, hanya menjual buku-buku Agama Kristen dan 
        Islam!..kecuali di Bali, diluar Bali buku-buku Hindu di Gramedia
jarang 
        sekali bahkan tidak ada. 
        
        Oke lah Gramedia memang grup kepunyaan Kristen, tapi sangat
mencolok sekali 
        sama sekali tidak membantu saudaranya yang minoritas (Hindu),
menurut saya 
        ini disengaja, mereka tidak mau Hindu berkembang. Hanya di Bali
mereka 
        terpaksa memajangnya takut di-protes.. 
        
        
        
        Di daerah saya ada sejumlah kejadian provokas/siar misi Kristen
ke kantong 
        umat Hindu asal transmigrant dari Bali (daerah Sangkulirang,
Kutai Timur). 
        Seorang pendeta Kristen meng-iming-imingi warga Hindu dengan
memberikan 
        kredit motor, dengan tujuan agar suatu saat mereka bisa
pindah/beralih ke 
        Kristen. 
        
        
        
        Paus di Vatikan secara tegas menyatakan beberapa tahun lalu
untuk 
        mengkristen-kan belahan India (yang belum Kristen) dan Asia
sisanya. 
        Memberikan Sinar Cahaya Suci Allah menerangi Asia, untuk segera
mewujudkan 
        Sorga di Bumi. Dalam pandangan Gereja Katolik surga di Bumi baru
muncul 
        setelah semua manusia menjadi pengikut Yesus.pantas saja Islam
dan Kristen 
        selalu bentrok dan saling membunuh di Indonesia dan belahan lain
di bumi. 
        Kerusuhan Poso, Kerusuhan Ambon..ini karena kedua agama ini
(Kristen dan 
        Islam) saling berebut pengaruh dalam siar agama
masing-masing.saya punya 
        teman Kristen di tempat kerja, waktu saya tanya, kenapa ya di
kota Sangata 
        yang kecil ini banyak sekali ada Gereja (tidak kurang dari 20 
        gereja)..jawaban dia kalem saja: "Bli itu berarti sorga di bumi
sudah 
        dekat". 
        
        Saya cuma bisa terdiam.. 
        
        
        
        Agama Hindu memang bukan agama missi tidak seperti Islam maupun
Kristen, 
        tapi dengan demikian bukan berarti seenaknya boleh di-konversi
baik secara 
        halus maupun dengan kekerasan. Sayangnya Pancasila dan Bhineka
Tunggal Ika 
        Cuma sekedar slogan. Pasal 29 UUD 45, Cuma mengatur kebebasan
beragama dan 
        menjalankan ibadah agama, tapi tidak ada perlindungan terhadap
kaum 
        minoritas. Seharusnya ada undang-undang yang melarang
mengkonversi 
        orang-orang yang sudah beragama yang diakui resmi di Indonesia
(saat ini ada 
        6 : masuknya Konfucu kembali) .. 
        
        
        
        Mudah-mudahan penyampaian fakta-fakta ini tidak membuat
orang-orang Islam 
        dan Kristen menjadi tersinggung, karena kami umat Hindu adalah
korban, yang 
        pantas marah, sedih atau tersinggung adalah kami umat Hindu
bukan kalian 
        orang-orang Kristen maupun Islam.tapi kami umat Hindu tidak
dendam, Cuma 
        sedih, berharap agar penindasan yang selama ini terjadi dan
terus terjadi 
        bisa berkurang..paling tidak biarkan kami yang jumlahnya sangat
sedikit ini 
        untuk bertahan, tolong jangan ubah kami menjadi Islam ataupun 
        Kristen.terimakasih. 
        
        
        
        Note : Ini hanya garis besar, kalau semua saya ceritakan akan
menjadi 1 buku 
        tebal... 
        
        
        
        Gede Ngurah Ambara 
        
        
        
        
        
        -----Original Message----- 
        From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of 
        Chepy R.Nasution 
        Sent: Friday, October 05, 2007 7:31 PM 
        To: bali@lp3b.or.id 
        Subject: [bali] Re: bukti Ilmiah Mahabaratha 
        
        
        
        Yth Pak Ngurah Ambara, 
        
        
        
        Salam kenal dulu Pak, Nama saya Chepy Nasution, saya selalu
mengaku sebagai 
        orang Sumber Kima walaupun saya tidak lahir disana, saya
mengikuti Milis ini 
        semenjak beberapa tahun yang lalu, dan saya merasa comfortable
mengikuti 
        Milis LP3B ini, kalau saya di Buleleng saya telah terbiasa
berbaur dengan 
        masyarakat disana, bahkan mereka bagai saudara sekampung bagi
saya. Tidak 
        pernah saya menghadapi perbedaan masalah agama disana. Seperti
yang saya 
        sampaikan diatas bahwa saya selalu mengaku orang Sumber Kima itu
saya 
        buktikan dengan perbuatan dimana saya dengan bantuan Masyarakat
berhasli 
        mengadakan kegiatan Aero Sport Show di Lapangan Terbang Let.Kol
Wisnu pada 
        tahun 2001 dan tahun 2006 yang lalu, bahkan saya dan teman teman
berhasil 
        menjadikan desa Sumber Kima dinobatkan Menjadi Desa Dirgantara
karena Desa 
        tersebut telah berhasil mengadakan kegiatan Aero Sport Show.
Bahkan, di 
        Jully 2008 yang akan datang kami akan mengadakan lagi Bali
Buleleng Fly-In 
        2008 yang mudah2an jauh kebih besar dari yang lalu. Saat ini
lebih dari 30 
        Pesawat terbang dari Thailand telah bersedia berpartisipasi
dalam kegiatan 
        tersebut. Semua itu saya lakukan deng ikhlas untuk dapat
membantu saudara 
        saudara saya di Buleleng dengan pengetahuan yang saya miliki. 
        
        
        
        Telah lebih dari tujuh tahun saya dekat dengan Saudara2 saya di
Bali tidak 
        pernah saya merasakan adanya perasaan ataupun ungkapan saudara
saudara saya 
        di Bali bahwa agama yang saya anut telah menindas umat Hindu,
apakah mereka 
        tidak tahu?, nah untuk itu saya meminta kepada Pak Ngurah Ambara
untuk dapat 
        menjelaskan pada saya penindasan macam apa dan kezoliman apa
yang dilakukan 
        oleh umat Islam kepada umat Hindu?.hal ini "terpaksa" saya
tanyakan kepada 
        Bapak karena saya membaca beberapa diskusi Bapak yang selalu
akhirnya 
        menyatakan pernah ada penindasan yang dilakukan oleh umat lain
(Islam dan 
        Kristen), dan inilah yang menggelitik saya untuk menanyakan
kepada Bapak. 
        
        
        
        Kalau boleh saya usulkan Pak mungkin sudah bukan saatnya lagi
kita bangsa 
        Indonesia mendebatkan masalah golongan maupun Agama, karena saat
ini kita 
        sebaiknya membicarakan bagaimana kita membangun Negara ini agar
tidak 
        menambah keterpurukan bangsa kita, lebih khusus lagi membangun
Bali Utara. 
        
        
        
        Mohon maaf jika ungkapan saya kurang dapat diterima oleh Bapak. 
        
        
        
        Wasallam, 
        
        Chepy R.Nasution 
        
        
        
        
        
        
        
        _____ 
        
        From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of 
        Ambara, Gede Ngurah (KPC) 
        Sent: 05 Oktober 2007 15:40 
        To: bali@lp3b.or.id 
        Subject: [bali] Re: bukti Ilmiah Mahabaratha 
        
        
        
        Agnostik memang sebuah pilihan, menyakiti atau tidak menyakiti
orang lain 
        itu bukan karena mereka beragama atau tidak beragama, agama
tidak terkait 
        dengan itu. 
        
        Apakah Mbak Asana menilai selama ini pembicaraan saya telah
menyakiti Mbak 
        Asana? Kalau ya bagian yang mana? Dan kalau itu benar saya minta
maaf, 
        selama ini saya berkata dengan fakta, bahwa uma Hindu sering
ditindas oleh 
        umat lain (Islam dan Kristen), dan saya mengungkapkan fakta itu.

        Pertanyaannya mana yang lebih menyakitkan, saya yang
mengungkapkan fakta ini 
        ataukah orang-orang yang melakukan penindasan terhadap umat
Hindu? 
        
        
        
        ----- 




pi = 3.14 
love just like 'pi'...it's natural, irrational and very important --
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi :
http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators :
Berlangganan : Henti Langgan : 

Kirim email ke