Om Suastiastu,

 

subjektifitas yang saya anggap ke Bli Ambara adalah juga subjektifitas saya.

terlepas dari itu semua, semua fakta yang disampaikan tidak pada tempat yang tepat.

betul seperti yang disampaikan bahwa milis ini berawal dari misi pembangunan.

 

ini seperti nulis berita sepak bola di tabloid Nova...faktanya (mungkin) benar tapi toh bukan disana dong disampaikannya...

jadi jangan salahkan kalo "ibu-ibu" yang beli tabloid Nova jadi protes, wong yang diharapkan kan resep terbaru kok malah dapet info sepak bola menangnya MU 4-0 dari Wigan..

hehehe....

 

salam,

Ngurah Beni Setiawan



 

---------[ Received Mail Content ]----------
Subject : [bali] penindasan terhadap umat Hindu
Date : Mon, 8 Oct 2007 11:50:29 +0800
From : "Ambara, Gede Ngurah \(KPC\)" <[EMAIL PROTECTED]>
To : <[email protected]>

Om Suastiastu



Cukup aneh saya cerita tentang fakta malah dianggap subyektif, kalau
saya akhirnya dikeluarkan dari mailing list ini terserah..

Dan terimakasih kepada semuanya...



Suksme

GNA



-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of ngurah beni setiawan
Sent: Monday, October 08, 2007 11:36 AM
To: [email protected]
Subject: [bali] [RE]Re: penindasan terhadap umat Hindu



Om Suastiastu,



salam kenal Pak Putu Gede Karang...

teguran sebelumnya telah disampaikan Moderator Pak Wis. Dan telah juga
dibuatkan milis untuk melanjutkan diskusi agama ini.

jujur, saya pribadi pun mulai merasa terganggu dengan pandangan yang
saya anggap subjektif dari Bli Ambara.



Saya yakin Moderator akan mengambil sikap ttg diskusi ini.



salam sejahtera,

Ngurah Beni Setiawan



---------[ Received Mail Content ]----------
Subject : [bali] Re: penindasan terhadap umat Hindu
Date : Mon, 8 Oct 2007 10:24:34 +0700
>From : "I. Putu Gede Karang" <[EMAIL PROTECTED]>
To :

P' Ambhara yth,



Saya adalah peserta pasif mailing list ini dan sangat appreciate
terhadap
bapak2 dan ibu2 yang aware terhadap kehidupan di daerah2
pelosok. Terus
terang saya masih belum sanggup mengikuti jejak tersebut baik
dari segi
materiil maupun spiritual.



Mohon maaf, setahu saya mailing list ini tidak membicarakan
agama tertentu
hanya seputar sosialita kehidupan di bali terutama di daerah
pelosok2. Kalau
bisa e-mail seperti ini dikirim ke mailing list tertentu yg
sesuai isinya.
Buat P' Moderator, mohon untuk dibuatkan aturan mailing list
ini, apakah isi
nya memang bebas sebebas-bebasnya atau seputar sosial kehidupan
daerah2
terpencil atau etc. Kalau sangant bebas mohon maaf untuk
mendelete e-mail
saya dari keanggotaan mailing list ini karena agak risih juga
setiap hari
menerima e-mail yg seperti ini, yang kalau dibicarakan ngga akan
ada
habis2nya.



Nunas Sinampure





_____

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of
Ambara, Gede Ngurah (KPC)
Sent: Monday, October 08, 2007 8:03 AM
To: [email protected]
Subject: [bali] penindasan terhadap umat Hindu



Pak Chepy dan semeton yang lain.



Penindasan yang saya maksud saat ini lebih ke monopoli
Informasi, pembiasaan
informasi, menjelek-jelekkan agama Hindu baik di media massa
maupun di
kotbah-kotbah di Mesjid (terutama dimesjid) maupun di Gereja,
dan ini memang
lebih sering terjadi di luar Bali.Sinetron-sinetron yang sering
di putar di
Indonesia dalam banyak kejadian sering sekali melecehkan umat
Hindu,
misalnya tokoh Ulama selalu menang terhadap tokoh jahat yang
digambarkan
biasanya berupa dukun dengan pakaian tertentu biasanya selalu
dikaitkan
menggunakan ritual seperti Hindu, ada hio kemenyan dll, bahkan
di latar
belakang sering terlihat ada patung maupun tapel/topeng serupa
topeng rangda
di Bali..singkat cerita Ulama/tokoh Islam selalu menang terhadap
lawan-lawan
kleniknya apakah yang kejawen ataupun seolah-seolah tokoh-tokoh
jahat ini
orang Hindu (berbudaya Hindu).umat Hindu pada diam saja,
beberapa sempat
protes, tapi setelah itu sinetron semacam ini terus saja jalan.

Dan selama bulan Ramadan satu bulan penuh televisi dimonopoli
oleh Siar
Islam dan beberapa kali melukai hati umat lain..misalnya saat
covering
tentang Islam Pegayaman di Bali, mereka (penyiar) menyatakan
Sinar Suci
Allah ternyata sampai juga di Bali di sebuah desa.dengan kata
lain desa-desa
lain selain pegayaman tidak atau belum mendapat Hidayah Tuhan
(ALLAH).ini
maksudnya apa?? Terjemahan bebasnya selain pegayaman sisa dari
Bali yang
lain adalah KAFIR dan semuanya masuk neraka...



Di daerah Klaten Jawa tengah, umat Hindu Jawa selama puluhan
tahun dan
sampai saat ini sering sekali mendapat intimidasi karena
semata-mata mereka
Hindu dan bukan Islam, dari pengurusan KTP yang di persulit,
sengaja di
salah-salahkan, dan pengurusan ijin-ijin yang lain, demikian
juga di
sejumlah desa-desa kantong-kantong umat Hindu Jawa, seperti
misalnya di
Jatim.



Pura Krembung di Sidoarjo, 6 km dari pusat Lumpur, dalam masa
pembangunannya
sering dilempar batu, mau dirusak oleh orang-orang muslim
sekitarnya, tapi
atas perlindungan Hyang Widhi mereka tidak berhasil merusak pura
ini, bahkan
batu-batu ini terlempar kembali ke penyerangnya oleh
tangan-tangan gaib yang
tidak terlihat..



Di Jawa Barat, khususnya Bandung dan sekitarnya sangat susah
sekali
membangun pura di daerah sipil, satu orang saja (biasanya ulama)
tidak
setuju maka pura tidak boleh dibangun. Akibatnya apa, di Bandung
sekitarnya
Pura hanya bisa berdiri di daerah militer. Pura Cimahi, Pura
Ujung Berung,
Margahayu Sulaeman semuanya berdiri di daerah militer..tapi
kalau di Bali
gampang sekali orang membangun mesjid ataupun gereja..karena
orang Bali
(Hindu) sangat polos tidak neko-neko..



Tahun 65-66, pada masa pembantaian PKI, sejumlah orang-orang
Ansor (NU)
dengan mendompleng militer masuk ke Bali terutama di daerah
Jembrana, mereka
orang-orang Islam ini dengan senang hati ikut membantai ribuan
orang-orang
Bali PKI, karena menganggap orang-orang Bali layak dibunuh
karena
kafir.(tidak beragama)..saya mempunyai saksi Hidup yang
bercerita pada saya
saat masih mahasiswa di bandung, namanya Pak Nyoman Sirna Mph.
Saat itu
kebetulan ia berusaha melindungi beberapa orang yang
dikejar-kejar
orang-orang militer dan Ansor ini ..200 ribu orang yang tidak
berdosa, dan
sama sekali tidak tahu tentang politik di bantai di Bali.cerita
gelap ini
tidak pernah di buka karena sangat melukai dan merupakan trauma
mendalam
bagi rakyat bali, dan juga di luar bali terutama di Jawa Timur
(korban
terbesar setelah bali)..sampai sekarang tidak ada pernyataan
minta maaf atas
kejadian ini baik oleh orang-orang Militer maupun Ansor.dan
seperti biasa
pemerintah diam saja (mungkin pemerintah tidak mau minta maaf,
takut harus
memberikan santunan).padahal permintaan maaf dan rekonsialisi
nasional ini
sangat penting, terutama bagi para korban/keluarga yang
ditinggalkan.kami
orang-orang Bali tidak dendam, tapi sedih sangat sedih sekali
atas kejadian
ini.



Kristen sama saja, Cuma jarang menggunakan kekerasan phisik,
penindasan yang
dilakukan mereka kepada orang-orang Hindu lebih halus, yang sama
seperti
Islam, menganggap orang-orang Hindu belum mendapatkan Kebenaran
dari Tuhan
Yesus, sehingga perlu di-konversi (dirubah agamanya menjadi
Kristen).

Sebagian orang bali mungkin sudah tahu : 1 desa di Dalung
Tabanan
setengahnya dikonversi menjadi Kristen dengan cara -cara halus
dan
licik..dibangun gereja dengan ornament Bali, bahkan ritual
serupa dengan
ritual adat Hindu Bali, menggunakan banten dsb..Cuma rohnya
dicabut, doa-doa
menggunakan bahasa Bali, tapi Sang Hyang Widhi diubah namanya
menjadi Sang
Hyang Yesus..benar-benar cara-cara yang halus dan licik untuk
mengkonversi
orang-orang yang sudah beragama..akibatnya Bale banjar dibagi
dua.setengah
untuk yang sudah pindah ke Kristen, setengahnya masih Hindu.
Beberapa
donatur Hindu baru-baru ini memberikan sumbangan buat membangun
kembali pura
kecil, yang sederhana yang ter-abaikan di bagian desa yang masih
hindu di
Dalung.sungguh kasihan dan merana kehidupan sisa warga Hindu
yang masih
bertahan di desa ini.



Toko buku Gramedia, hanya menjual buku-buku Agama Kristen dan
Islam!..kecuali di Bali, diluar Bali buku-buku Hindu di Gramedia
jarang
sekali bahkan tidak ada.

Oke lah Gramedia memang grup kepunyaan Kristen, tapi sangat
mencolok sekali
sama sekali tidak membantu saudaranya yang minoritas (Hindu),
menurut saya
ini disengaja, mereka tidak mau Hindu berkembang. Hanya di Bali
mereka
terpaksa memajangnya takut di-protes..



Di daerah saya ada sejumlah kejadian provokas/siar misi Kristen
ke kantong
umat Hindu asal transmigrant dari Bali (daerah Sangkulirang,
Kutai Timur).
Seorang pendeta Kristen meng-iming-imingi warga Hindu dengan
memberikan
kredit motor, dengan tujuan agar suatu saat mereka bisa
pindah/beralih ke
Kristen.



Paus di Vatikan secara tegas menyatakan beberapa tahun lalu
untuk
mengkristen-kan belahan India (yang belum Kristen) dan Asia
sisanya.
Memberikan Sinar Cahaya Suci Allah menerangi Asia, untuk segera
mewujudkan
Sorga di Bumi. Dalam pandangan Gereja Katolik surga di Bumi baru
muncul
setelah semua manusia menjadi pengikut Yesus.pantas saja Islam
dan Kristen
selalu bentrok dan saling membunuh di Indonesia dan belahan lain
di bumi.
Kerusuhan Poso, Kerusuhan Ambon..ini karena kedua agama ini
(Kristen dan
Islam) saling berebut pengaruh dalam siar agama
masing-masing.saya punya
teman Kristen di tempat kerja, waktu saya tanya, kenapa ya di
kota Sangata
yang kecil ini banyak sekali ada Gereja (tidak kurang dari 20
gereja)..jawaban dia kalem saja: "Bli itu berarti sorga di bumi
sudah
dekat".

Saya cuma bisa terdiam..



Agama Hindu memang bukan agama missi tidak seperti Islam maupun
Kristen,
tapi dengan demikian bukan berarti seenaknya boleh di-konversi
baik secara
halus maupun dengan kekerasan. Sayangnya Pancasila dan Bhineka
Tunggal Ika
Cuma sekedar slogan. Pasal 29 UUD 45, Cuma mengatur kebebasan
beragama dan
menjalankan ibadah agama, tapi tidak ada perlindungan terhadap
kaum
minoritas. Seharusnya ada undang-undang yang melarang
mengkonversi
orang-orang yang sudah beragama yang diakui resmi di Indonesia
(saat ini ada
6 : masuknya Konfucu kembali) ..



Mudah-mudahan penyampaian fakta-fakta ini tidak membuat
orang-orang Islam
dan Kristen menjadi tersinggung, karena kami umat Hindu adalah
korban, yang
pantas marah, sedih atau tersinggung adalah kami umat Hindu
bukan kalian
orang-orang Kristen maupun Islam.tapi kami umat Hindu tidak
dendam, Cuma
sedih, berharap agar penindasan yang selama ini terjadi dan
terus terjadi
bisa berkurang..paling tidak biarkan kami yang jumlahnya sangat
sedikit ini
untuk bertahan, tolong jangan ubah kami menjadi Islam ataupun
Kristen.terimakasih.



Note : Ini hanya garis besar, kalau semua saya ceritakan akan
menjadi 1 buku
tebal...



Gede Ngurah Ambara





-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of
Chepy R.Nasution
Sent: Friday, October 05, 2007 7:31 PM
To: [email protected]
Subject: [bali] Re: bukti Ilmiah Mahabaratha



Yth Pak Ngurah Ambara,



Salam kenal dulu Pak, Nama saya Chepy Nasution, saya selalu
mengaku sebagai
orang Sumber Kima walaupun saya tidak lahir disana, saya
mengikuti Milis ini
semenjak beberapa tahun yang lalu, dan saya merasa comfortable
mengikuti
Milis LP3B ini, kalau saya di Buleleng saya telah terbiasa
berbaur dengan
masyarakat disana, bahkan mereka bagai saudara sekampung bagi
saya. Tidak
pernah saya menghadapi perbedaan masalah agama disana. Seperti
yang saya
sampaikan diatas bahwa saya selalu mengaku orang Sumber Kima itu
saya
buktikan dengan perbuatan dimana saya dengan bantuan Masyarakat
berhasli
mengadakan kegiatan Aero Sport Show di Lapangan Terbang Let.Kol
Wisnu pada
tahun 2001 dan tahun 2006 yang lalu, bahkan saya dan teman teman
berhasil
menjadikan desa Sumber Kima dinobatkan Menjadi Desa Dirgantara
karena Desa
tersebut telah berhasil mengadakan kegiatan Aero Sport Show.
Bahkan, di
Jully 2008 yang akan datang kami akan mengadakan lagi Bali
Buleleng Fly-In
2008 yang mudah2an jauh kebih besar dari yang lalu. Saat ini
lebih dari 30
Pesawat terbang dari Thailand telah bersedia berpartisipasi
dalam kegiatan
tersebut. Semua itu saya lakukan deng ikhlas untuk dapat
membantu saudara
saudara saya di Buleleng dengan pengetahuan yang saya miliki.



Telah lebih dari tujuh tahun saya dekat dengan Saudara2 saya di
Bali tidak
pernah saya merasakan adanya perasaan ataupun ungkapan saudara
saudara saya
di Bali bahwa agama yang saya anut telah menindas umat Hindu,
apakah mereka
tidak tahu?, nah untuk itu saya meminta kepada Pak Ngurah Ambara
untuk dapat
menjelaskan pada saya penindasan macam apa dan kezoliman apa
yang dilakukan
oleh umat Islam kepada umat Hindu?.hal ini "terpaksa" saya
tanyakan kepada
Bapak karena saya membaca beberapa diskusi Bapak yang selalu
akhirnya
menyatakan pernah ada penindasan yang dilakukan oleh umat lain
(Islam dan
Kristen), dan inilah yang menggelitik saya untuk menanyakan
kepada Bapak.



Kalau boleh saya usulkan Pak mungkin sudah bukan saatnya lagi
kita bangsa
Indonesia mendebatkan masalah golongan maupun Agama, karena saat
ini kita
sebaiknya membicarakan bagaimana kita membangun Negara ini agar
tidak
menambah keterpurukan bangsa kita, lebih khusus lagi membangun
Bali Utara.



Mohon maaf jika ungkapan saya kurang dapat diterima oleh Bapak.



Wasallam,

Chepy R.Nasution







_____

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of
Ambara, Gede Ngurah (KPC)
Sent: 05 Oktober 2007 15:40
To: [email protected]
Subject: [bali] Re: bukti Ilmiah Mahabaratha



Agnostik memang sebuah pilihan, menyakiti atau tidak menyakiti
orang lain
itu bukan karena mereka beragama atau tidak beragama, agama
tidak terkait
dengan itu.

Apakah Mbak Asana menilai selama ini pembicaraan saya telah
menyakiti Mbak
Asana? Kalau ya bagian yang mana? Dan kalau itu benar saya minta
maaf,
selama ini saya berkata dengan fakta, bahwa uma Hindu sering
ditindas oleh
umat lain (Islam dan Kristen), dan saya mengungkapkan fakta itu.

Pertanyaannya mana yang lebih menyakitkan, saya yang
mengungkapkan fakta ini
ataukah orang-orang yang melakukan penindasan terhadap umat
Hindu?



-----




pi = 3.14
love just like 'pi'...it's natural, irrational and very important --
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi :
http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators :
Berlangganan : Henti Langgan :




pi = 3.14
love just like 'pi'...it's natural, irrational and very important
-- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : Berlangganan : Henti Langgan :

Kirim email ke