Yth Pak Ngurah Ambara, 

 

Terima kasih banyak Pak atas informasinya, saya tidak akan menanggapi
informasi bapak tersebut karena seperti yang disampaikan oleh teman teman
yang lain disini bukanlah tempatnya membicarakan itu. Yang kedua yang Bapak
sampaikan itu pun bukanlah hal yang tidak bisa saya tanggapi, tetapi
akhirnya akan menjadi debat kusir yang enggak karuan, dan akan menjadikan
perpecahan diantara kita semua, bahkan beberapa informasi yang Bapak berikan
ternyata juga sudah di sanggah oleh teman yang lain.

 

Jadi menurut saya apa yang Bapak anggap penindasan hanyalah pikiran sempit
dari Bapak semata dan tidaklah mewakili seluruh Umat Hindu Bali. Jadi dalam
hal ini saya mengambil sikap seperti yang diajarkan Islam kepada saya yaitu
"Lakum Dinukum Waliyadin...artinya Agama mu ,Agama mu dan Agama ku, Agama
ku" jadi bukanlah hal yang harus diperdebatkan. Kalau ada satu anggota
Polisi ketahuan merampok apakah dianggap institusi Polisi yang merampok?....

 

Terima Kasih Pak. 

Wasallam,

Chepy R.Nasution

 

  _____  

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
Ambara, Gede Ngurah (KPC)
Sent: 08 Oktober 2007 8:03
To: bali@lp3b.or.id
Subject: [bali] penindasan terhadap umat Hindu 

 

Pak Chepy dan semeton yang lain.

 

Penindasan yang saya maksud saat ini lebih ke monopoli Informasi, pembiasaan
informasi, menjelek-jelekkan agama Hindu baik di media massa maupun di
kotbah-kotbah di Mesjid (terutama dimesjid) maupun di Gereja, dan ini memang
lebih sering terjadi di luar Bali.Sinetron-sinetron yang sering di putar di
Indonesia dalam banyak kejadian sering sekali melecehkan umat Hindu,
misalnya tokoh Ulama selalu menang terhadap tokoh jahat yang digambarkan
biasanya berupa dukun dengan pakaian tertentu biasanya selalu dikaitkan
menggunakan ritual seperti Hindu, ada hio kemenyan dll, bahkan di latar
belakang sering terlihat ada patung maupun tapel/topeng serupa topeng rangda
di Bali..singkat cerita Ulama/tokoh Islam selalu menang terhadap lawan-lawan
kleniknya apakah yang kejawen ataupun seolah-seolah tokoh-tokoh jahat ini
orang Hindu (berbudaya Hindu).umat Hindu pada diam saja, beberapa sempat
protes, tapi setelah itu sinetron semacam ini terus saja jalan.

Dan selama bulan Ramadan satu bulan penuh televisi dimonopoli oleh Siar
Islam dan beberapa kali melukai hati umat lain..misalnya saat covering
tentang Islam Pegayaman di Bali, mereka (penyiar) menyatakan Sinar Suci
Allah ternyata sampai juga di Bali di sebuah desa.dengan kata lain desa-desa
lain selain pegayaman tidak atau belum mendapat Hidayah Tuhan (ALLAH).ini
maksudnya apa?? Terjemahan bebasnya selain pegayaman sisa dari Bali yang
lain adalah KAFIR dan semuanya masuk neraka...

 

Di daerah Klaten Jawa tengah, umat Hindu Jawa selama puluhan tahun dan
sampai saat ini sering sekali mendapat intimidasi karena semata-mata mereka
Hindu dan bukan Islam, dari pengurusan KTP yang di persulit, sengaja di
salah-salahkan, dan pengurusan ijin-ijin yang lain, demikian juga di
sejumlah desa-desa kantong-kantong umat Hindu Jawa, seperti misalnya di
Jatim.

 

Pura Krembung di Sidoarjo, 6 km dari pusat Lumpur, dalam masa pembangunannya
sering dilempar batu, mau dirusak oleh orang-orang muslim sekitarnya, tapi
atas perlindungan Hyang Widhi mereka tidak berhasil merusak pura ini, bahkan
batu-batu ini terlempar kembali ke penyerangnya oleh tangan-tangan gaib yang
tidak terlihat..

 

Di Jawa Barat, khususnya Bandung dan sekitarnya sangat susah sekali
membangun pura di daerah sipil, satu orang saja (biasanya ulama) tidak
setuju maka pura tidak boleh dibangun. Akibatnya apa, di Bandung sekitarnya
Pura hanya bisa berdiri di daerah militer. Pura Cimahi, Pura Ujung Berung,
Margahayu Sulaeman semuanya berdiri di daerah militer..tapi kalau di Bali
gampang sekali orang membangun mesjid ataupun gereja..karena orang Bali
(Hindu) sangat polos tidak neko-neko..

 

Tahun 65-66, pada masa pembantaian PKI, sejumlah orang-orang Ansor (NU)
dengan mendompleng militer masuk ke Bali terutama di daerah Jembrana, mereka
orang-orang Islam ini dengan senang hati ikut membantai ribuan orang-orang
Bali PKI, karena menganggap orang-orang Bali layak dibunuh karena
kafir.(tidak beragama)..saya mempunyai saksi Hidup yang bercerita pada saya
saat masih mahasiswa di bandung, namanya Pak Nyoman Sirna Mph. Saat itu
kebetulan ia berusaha melindungi beberapa orang yang dikejar-kejar
orang-orang militer dan Ansor ini ..200 ribu orang yang tidak berdosa, dan
sama sekali tidak tahu tentang politik di bantai di Bali.cerita gelap ini
tidak pernah di buka karena sangat melukai dan merupakan trauma mendalam
bagi rakyat bali, dan juga di luar bali terutama di Jawa Timur (korban
terbesar setelah bali)..sampai sekarang tidak ada pernyataan minta maaf atas
kejadian ini baik oleh orang-orang Militer maupun Ansor.dan seperti biasa
pemerintah diam saja (mungkin pemerintah tidak mau minta maaf, takut harus
memberikan santunan).padahal permintaan maaf dan rekonsialisi nasional ini
sangat penting, terutama bagi para korban/keluarga yang ditinggalkan.kami
orang-orang Bali tidak dendam, tapi sedih sangat sedih sekali atas kejadian
ini.

 

Kristen sama saja, Cuma jarang menggunakan kekerasan phisik, penindasan yang
dilakukan mereka kepada orang-orang Hindu lebih halus, yang sama seperti
Islam, menganggap orang-orang Hindu belum mendapatkan Kebenaran dari Tuhan
Yesus, sehingga perlu di-konversi (dirubah agamanya menjadi Kristen).

Sebagian orang bali mungkin sudah tahu : 1 desa di Dalung Tabanan
setengahnya dikonversi menjadi Kristen dengan cara -cara halus dan
licik..dibangun gereja dengan ornament Bali, bahkan ritual serupa dengan
ritual adat Hindu Bali, menggunakan banten dsb..Cuma rohnya dicabut, doa-doa
menggunakan bahasa Bali, tapi Sang Hyang Widhi diubah namanya menjadi Sang
Hyang Yesus..benar-benar cara-cara yang halus dan licik untuk mengkonversi
orang-orang yang sudah beragama..akibatnya Bale banjar dibagi dua.setengah
untuk yang sudah pindah ke Kristen, setengahnya masih Hindu. Beberapa
donatur Hindu baru-baru ini memberikan sumbangan buat membangun kembali pura
kecil, yang sederhana yang ter-abaikan di bagian desa yang masih hindu di
Dalung.sungguh kasihan dan merana kehidupan sisa warga Hindu yang masih
bertahan di desa ini. 

 

Toko buku Gramedia, hanya menjual buku-buku Agama Kristen dan
Islam!..kecuali di Bali, diluar Bali buku-buku Hindu di Gramedia jarang
sekali bahkan tidak ada.

Oke lah Gramedia memang grup kepunyaan Kristen, tapi sangat mencolok sekali
sama sekali tidak membantu saudaranya yang minoritas (Hindu), menurut saya
ini disengaja, mereka tidak mau Hindu berkembang. Hanya di Bali mereka
terpaksa memajangnya takut di-protes..

 

Di daerah saya ada sejumlah kejadian provokas/siar misi Kristen ke kantong
umat Hindu asal transmigrant dari Bali (daerah Sangkulirang, Kutai Timur).
Seorang pendeta Kristen meng-iming-imingi warga Hindu dengan memberikan
kredit motor, dengan tujuan agar suatu saat mereka bisa pindah/beralih ke
Kristen.

 

Paus di Vatikan secara tegas menyatakan beberapa tahun lalu untuk
mengkristen-kan belahan India (yang belum Kristen) dan Asia sisanya.
Memberikan Sinar Cahaya Suci Allah menerangi Asia, untuk segera mewujudkan
Sorga di Bumi. Dalam pandangan Gereja Katolik surga di Bumi baru muncul
setelah semua manusia menjadi pengikut Yesus.pantas saja Islam dan Kristen
selalu bentrok dan saling membunuh di Indonesia dan belahan lain di bumi.
Kerusuhan Poso, Kerusuhan Ambon..ini karena kedua agama ini (Kristen dan
Islam) saling berebut pengaruh dalam siar agama masing-masing.saya punya
teman Kristen di tempat kerja, waktu saya tanya, kenapa ya di kota Sangata
yang kecil ini banyak sekali ada Gereja (tidak kurang dari 20
gereja)..jawaban dia kalem saja: "Bli itu berarti sorga di bumi sudah
dekat".

Saya cuma bisa terdiam..

 

Agama Hindu memang bukan agama missi tidak seperti Islam maupun Kristen,
tapi dengan demikian bukan berarti seenaknya boleh di-konversi baik secara
halus maupun dengan kekerasan. Sayangnya Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika
Cuma sekedar slogan. Pasal 29 UUD 45, Cuma mengatur kebebasan beragama dan
menjalankan ibadah agama, tapi tidak ada perlindungan terhadap kaum
minoritas. Seharusnya ada undang-undang yang melarang mengkonversi
orang-orang yang sudah beragama yang diakui resmi di Indonesia (saat ini ada
6 : masuknya Konfucu kembali) ..

 

Mudah-mudahan penyampaian fakta-fakta ini tidak membuat orang-orang Islam
dan Kristen menjadi tersinggung, karena kami umat Hindu adalah korban, yang
pantas marah, sedih atau tersinggung adalah kami umat Hindu bukan kalian
orang-orang Kristen maupun Islam.tapi kami umat Hindu tidak dendam, Cuma
sedih, berharap agar  penindasan yang selama ini terjadi dan terus terjadi
bisa berkurang..paling tidak biarkan kami yang jumlahnya sangat sedikit ini
untuk bertahan, tolong jangan ubah kami menjadi Islam ataupun
Kristen.terimakasih.

 

Note : Ini hanya garis besar, kalau semua saya ceritakan akan menjadi 1 buku
tebal...

 

Gede Ngurah Ambara

 

 

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
Chepy R.Nasution
Sent: Friday, October 05, 2007 7:31 PM
To: bali@lp3b.or.id
Subject: [bali] Re: bukti Ilmiah Mahabaratha

 

Yth Pak Ngurah Ambara,

 

Salam kenal dulu Pak, Nama saya Chepy Nasution, saya selalu mengaku sebagai
orang Sumber Kima walaupun saya tidak lahir disana, saya mengikuti Milis ini
semenjak beberapa tahun yang lalu, dan saya merasa comfortable mengikuti
Milis LP3B ini, kalau saya di Buleleng saya telah terbiasa berbaur dengan
masyarakat disana, bahkan mereka bagai saudara sekampung bagi saya. Tidak
pernah saya menghadapi perbedaan masalah agama disana. Seperti yang saya
sampaikan diatas bahwa saya selalu mengaku orang Sumber Kima itu saya
buktikan dengan perbuatan dimana saya dengan bantuan Masyarakat berhasli
mengadakan kegiatan Aero Sport Show di Lapangan Terbang Let.Kol Wisnu pada
tahun 2001 dan tahun 2006 yang lalu, bahkan saya dan teman teman berhasil
menjadikan desa Sumber Kima dinobatkan Menjadi Desa Dirgantara karena Desa
tersebut telah berhasil mengadakan kegiatan Aero Sport Show. Bahkan, di
Jully 2008 yang akan datang kami akan mengadakan lagi Bali Buleleng Fly-In
2008 yang mudah2an jauh kebih besar dari yang lalu. Saat ini lebih dari 30
Pesawat terbang dari Thailand telah bersedia berpartisipasi dalam kegiatan
tersebut. Semua itu saya lakukan deng ikhlas untuk dapat membantu saudara
saudara saya di Buleleng dengan pengetahuan yang saya miliki.

 

Telah lebih dari tujuh tahun saya dekat dengan Saudara2 saya di Bali tidak
pernah saya merasakan adanya perasaan ataupun ungkapan saudara saudara saya
di Bali bahwa agama yang saya anut telah menindas umat Hindu, apakah mereka
tidak tahu?, nah untuk itu saya meminta kepada Pak Ngurah Ambara untuk dapat
menjelaskan pada saya penindasan macam apa dan kezoliman apa yang dilakukan
oleh umat Islam kepada umat Hindu?.hal ini "terpaksa" saya tanyakan kepada
Bapak karena saya membaca beberapa diskusi Bapak yang selalu akhirnya
menyatakan pernah ada penindasan yang dilakukan oleh umat lain (Islam dan
Kristen), dan inilah yang menggelitik saya untuk menanyakan kepada Bapak.

 

Kalau boleh saya usulkan Pak mungkin sudah bukan saatnya lagi kita bangsa
Indonesia mendebatkan masalah golongan maupun Agama, karena saat ini kita
sebaiknya membicarakan bagaimana kita membangun Negara ini agar tidak
menambah keterpurukan bangsa kita, lebih khusus lagi membangun Bali Utara.

 

Mohon maaf jika ungkapan saya kurang dapat diterima oleh Bapak.

 

Wasallam,

Chepy R.Nasution

 

 

 

  _____  

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
Ambara, Gede Ngurah (KPC)
Sent: 05 Oktober 2007 15:40
To: bali@lp3b.or.id
Subject: [bali] Re: bukti Ilmiah Mahabaratha

 

Agnostik memang sebuah pilihan, menyakiti atau tidak menyakiti orang lain
itu bukan karena mereka beragama atau tidak beragama, agama tidak terkait
dengan itu.

Apakah Mbak Asana menilai selama ini pembicaraan saya telah menyakiti Mbak
Asana? Kalau ya bagian yang mana? Dan kalau itu benar saya minta maaf,
selama ini saya berkata dengan fakta, bahwa uma Hindu sering ditindas oleh
umat lain (Islam dan Kristen), dan saya mengungkapkan fakta itu.
Pertanyaannya mana yang lebih menyakitkan, saya yang mengungkapkan fakta ini
ataukah orang-orang yang melakukan penindasan terhadap umat Hindu? 

 

-----

Kirim email ke