Teman-teman di milis ysh, Selama ini setiap topik datang dan pergi silih berganti naturally, tergantung dari menarik tidaknya masalah yang diangkat. Jadi, silahkan saja jika diskusi tentang Mahabharata dilanjutkan, karena kisah mahabharata dapat diulas dan didiskusikan dari berbagai sudut. Saya yakin banyak dari anggota milis ini memiliki referensi pengetahuan yang luas tentang kisah epos ini, sehingga tentu diharapkan dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan kita tentang kisah mahabharata.
Sekarang kita sudah memiliki rambu-rambu tentang batas-batas diskusi kita berdasarkan pengalaman kita yang baru saja lewat. Jangan sampai kita mengulangi kejadian tsb. Mungkin ada yang bisa cerita tentang Manajemen Gita ? salam wisnaya On 10/9/07, Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > P Nyoman, > > Waduh hebat sekali usulan P Nyoman ini. Kalau yang begini kita teruskan > dong, itu yang saya maksud dengan jangan sekali sekali menghentikan diskusi > yang mencerahkan dan terutama yang meningkatkan qualitas SDM kita. > > salam, vieb > > ----- Original Message ----- > *From:* nyoman <[EMAIL PROTECTED]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Tuesday, October 09, 2007 11:07 AM > *Subject:* [bali] Re: bukti Ilmiah Mahabaratha > > > > Pak Ngurah Ambara, dan rekan2 > > > > Saya sebagai anggota pasif milis ini, bersyukur bahwa diskusi mengenai > Mahabaratha yang " melenceng ke masalah agama " sudah ditutup dengan baik > dengan suatu penyelesaian yang sangat dewasa dan toleran. > > Kalau di ijinkan , saya pikir akan menarik kalau Pak Ngurah Ambara > melanjutkan kembali diskusi mengenai Mahabaratha ini karena kita akan bisa > sama2 menggali nilai2 universal yang dipesankan oleh Mahabaratha plus > Bagawadgitha –nya. > > Beberapa bulan yang lalu ketika saya mengikuti Dies Natalis di Aula Timur > ITB saya demikian terkejut karena teman saya memaparkan Manajemen berbasis > Bagawadgitha yg disebut Manajemen GIta,( yg tak lama kemudian saya lihat > ada buku Manajemen Gita di Gramedia karangan Anand Krishna ) padahal kalau > dilihat latar belakang teman tersebut bukan orang Bali bukan beragama Hindu, > tetapi ia dengan tegas mampu menyerap pesan2 universal Bagawadgitha mengenai > bekerja sebagai kewajiban kita dalam hidup yang tidak terikat pada hasilnya. > > Bagaimana Pak Ngurah ? Bagaimana Pak Wis sebagai moderator ? Saya pikir > hal ini masih relevan dengan roh milis ini, karena sepanjang saya mengikuti > milis ini kita banyak sekali berbicara/berkomentar mengenai nilai-nilai yang > berlaku di masyarakat sekeliling kita. > > Terima kasih. > > > > Salam, > > > > Gde Nyoman Swastika > > > > > > > ------------------------------ > > -- Gde Wisnaya Wisna Jl.Dewi Sartika Utara 32A Singaraja-Bali
