Popo Danes, jadi dimulai dengan Art ya? biarkan menigkat karena kebutuhan moral dan etika menjadi pembangunan cipta-karya (iintellectual property development). Saya sendiri masih merampungkan penugasan yang ada agar bisa cepat pindah ke Bali. Wass: Tjahjo-
Popo Danes <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pak Dudik, Untuk ketemu langsung itu, ide yang baik. Saya siap at anytime dalam minggu depan. Memang saya sudah berencana juga, mulai tahun 2008, saya akan mengadakan acara makan siang bersama setiap Rabu siang selama 2 jam. Siapa saja boleh datang, kita mau charge lunch fee yang minimal. Ini murni untuk sharing saja, tidak ada organisasi, tidak ada agenda, tidak ada pembicara utama. Tapi kita harapkan dari suasana yang informal itu akan ada hal-hal yang fresh yang kita bisa share. Namanya juga mencoba. Kalau boleh, kita minta pak Wis saja yang tentukan waktunya. Selain sebagai bendesa cyber kita, pak Wis juga yang harus cermat mengatur waktu membelah bukit. Bukannya saya bilang kita tidak bisa bertemu tanpa pak Wis, tapi masalahnya kalau diciduk biar jelas siapa yang kita tuding. Ha ha ha ha ... Salam, pd On 11/13/07 8:32 AM, "Dudik M" wrote: > Buk, asana (bersiap, maksudnya niki) bali selatan benyah kone suba keniscayaan > jani. Kuta tenggalam pun sebuah kepastian kone.. (peh ne asli isuu) Buk Asana > khan suba dicap sebagai salah satu pecalang lingkungan di kuta, rajin-rajin > nake ke dalem peed , nunas pang aengan buin bedik ditu... > buat Pak Popo, kapan-kapan buat acara di danes galery bagi anggoto milis ini, > buat kopi darat sekalian berbagi kabar dari seminar perubahan iklim di nusa > dua... saya nyumbang godoh biu dah 200 buah > > www.yandude.blogspot.com > The real freedome is free from dome > > > ----- Original Message ---- > From: Asana Viebeke Lengkong > To: [email protected] > Sent: Tuesday, November 13, 2007 8:45:16 AM > Subject: [bali] Re: Call For Bali Subak Cooperatives > > Hi Po, > > Na neeee baru gelur gelur dengan kenyataan namanya... susah ya rasanya kalau > kita nggak mau lihat kelemahan kita sendiri lalu di pacu kan dengan kondisi > atau kebiasaan cara berpikir dan perilaku di sekitar kita ini.... > > Kalau soal memeteng ber investasi di Bali memang sudah ngetrend dari puluhan > tahun cuma sekarang dengan uu investasi baru ini mereka makin kerauhan...... > mudah saaaaan soalnya coba aja lihat agency property seperti jamur nggak ada > yang di miliki oleh orang kita.... semua import.... dari situ dengan > sendirinya yang laku ya yang di develop oleh mereka juga.... tapi itu semua > juga bukan kesalahan mereka semua, karena memang namanya juga orang cari > kesempatan.... dan kesempatan di buka lebar tanpa ada reservasi.... ya > begini lah jadinya.... maka pecalang investasi perlu sekali di bali..... > sekarang pasar super, organik, tukang bunga, tukang kayu, tukang batu, > tukang listrik, tukang pipa... semua udah 'expat' kita semua di sini jadi > pengayahnya saja..... > > Masalah yang lain ya transport... aduh.... udah macet di mana mana dan ring > roadnya nggak di terusin... sekarang di atas tanah ring road udah banyak > villa villa punya IMB lagi.... ngapain ya cipta karya? > > SSPK di Kuta yang ngluarin banyak sekali uang hutang tahun 1999 itu juga > nggak pernah di kebit oleh pemda... ih ngeri deh ke depan nya..... > > kalau ada hasil yang bagus yang perlu kita tau dari conference itu.... share > ya Po... > > vieb > ----- Original Message ----- > From: "Danes Popo" > To: > Sent: Tuesday, November 13, 2007 12:23 AM > Subject: [bali] Re: Call For Bali Subak Cooperatives > > > Hi Vieb, > De serem-serem. Aku masih dalam tahap mencari teman > sebanyak-banyaknya, belum sampai tahapan mencari musuh. ha ha ha ha > ...... > Bukankah kita hidup cukup nikmat bisa gelar gelur seperti ini ? > > Mungkin Gung Alit yang mau dan pantas. Soalnya background sebagai Nak > Menak akan sangat mendukung. Apalagi sudah berbuat sangat baik > mendongkrak citra handicraft dari Bali. Coba saja bayangkan Gung Alit > pakai kuaca sapari. Top dah .... Saya mungkin ngelamar jadi > pecalangnya saja. > > Sampai besok, saya mengikuti annual conference-nya Indonesia - > Australia Business Council di Grand Hyatt Nusa Dua. Besok pagi > sessionnya M Lutfi, ketua BKPM. Saya mau ikutan nimbrung, mau kasih > masukan kalau kita tidak hidup di Amerika. Peraturan investasi yang > baru sudah membuat banyak orang memeteng mau invest di Bali. Menurut > saya, pulau Bali terlalu murah untuk dibeli oleh global money. Kita > lihat saja besok. Mungkin perlu bikin pecalang investasi. > > Pemulung barang bekas dilarang masuk, pemulung sawah bekas silakan masuk. > > Salam, > pd > > > On 11/11/07, Asana Viebeke Lengkong wrote: >> >> >> Hi Popo, >> >> nggak ikutan mau jadi GUBERNUR?........ >> aku mau jadi team sukses nya......pasti Gung Free Trade juga mau atau >> mungkin juga mau jadi GUBERNUR..... yuk ikutan rame rame ....... >> >> v >> >> ----- Original Message ----- >> From: Popo Danes >> To: [email protected] >> >> Sent: Monday, November 12, 2007 10:29 AM >> Subject: [bali] Re: Call For Bali Subak Cooperatives >> >> Pak Tjahjo, >> >> Terimakasih banyak penjelasannya, memang benar adanya. >> Satu hal paling penting yang menghancurkan subak, adalah terpesonanya >> pemerintah oleh sektor pariwisata. Yang satu ini sangat dijadikan >> primadona, >> pada saat kita belum memiliki understanding tentang master planning, dsb. >> Setelah tahu nikmatnya dollar dan dollar palsu, sektor pertanian langsung >> diabaikan. >> >> Saya salah satu tourism development advisor untuk Vietnamese government. >> Yang bikin iri, sebelum ngomong pariwisata mereka membanggakan dulu >> negaranya sebagai pengahasil kopi terbesar nomer 2 ( padahal dulunya ini >> posisi negara kita ), exportir beras nomer 2, penghasil lada terbesar, >> sekarang dengan 3000 kilometer garis pantai plus nelayan yang nekat, >> mereka >> sangat berambisi pula di sektor perikanan. Jadi, setiap bicarakan tourism >> development, mereka bahas, gangguin pertanian nggak ? >> >> Pada zaman pertanian dulu, kakek nenek kita di bali, beberapa kali panen >> bisa beli sawah lagi, karena bisa menabung. Sekarang petani sudah tidak >> ada >> income-nya, kalau butuh uang yang agak banyak, bisanya cuman jual tanah >> saja. Petani kita yang tidak pernah nyekel 10 juta, tiba-tiba dapat 2 >> milyard. Dia pikir ini uang tidak bakalan habis. Rombak total gaya hidup, >> bagi-bagi dengan anak-anak, tidak sampai setahun tiba-tiba uangnya habis. >> >> Dengan maraknya international real estate business di Bali saat ini, saya >> tidak munafik untuk menyatakan kalau ini lahan yang lebih dari cukup untuk >> rejeki saya. Tapi saya tidak pernah usai dihantui perasaan bersalah telah >> menjadi bagian dari proses penghancuran ini. Tapi kalau saya tidak ikutan, >> mungkin mereka membuat development yang lebih mengerikan lagi. Serba salah >> dah .... >> >> Menurut saya, sangat penting untuk secara jujur menggali kronologis >> pengerusakan subak, serta membangun visi yang jelas tentang pengelolaan >> air >> kita dimasa mendatang. Untuk bantuin pekerjaan yang macam begini, saya >> pasti >> siap. Masak kita mau ikutan panen saja, tidak mau ikut menanam dan >> memelihara. Selain cerita pendek diatas, masih banyaaaaakkkk .... Yang >> bisa >> kita bahas menyangkut hal ini. >> >> Enjoy Sunday, >> pd >> >> >> On 11/9/07 11:23 AM, "CHPStar" wrote: >> >> >> Maaf, maksud saya intip di papan pesan http://portal.djlpe.esdm.go.id/ >> >> CHPStar wrote: >> >> Dearest Popo Danes, >> >> untuk itu saya terjun jadi perencana pemerintah, dan sedang mempersiapkan >> diri untuk Beyond Bali. >> Saya dituntut kode etik Perencana untuk runtun secara normatif dan >> sistematis memulai rencana dengan: >> 1. Identifikasi Masalah (emang enak?) >> 2. Methodology, belajar banyak dari Popo Dunes >> 3. Pengkajian berbagai alternatif >> 4. Penetapan Rencana dan Dana (sudah ditunggu UNFCCC di Bali) >> 5. Pengendalian (kan DPR RI sudah minta Grand Planing nya Bali) >> 6. Evaluasi, are you ready LP3B? >> >> Cuma masalahnya pilar pilar perencana sendiri harus diperkuat. Pilarnya: >> 1. Pendidikan >> 2. Perencanaan sebagai proses >> 3. Society >> 4. Industrial Support, BUMN dan Swasta >> >> Progress saat ini bagus walupun lagi sulit sulitnya bagi saya/ kita. Bukti >> bisa diintip di www.djlpe.esdm.go.id >> >> Wass: Tjahjo- >> >> Popo Danes wrote: >> >> >> Jero Gede dagang Oblag, >> >> Saya suka risih membahas subak. >> Itu karya nenek moyang yang adiluhung dari zaman pra wajib belajar, yang >> mengatur irigasi dan drainage secara perfect. >> >> Sekarang setelah banyak diantara kita belajar teknik sipil modern, sudah >> ada >> jurusan sipil basah, dan banyak sudah Ph.D. Juga, ternyata kita semakin >> tidak mengeri soal drainage dan irigasi. >> >> Apalah alasannya, mereka yang lebih tahu. Saya tidak berani berkomentar >> terlalu banyak, karena tidak bisa berargumen. Maklum, pergaulannya cuman >> setingkat dagang Oblag. >> >> Salam, >> pd >> >> >> >> >> >> On 11/7/07 1:30 PM, "Agung" wrote: >> >>> Pak sareng sami, >>> >>> Memang ada apa dengan program subak ? >>> >>> Subak kita tahu semua sedang dalam kondisi yang sangat sangat merana. >> Bahkan >>> di beberapa daerah banyak subak yang sudah almarhum dan bahkan sudah >>> siap >>> dimuseumkan, kan sudah didirikan di Tabanan. >>> >>> Subak sudah mati dan kematiannya dibunuh oleh kita penyungsung ideologi >>> Developmentalism yang dipelopori oleh regime orde baru yang >>> berkolaborasi >>> dengan regime pasar bebas, lengkap dengan pepatih pepatihnya; investor >>> dan >>> pemerintah. Semua kawasan dibuka untuk pariwisata, setiap petak sawah >> pasti >>> ada sarana pariwisata... Dan tanah diganti rugi murah, investor adalah >> raja. >>> Petani kecil tanpa subsidi akhirnya jual tanah, Mereka tidak tahan jadi >>> objek pho-photo yang menghiasi kitab suci pariwisata. Bearlih profesi >>> pun >>> tak dapat dihindari. >>> >>> Kita semua tahu ada berbagai elemen budaya pada setiap petak sawah dan >>> aktivitas subak-subak; ada bibit lokal yang dulu lumayan banyaknya : >>> bibit >>> padi bernama : cicih buluh, cicih beton, pukel lateng,pukel kedis dan >> masih >>> banyak yang lainnya saya lupa. Ada dewa rare angon, betare sri, betare >> ulun >>> danu, ada elemen warige yang terkait dengan kelender Bali. Galungan >> sendiri >>> adalah produk budaya petani yang dimotori oleh subak. Setiap enam bulan >>> musim panen dan jalan jalan dihiasi penjor dengan hiasan palawija. >>> Segala >>> elemen ini nyaris sirna tergilas oleh revolusi hijsu yang sempat >> dibanggakan >>> pada waktu soeharto meneripa penghargaan sukses swasembada pangan >>> sekitar >>> 80-an. >>> >>> Darimana mulai dan bagaimana memulainya ? >>> Mulai dengan perubahan setting pembangunan pariwisata dengan kembali >>> menjenguk relevansi land reform dan reformasi pertanahan. Kalau mulai >>> dari >>> sini harus siap dicap PKI atau komunis.Di Bali 80.000 nyawa terbantai, >> yang >>> salah satunya karena setuju dengan land reform. >>> Suksme, >>> Dagang Oblag >>> >>> >>> On 11/7/07 11:29 AM, "Made Wirata" >>> wrote: >>> >>>> Ok, Pak Tjahjo, >>>> nanti saya cek lagi keberadaan subak didaerah saya dan skitarnya, dan >>>> apa >>>> kegiatannya >>>> sekarang ini (maksud saya setelah air sudah mengering hampir >>>> keseluruhan >>>> disekitar desa >>>> dan persawahan). >>>> >>>> Wass >>>> Made W >>>> >>>> -- >>>> Open WebMail Project (http://openwebmail.org) >>>> >>>> >>>> ---------- Original Message ----------- >>>> From: CHPStar >>>> To: [email protected] >>>> Sent: Tue, 6 Nov 2007 02:01:14 -0800 (PST) >>>> Subject: [bali] Re: Call For Bali Subak Cooperatives >>>> >>>>> Pak Made Wirata, >>>>> >>>>> khusus untuk subak yang pernah terkenal di dunia, secara teknis saya >> butuh >>>>> untuk pengembangan systems yang paling ideal di dunia ITC. Jadi mohon >> ide >>>>> dasar teknologi subak jangan sampai punah.. Mohon periksa lagi >> rekomendasi >>>>> FRI >>>>> 2007 >>>>> >>>>> [PPT]tjahjokartiko gondokusumoFile Format: Microsoft Powerpoint - View >> as >>>>> HTML >>>>> >>>>> 1. Rangkuman Hasil Pokja FRI 2006/2007 Tekad Memperbaiki Nasib Bangsa >>>>> Pascaamandemen UUD: Optimisme Baru dalam Merealisasikan Visi Bangsa >>>>> ... >>>>> >> www.itb.ac.id/focus/focus_file/Rangkuman%20Hasil%20Pokja%20FRI.ppt >> - Similar >>>>> pages - Note this >>>>> >>>>> Mohon bantu subak jangan sampai hilang sama selkali ya? agar cita >>>>> ciata >>>>> modernisasi dari Pak Made juga ikut terangkat. >>>>> >>>>> Wass: Tjahjo- >>>>> >>>>> Made Wirata wrote: Pak Tjahjo yth, >>>>> sekedar >>>>> info; 1).Bicara tentang subak, didaerah saya dulunya memang pernah >> banyak >>>>> air >>>>> sehingga pengaturan irigasi pertanian (utamanya sawah) tidak pernah >>>>> bermasalah, >>>>> namun saat ini dan lebih-lebih setelah air danau di Bedugul disedotin >> untuk >>>>> ngebor gunung (rencana PLTU) air menjadi tidak ada, minim sekali. Yang >> masih >>>>> tersisa saat ini beberapa sumber mata air di gunung(2-3 sumber). >> Keluarga >>>>> kami >>>>> dengan berinisitif beberapa tetangga (10- 20 kk) mencari sumber, iuran >> untuk >>>>> pemipaan, instalasi, sampai pada pengurusannya dilingkungan kami >>>>> karena >>>>> memang >>>>> butuh selain untuk masak, minum dan mandi, juga ada kebutuhan siram >> menyiram >>>>> tanaman perkebunan dimusim kering, sehingga dengan swadaya bisa >> membangun >>>>> semacam reservoir. Sayangnya pemerintah dalam hal ini PAM, tiba-tiba >> datang >>>>> bersama Pak Kades mencap/ mengclaim hasil swadaya tadi untuk dikelola >> dan >>>>> langsung dikasi meteran, yang al hasil rakyat jadi keluar duit lebih >> banyak >>>>> perbulannya dibanding pengelolaan semacam subak atau koperasi kecil. >>>>> Mustinya >>>>> pemerintah membantu investasi, namun main ambil saja. Tapi kami tidak >> jera, >>>>> cari lagi sumber lain dan buat lagi yg serupa, saat ini juga terancam >>>>> diambil >>>>> alih juga. Jadi kesimpulannya, apanya yang salah ya....?. >>>>> >>>>> 2).Bincang-bincang masalah unggulan agrobisnis yang disampaikan Humas >> DPR, >>>>> bahwa saya pernah ada usul untuk membuat percontohan yang agak unik >>>>> yang >>>>> kebetulan di Bali belum begitu banyak. Idenya dulu dari binaan Pabrik >> jamu >>>>> sidomuncul yang asri lingkungan. maka saya mengusulkan untuk petani >>>>> yang >>>>> masih >>>>> punya lahan kurang hasil untuk menanam nilam, untuk diolah kemudian >>>>> jadi >>>>> minyak atsiri, juga menanam jahe, dan didaerah hutan yang lebih atas >> menanam >>>>> kayu manis dengan tujuan yg sama. Saya mulai dengan percobaan dan >> kayaknya >>>>> bisa dikembangkan. Karena didaerah saya dan sekitarnya, sawah kurang >>>>> ada >>>>> hasil >>>>> (air tdk cukup), tanaman coklat dan kopi juga sudah berkurang (mulai >> tidak >>>>> cocok hasilnya), yang ada hanya cengkeh. >>>>> >>>>> Salam >>>>> Made Wirata >>>>> >>>>> -- >>>>> Open WebMail Project (http://openwebmail.org) >>>>> >>>>> ---------- Original Message ----------- >>>>> From: CHPStar >>>>> To: [email protected] >>>>> Sent: Mon, 5 Nov 2007 09:16:34 -0800 (PST) >>>>> Subject: [bali] Call For Bali Subak Cooperatives >>>>> >>>>>> Dengan hormat, >>>>>> >>>>>> ayo dong serius. Ini ada info tentang Pemda Bali Diminta Membuat >>>>>> Perencanaan >>>>>> Produk Unggulan Tiap Kabupaten, berita per 5 Nov 2007,. Ini pasti >>>>>> hasil >>>>>> kerjasama DPR RI dan LP3B ya? Nah, jadi saatnya saya bisa masuk >>>>>> kejalur >>>>>> Asosiasi Perencana Pemerintah Komisariat Bali. Strategic planning >>>>>> membutuhkan >>>>>> Planners.dan Planning Proses, serta Universitas, Society dan Industri >>>>>> Pendukung. Semua serba terbatas. >>>>>> >>>>>> Sektor pertanian dan sektor energi harus direncanakan kerjasama. >> Masuklah >>>>>> methodology Keseimbangan Pak Popo Cs, termasuk Jepun nya. >>>>>> >>>>>> Segera saya mesti belajar tentang subak cooperatives dan >>>>>> electricity >>>> cooperatives. >>>>>> >>>>>> Kira kira gap yang ada akan diisi oleh ICT/ digital divide >>>>>> >>>>>> Kerjasama direncanakan untuk berlangsung harmonis dan ditujukan >>>>>> baik >>>>>> untuk >>>>>> kepentingan yang mendasar sekaligus kepentingan berkembangnya ilmu >>>>>> pengetahuan >>>>>> dan teknology yang setinggi tingginya. >>>>>> >>>>>> Kompleks ya? Supaya ada sedikit imaginasi.saya lampirkan sekali >>>>>> lagi >> ex >>>>>> publikasi dari penerbitan Media Indonesia tanggal 30 Okt 2007 tentang >> 1st >>>>>> Multi Sector Parterships, Bali akan kebanjiran turis yang beretika >>>>>> Professor.(muda) dari berbagai penjuru dunia !!! >>>>>> >>>>>> Sekarang diterawang dulu aja. Sesuai janji yang ada, Jepang nya mau >>>>>> datang >>>>>> tanggal 8 Nov, terus Jerman nya tanggal 11-14 Nov ini ....... >>>>>> >>>>>> Kata orang, We Got Naked. Now What? belum sanggup muluk muluk dulu >> cukup >>>>>> dengan imaginasi.saya mesti pindah ke Denpasar. >>>>>> >>>>>> Wass: Tjahjo-- >>>>>> >>>>>> Hubungan Masyarkat wrote: >>>>>> Date: Mon, 5 Nov 2007 21:35:43 +0700 >>>>>> To: CHP109 >>>>>> Subject: [Dewan Perwakilan Rakyat] Kiriman Artikel >>>>>> From: Hubungan Masyarkat >>>>>> >>>>>> Kepada Yth. Bp/Ibu/Sdr. CHP109, >>>>>> >>>>>> Mohon maaf yang sebesar-besarnya telah mengganggu kesibukan Anda; >>>>>> namun >>>>>> rekan >>>>>> Anda, CHPStar ([EMAIL PROTECTED]), telah mengirimkan artikel berikut >> ini >>>>>> untuk >>>>>> Anda: >>>>>> >>>>>> >> --------------------------------------------------------------- >>>>>> PEMDA BALI DIMINTA MEMBUAT PERENCANAAN PRODUK UNGGULAN TIAP KABUPATEN >>>>>> Tanggal: 2007-11-05 >>>>>> Sumber: Dewan Perwakilan Rakyat >>>>>> >>>>>> Dewan Perwakilan Rakyat, >>>>>> Pemerintah Daerah Provinsi Bali diminta untuk membuat >>>>>> perencanaan >>>>>> produk unggulan yang dihasilkan ditiap-tiap kabupaten. Perencanaan >>>>>> ini >>>>>> sangat >>>>>> diperlukan untuk mengetahui potensi apa yang dihasilkan dari >> masing-masing >>>>>> daerah itu. Demikian disampaikan anggota Komisi IV >>>>>> Nazamudin >>>>>> (F-PAN) >>>>>> dan Syamsu Hilal (F-PKS) pada saat mengadakan kunjungan kerja ke >> Provinsi >>>>>> Bali, minggu lalu, yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Hilman Indra >>>>>> (F-BPD). >>>>>> Menurut Syamsu Hilal, grand starategi pembangunan pertanian >>>>>> ke >>>>>> depan >>>>>> perlu dibuat untuk mengetahui apakah ke depan Bali masih memfokuskan >> sektor >>>>>> pertanian sebagai sektor utama. Karena dalam kenyataannya Bali juga >>>>>> merupakan >>>>>> provinsi yang memang lebih dikenal dengan sektor pariwisata. >>>>>> Secara >>>>>> umum, kata Syamsu, grand strategi ini penting untuk mengetahui Bali >>>>>> ini >> mau >>>>>> diarahkan kemana, apakah pembangunan pertanian menjadi nomor dua dan >> lebih >>>>>> mengutamakan sektor pariwisata. â??Bagi kami di DPR hal ini sangat >> penting >>>>>> melihat kecenderungan potensi masing-masing daerah untuk >>>>>> mengembangkan >>>>>> diri,â?? >>>> ujarnya. >>>>>> Karena jika sektor pariwisata menjadi sektor unggulan, >>>>>> dikhawatirkan seperti pasca terjadinya dua kali bom Bali, masyarakat >> Bali >>>>>> menghadapi kendala perekonomian yang demikian dasyat. Dan tentunya ke >> depan >>>>>> kita tidak menghendaki hal itu terjadi. Belajar dari pengalaman itu, >>>>>> tentunya >>>>>> Pemda Bali harus memprioritaskan sektor pertanian sebagai sektor >> unggulan >>>>>> bagi >>>>>> daerahnya. Terkait dengan grand strategi pembangunan >> khususnya >>>>>> bidang pertanian, Gubernur Bali Dewa Beratha mengatakan dengan telah >>>>>> disahkannya UU tentang Penataan Ruang, Pemerintah Daerah Provinsi >>>>>> Bali >> akan >>>>>> mencoba melakukan revisi mengenai Perda Nomor 5 tahun 2005 tentang >> Rencana >>>>>> Tata Ruang Daerah bali dan sekaligus akan mengarahkan kepada >> kabupaten/kota >>>>>> untuk mempersiapkan detail tata ruang . Dalam detail tata >> ruang >>>>>> itu >>>>>> nantinya akan bisa ditetapkan alokasi-alokasi yang lebih jelas >>>>>> terutama >>>>>> dikaitkan dengan peruntukan untuk budidaya termasuk lahan pertanian. >>>>>> Sampai saat ini dan ke depan, kata Beratha, Bali masih tetap dalam >>>>>> pembangunan bidang ekonomi memprioritaskan tiga sektor. Yang pertama >> sektor >>>>>> pertanian masih menjadi prioritas utama, kemudian industri kecil dan >>>>>> kerajinan >>>>>> dan sektor pariwisata yang menunjang sektor pertanian dan sektor >> industri >>>>>> kecil dan kerajinan. Beratha menambahkan, dalam >>>>>> pembangunan >> di >>>>>> sektor pertanian Pemda akan melakukan pembinaan secara spesifikasi === message truncated === --------------------------------- Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your homepage.
