CHPStar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Date: Sat, 17 Nov 2007 06:10:56 -0800 (PST)
From: CHPStar <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: World Class University
To: [EMAIL PROTECTED]

  The World Class University will initiate Intellectual Property Development. 
The foresight are:
  1. IEC Standard can be implemented for Public Electricity
  2. ISO Standard can be implemented for Private Industry
  3. ITU Standard can be implemented for  Cooperative R&D
   
  This is the prerequisite:
   
  [PPT] tjahjokartiko gondokusumo         File Format: Microsoft Powerpoint - 
View as HTML
1. Rangkuman Hasil Pokja FRI 2006/2007 Tekad Memperbaiki Nasib Bangsa 
Pascaamandemen UUD: Optimisme Baru dalam Merealisasikan Visi Bangsa ...
www.itb.ac.id/focus/focus_file/Rangkuman%20Hasil%20Pokja%20FRI.ppt - Similar 
pages
   
  What Next?
   
  CHP Cooperatives worldwide should be started from Bali
   
  PEMDA BALI DIMINTA MEMBUAT PERENCANAAN PRODUK UNGGULAN TIAP KABUPATEN
   
            Tanggal : 
    05 Nov 2007
      Sumber : 
    dpr.go.id

   
              Pemerintah Daerah Provinsi Bali diminta untuk membuat perencanaan 
produk unggulan yang dihasilkan ditiap-tiap kabupaten. Perencanaan ini sangat 
diperlukan untuk mengetahui potensi apa yang dihasilkan dari masing-masing 
daerah itu.
   
              Demikian disampaikan anggota Komisi IV Nazamudin (F-PAN) dan 
Syamsu Hilal (F-PKS) pada saat mengadakan kunjungan kerja ke Provinsi Bali, 
minggu lalu, yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Hilman Indra (F-BPD).
   
              Menurut Syamsu Hilal, grand starategi pembangunan pertanian ke 
depan perlu dibuat untuk mengetahui apakah ke depan Bali masih memfokuskan 
sektor pertanian sebagai sektor utama. Karena dalam kenyataannya Bali juga 
merupakan provinsi yang memang lebih dikenal dengan sektor pariwisata.
   
              Secara umum, kata Syamsu, grand strategi ini penting untuk 
mengetahui Bali ini mau diarahkan kemana, apakah pembangunan pertanian menjadi 
nomor dua dan lebih mengutamakan sektor pariwisata. ”Bagi kami di DPR hal ini 
sangat penting melihat kecenderungan potensi masing-masing daerah untuk 
mengembangkan diri,” ujarnya.
   
              Karena jika sektor pariwisata menjadi sektor unggulan, 
dikhawatirkan seperti pasca terjadinya dua kali bom Bali, masyarakat Bali 
menghadapi kendala perekonomian yang demikian dasyat. Dan tentunya ke depan 
kita tidak menghendaki hal itu terjadi. Belajar dari pengalaman itu, tentunya 
Pemda Bali harus memprioritaskan sektor pertanian sebagai sektor unggulan bagi 
daerahnya.  
   
              Terkait dengan grand strategi pembangunan khususnya bidang 
pertanian, Gubernur Bali Dewa Beratha mengatakan dengan telah disahkannya UU 
tentang Penataan Ruang, Pemerintah Daerah Provinsi Bali akan mencoba melakukan 
revisi mengenai Perda Nomor 5 tahun 2005 tentang Rencana Tata Ruang Daerah bali 
dan sekaligus akan mengarahkan kepada kabupaten/kota untuk mempersiapkan detail 
tata ruang .
   
              Dalam detail tata ruang itu nantinya akan bisa ditetapkan 
alokasi-alokasi yang lebih jelas terutama dikaitkan dengan peruntukan untuk 
budidaya termasuk lahan pertanian. 
   
              Sampai saat ini dan ke depan, kata Beratha,  Bali masih tetap 
dalam pembangunan bidang ekonomi memprioritaskan tiga sektor. Yang pertama 
sektor pertanian masih menjadi prioritas utama, kemudian industri kecil dan 
kerajinan dan sektor pariwisata yang menunjang sektor pertanian dan sektor 
industri kecil dan kerajinan.
   
              Beratha menambahkan, dalam pembangunan di sektor pertanian Pemda 
akan melakukan pembinaan secara spesifikasi komoditi pada suatu kawasan atau 
kabupaten. Menurutnya, dimasing-masing kabupaten ada daerah-daerah yang 
mempunyai komoditi-komoditi yang spesifik. ”Nah ini yang akan kita coba 
fokuskan pembinaan dari provinsi dalam kaitannya dengan pengembangan agro 
bisnis,” ujarnya.
   
              Jadi, kata Beratha, kita coba pola agrobisnis satu komoditi pada 
satu kawasan atau satu kabupaten, dan kalau ini sudah berkembang tentunya akan 
bisa ditingkatkan lagi menjadi agro industri untuk mengolah hasil-hasil 
pertanian, apakah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
   
              Lebih jauh Beratha menambahkan, kalau ini sudah berhasil memang 
pada kawasan itu bisa dikembangkan menjadi agro wisata. ”Kedepannya kita akan 
lebih intens untuk melakukan strategi pembinaan dengan pola seperti itu,” 
katanya. 
   
              Berkaitan dengan masalah kebutuhan irigasi, di provinsi Bali 
tidak banyak mengalami kendala terutama ditingkat teknisnya yang dilakukan oleh 
kelompok Subak yang terkenal pengairannya. 
   
              Dalam hal ini, melalui Kebijakan Gubernur Bali telah memberikan 
bantuan setiap tahun kepada setiap Subak sebesar Rp 15 juta. Sehingga untuk  
memenuhi perbaikan-perbaikan irigasi yang sifatnya kecil bisa langsung 
dilakukan, sedangkan terhadap irigasi-irigasi yang besar sudah ada 
pembagiannya, mana menjadi kewajiban Pusat, kewajiban Provinsi dan kewajiban 
Kabupaten/Kota. (tt)
   
    
---------------------------------
  Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. 

       
---------------------------------
Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.

Kirim email ke