P Wisnaya dan teman teman, Terima kasih atas kiriman laporan prestasi anak anak yang mendapatkan beasiswa melalui LP3B di buleleng. Ternyata di amplop itu bukan hanya rapor dari mereka saja tapi juga surat dari masing masing siswa untuk saya dan juga dari Ibu Desak sebagai pendamping mereka. Terimakasih dan saya terharu.
Untuk membuka tahun 2008 ini program saya mulai di Banjar Madia, Desa Trunyan. Besok pagi saya akan mengantar 9 orang dokter specialis dari mancanegara dan lokal untuk mengunjungi masyarakat Banjar Madia dan Bunut di gunung Abang, pelayanan kesehatan ini akan dimulai pagi jam 9 sampai selesai. Jumlah warga keseluruhan ada kurang lebih 1000 orang Bali Aga, kita akan berupaya untuk melayani yang sakit parah terlebih dahulu dan kemudian lihat kondisi karena kita hanya bisa bekerja pada siang hari karena mereka disana tidak ada listrik. Semoga bisa melayani paling sedikit 250 orang dulu dan semoga para dokter tersebut bisa kembali lagi untuk melayani sisanya... Pemda sudah mulai mengaspal akses jalan dari perbatasan desa kabupaten Karangasem lanjut ke kabupaten Bangli di lereng gunung Abang. Besok, Prof. Wijaya juga akan melakukan sosialisasi pelaksanaan upaya pembangunan pipa air dari danau batur ke Banjar Madia yang letaknya cukup tinggi; semoga segala material yang dibutuhkan oleh Prof. bisa saya penuhi agar pelaksanaan secara teknis dilapangan bisa dengan cepat dilaksanakan. Yayasan Gus ikut serta dan akan mengadakan penyuluhan mengenai lingkungan hidup; reboisasi yang mana masyrakat sangat antusias untuk kembali menanam pohon karena gunung itu sudah gundul. Saya berharap juga agar ada sulinggih yang dapat mengunjungi wilayah ini untuk 'dharma wacana', karena masyarakat sangat membutuhkan sekali 'pencerahan agama' mengingat tidak ada sekolah disana, jadi pendidikan tertinggi hanya sampai sd saja dan kebanyakan ngekoh untuk sekolah karena jauh dan sukar di jangkau. Kami juga akan memulai dengan community learning center di wilayah saya dulu di Kerobokan Kelod. Sosialisasi awal sudah kami lakukan dengan sekolah SD yang ada di Kelurahan dan sosialisasi dengan para Klian dan Lurah serta orang tua murid akan kami lakukan minggu kedua bulan ini. Program yang akan dilakukan kebanyakan tentang kesadaran lingkungan yang akan di laksanakan oleh PPLH, Yayasan Gus dan yayasan Pratista sebagai pendamping. Tentunya saya mengundang P Wis untuk ikut serta dalam program ini dengan mengajak beberapa murid dari buleleng untuk berbaur dengan murid kami. Kami juga hanya melengkapi program pemerintah 'pendidikan alternatif informal'. Program Kesehatan reproduksi wanita akan kami mulai di Desa Gumicik, Gianyar dengan kelompok perempuan pesisir, Klumpu Kita di Kesiman dampingan dari Yayasan Mitra Bali yang di pimpin oleh Agung Alit; kelompok wanita petani rumput laut di wilayah Bukit. Kami juga akan melanjutkan program cubang di SD 5 Butiyang; dan juga program ternak sapi apabila konsepnya dapat diterima. Program Beasiswa juga masih terbuka dan apabila siswa tetap komit pada pendidikan dengan prestasi yang dapat di pertanggung jawabkan maka beasiswa juga akan saya lanjutkan; maka tugas pendamping juga sangat penting. Masih terbuka program 'mikro kredit' terutama untuk koperasi; jadi silakan P Wis bisa kembali meyakinkan saya dengan proposal LP3B yang lalu agar dapat kita bahas bersama kembali. Saya mengundang siapa saja kalau ingin melihat kegiatan pelayanan kesehatan di Br. Madia; Dari arah Tulamben ke barat, setelah pasar ada jalan menuju desa Ban, Kubu; di persimpangan jalan menuju desa Ban ambil jalan ke kanan terus naik ke gunung sampai di Br. Bunut, termasuk Kabupaten Bangli; jalan sedikit saja, masyarakat akan memandu ke gedung sekolah dimana kegiatan kesehatan akan di laksanakan. Kami minta masyarakat turun gunung agar waktu kita tidak habis naik gunung dan turun gunung. Sekian dulu saya harus tidur supaya besok bisa bangun jam 4.30 pagi dan siap berangkat jam 5 pagi. Salam damai, Vieb
