Suastiastu, Rahajeng dan salam hormat Bli Suma
Wijaya Kusuma menulis: cadangan minyak bumi Indonesia hanya akan bertahan 10 tahun sampai 20 tahun, yang berarti tahun 2022 Indonesia bukan saja akan mengalami krisis energi, tapi juga akan menjadi negara pengimpor minyak bumi yang nilainya sekitar 130.000 juta liter per tahun. Hal ini akan berdampak terhadap Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dan apabila perekonomian masyarakat Indonesia diasumsikan tetap seperti saat ini, maka bisa diprediksi beban hidup yang harus ditanggung masyarakat pada saat itu menjadi luar biasa tinggi. Sementara itu cadangan gas bumi di Indonesia akan habis dalam 30 tahun dengan satu catatan Bli, jika pemerintah tidak melakukan aktifitas apapun dan hanya mengandalkan proses produksi seperti adanya sekarang, membiarkan brown field tanpa perhatian. Termasuk didalamnya, - usaha eksplorasi potensi baru. Indonesia timur masih sangat minim tersentuh, potensi deepwater pun mulai digiatkan berhubung teknologi telah memungkinkan. Usaha2 secondary recovery dan tertiary pun terus digiatkan. - dan perlu dicatat juga. Angka 10-20 tahun itu apakah hanya proven resource? atau sudah ditambah probable dan possible (Tyang yakin sudah) karena data2 cadangan sangat sensitif. Sesungguhnya cadangan terus meningkat (silahkan di cek dan mohon koreksi jika salah ^_^), yang menjadi masalah adalah pola konsumsi masyarakat yang jauh lebih eksponensial (Nah, ini yang harus dikendalikan) Ah, tapi sudahlah. Yang jauh lebih penting sebetulnya adalah segmentasi saja. Fossil fuel, biodisel, biomass, angin, microhydro dan sane lianan agar disegmentasikan saja. Mana dimanfaatkan untuk apa. Hehehe...sekedar memanaskan kepala tyang sebelum on-fire di kantor lagi ngurah beni setiawan pi = 3.14 love just like 'pi'...it's natural, irrational and very important ----- Original Message ---- From: Wijaya Kusuma <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, January 24, 2008 8:03:50 PM Subject: [bali] Mengapa renewable energy? Yth. Pak Nengah dan Pak Ketut, Berbicara mengenai renewable energy, maka saya sampaikan sebagai berikut: Sumber energi utama yang digunakan di berbagai negara saat ini adalah minyak bumi, dimana karena semakin banyak eksploitasi yang dilakukan, maka keberadaannya semakin terancam dan harganya menjadi meningkat secara tajam. Hal ini dikarenakan minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Berdasarkan data per tanggal 1 Januari 2002 (lihat UU Energi), cadangan minyak bumi Indonesia hanya akan bertahan 10 tahun sampai 20 tahun, yang berarti tahun 2022 Indonesia bukan saja akan mengalami krisis energi, tapi juga akan menjadi negara pengimpor minyak bumi yang nilainya sekitar 130.000 juta liter per tahun. Hal ini akan berdampak terhadap Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dan apabila perekonomian masyarakat Indonesia diasumsikan tetap seperti saat ini, maka bisa diprediksi beban hidup yang harus ditanggung masyarakat pada saat itu menjadi luar biasa tinggi. Sementara itu cadangan gas bumi di Indonesia akan habis dalam 30 tahun, yang berati tahun 2032 Indonesia kembali akan mengimpor gas bumi untuk konsumsi dalam negerinya. Sedangkan tahun 2052 Indonesia akan mengimpor batu bara untuk konsumsi dalam negeri. Apabila kebutuhan semua energi tersebut dihitung, maka akan terjadi peningkatan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara pada tahun 2052 hanya untuk memenuhi konsumsi energi masyarakat Indonesia. Dengan demikian, apabila laju ekonomi masyarakat Indonesia tetap seperti saat ini maka beban yang harus ditanggung oleh masyarakat menjadi sangat luar biasa berat. Beberapa energi alternatif yang dapat dipergunakan sebagai energi masa depan dan telah teruji secara teknis adalah biodiesel (bahan bakar alternatif pengganti minyak solar), biogasoline (bahan bakar alternatif pengganti bensin), biobriket (bahan bakar alternatif pengganti batu bara) dan biogas (bahan bakar alternatif pengganti gas bumi). Serangkaian penelitian yang telah dilakukan menunjukkan adanya kesamaan sifat fisika antara bahan baker alternative tersebut dengan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi, gas bumi dan batu bara. Selain memiliki kesamaan sifat – sifat fisika tersebut, bahan bakar alternatif yang dihasilkan memiliki keunggulan yakni lebih hemat dan lebih bersih. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dibangun industri yang memproduksi energi alternatif tersebut. Sebelum membangun industri energi alternatif, yang harus menjadi perhatian adalah mengubah pola pikir masyarakat untuk mengurangi konsumsi energi yang berasal dari bumi. Penghematan konsumsi energi sangatlah mutlak diperlukan dan harus menjadi pola pikir masyarakat. Selain itu, pengembangan berbagai jenis energi alternatif harus didukung oleh seluruh komponen, karena tanpa dukungan tersebut, berbagai ilmu dan teknologi pengolahan energi alternatif tidak akan pernah mampu berkembang pesat menjadi energi pengganti. Yang juga tidak kalah penting adalah harus ditanamkan pola pikir bahwa energi alternatif akan meningkatkan kelestarian fungsi lingkungan hidup. Pengembangan energi alternatif karenanya mulai saat ini sudah harus dikerjakan secara bersama – sama yang melibatkan pemerintah (sebagai pemegang kebijakan), para ahli dan masyarakat dimana pemanfaatannya digunakan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat, sesuai dengan amanat UUD. Tanaman induk seperti halnya jarak, kemiri, kelapa, kelapa sawit dan nyamplung dapat diolah menjadi biodiesel. Sedangkan ketela pohon dan tebu dapat diolah menjadi biogasoline, limbah dari proses pengolahan biodiesel dan biogasoline dapat diolah lebih lanjut menjadi biobriket, serta limbah dari kotoran ternak dan sampah organik diolah menjadi biogas dan juga bioethanol. Masyarakat Indonesia yang telah memiliki ternak sapi akan bernaung dalam satu wadah. Mereka akan diberikan kemudahan untuk mengkonsumsi energi alternatif tersebut dengan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan yang dijual di pasaran. Namun agar tidak terjadi penyalahgunaan, maka keluarga tersebut akan dijatah pemberiannya, sehingga upaya pengentasan kemiskinan dan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak fosil dapat terealisasi dengan baik. Kebutuhan keluarga terhadap biogas untuk memasak dengan anggota sejumlah 5 orang adalah 1,25 m3/hari atau 0,25 m3/hari/orang. Sementara itu setiap 10 kg kotoran sapi (jumlah yang dihasilkan seekor ternak sapi per hari) berpotensi menghasilkan 0,36 m3 biogas, sehingga untuk satu keluarga dengan 5 anggota membutuhkan 4 ekor sapi, dengan perhitungan perolehan kotoran ternak sejumlah 40 kg/hari dan menghasilkan biogas sejumlah 1,44 m3/hari. Visi dan Misi utama dari kegiatan ini adalah merangsang masyarakat untuk mengelola peternakan dan lahan – lahan non produktif sebagai areal ternak dan perkebunan dimana hasilnya dapat diolah sebagai bahan baku biogas, biobriket, biogasoline dan biodiesel. Esensi dari kegiatan ini adalah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan bakar fosil, membudidayakan masyarakat Indonesia yang sudah terkenal sebagai negara agraris dan mengentaskan kemiskinan. Pendekatan kegiatan yang akan dilakukan adalah dengan melibatkan semua masyarakat untuk bersama – sama mengelola peternakannya dan juga lahan – lahan non produktif tersebut untuk menjadi lahan perkebunan. Dalam proses ini digunakan sistem langsung dimana simbiosis terjadi antara ternak dengan perkebunan. Dengan demikian akan terjadi interaksi yang sangat bagus antara masyarakat dengan kebun yang digarap, karena limbah yang ada dapat digunakan sebagai pakan ternak serta sebaliknya kotoran ternak dapat dijadikan bahan baku pembuatan biogas. Limbah dari pembuatan biogas ini selanjutnya digunakan sebagai pupuk organik sehingga akan menaikkan kualitas dari tanah. Selain hal tersebut, limbah dari ternak dan perkebunan juga dapat diolah langsung menjadi biobriket. Agar tidak terjadi penyalahgunaan, maka keluarga petani tersebut akan dijatah pemberiannya, sehingga upaya pengentasan kemiskinan dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dapat terealisasi dengan baik. Saya berharap, rekan - rekan yang tergabung dalam milis LP3B ini bisa bersatu padu membangun renewable energy di Bali. Bagi yang ada di Bali atau di Denpasar, kita bisa matangkan diskusi ini sehingga membangun satu proposal yang terintegrasi, holistik, sistemik dan penuh partisipasi dan selanjutnya bisa diimplementasikan. Salam, Wijaya. ____________________________________________________________________________________ Never miss a thing. Make Yahoo your home page. http://www.yahoo.com/r/hs
