Mengamati hasil dari pilkada jawa barat yang baru berakhir dan di menangkan oleh kandidat koalisi PKS + PAN, Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf, yang merupakan pendatang baru dalam kepemimpinan di dunia politik tanah air, masih berusia muda, serta keduanya berlatar belakang sipil. Sementara kandidat koalisi PDIP + PPP yang di percayakan kepada Agum Gumelar, politisi senior yang berlatar belakang Militer berpasangan dengan Nukman Abdul Hakim, birokrat yang saat ini merupakan incumbent wakil gubernur jawa barat, berada di posisi ke dua. di ikuti oleh koalisi Partai Golkar + Partai lainnya di posisi ketiga yang mempercayakan Dani Setiawan, birokrat yang saat ini merupakan incumbent gubernur jawa barat berpasangan dengan Iwan Sulanjana mantan Pangdam Siliwangi. Adapun factor kemenangan yang di raih kandidat Koalisi PKS + PAN tersebut mungkin lebih di akibatkan oleh keinginan masyarakat jawa barat untuk memiliki "figure baru" diantara "stock lama" yang sudah pernah menjabat baik sebagai gubernur maupun wakil gubernur dan masih ikut berkompetisi di pilkada ini. Bercermin dari kekalahan kandidat PDIP di jawa barat, akan membuat Team Sukses Pemenangan Pilkada PDIP di Bali bekerja lebih extra keras lagi. Memenangi suara terbanyak dan memiliki jumlah wakil rakyat terbanyak di lembaga DPRD Bali tidaklah cukup untuk memberikan jaminan akan memenangkan pilkada di bali yang akan berlangsung di bulan Juli 2008 nanti, karena dalam pemilihan langsung kepala daerah ini, rakyat memiliki hak dan di berikan kebebasan dalam memilih kandidatnya sesuai dengan hati nuraninya. Lebih lanjut persaingan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur berikut: 1. Irjen Made Mangku Pastika + Anak Agung Puspayoga = PDIP 2. Cokorda Budi Suryawan + Nyoman Gede Suweta = Golkar + Koalisi Bali Dwipa 3. Profesor Dr. Drg. Winasa + Dewa Alit Putra = Koalisi Kebangkitan Bali akan memberikan warna tersendiri dalam perebutan kursi DK1 + DK2, karena latar belakang masing-masing kandidat yang selain berbeda juga memiliki rekam jejak yang berprestasi dalam karirnya masing-masing. Dalam Pilkada langsung nanti, parameter yang di gunakan oleh rakyat bali dalam menentukan pilihannya hanyalah berdasarkan CV (Curricullum Vitea) dari para kandidat tersebut, yang "katanya" semuanya bagus-bagus. Sementara misi dan visi kandidat tersebut diketahui oleh masyarakat hanya melalui kampanye "satu arah" yang di lakukan para kandidat melalui media cetak lokal, yang mana di akhir artikelnya biasanya di tandai dengan tanda bintang " * " Contoh berdemokrasi yang hampir menuju ke arah kesempurnaan sudah di tampilkan oleh senator barack obama berhadapan dengan senator hilary clinton dalam memperebutkan pengaruh masyarakat amerika untuk menjadi kandidat president dari partai demokrat melalui kampanye yang melelahkan, pidato public yang bisa menghipnotis pendukungnya, serta debat terbuka antara kandidat di depan public yang sungguh sangat mencerdaskan baik para pendukungnya maupun lawan politik. Semoga suatu saat nanti menjelang berlangsungnya pilkada bali ada lembaga maupun media local yang mau mensponsori untuk mempertemukan ketiga kandidat yang akan bertarung memperebutkan kursi DK1 untuk bisa "bertukar pikiran" maupun berdebat terbuka di depan public bali. sehingga masyarakat bali bisa mengetahui mana yang benar-beanr terbaik diantara ketiga kandidat yang bagus-bagus itu. yang jadi pertanyaannya: mungkinkah debat terbuka itu bisa terwujudkan di negeri yang menganut adat ketimuran ini? |
Gesendet von Yahoo! Mail.
Der Lieblings-Mailbox der Welt. -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators :
