MENYAMBUT HUT KOPERASI DUNIA
Back-up email for: [EMAIL PROTECTED]
--- On Fri, 7/4/08, CHPStar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: CHPStar <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Bukan dengan Iklan, Tapi Aksi Nyata
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Friday, July 4, 2008, 11:54 PM
Sekarang Hari Koperasi Dunia
Ini baru BUMN dan SWASTA (UKM), akan tetapi belum KOPERASI...kan?..
Presiden di Kutai Kertanegara
Mengurangi Kemiskinan Bukan dengan Iklan, Tapi Aksi
Nyata
Presiden
SBY saat memberikan sambutan peresmian proyek-proyek infrastruktur, di
Desa Senipah, Kab. Kutai Kertanegara, Kaltim, Jumat (4/7) sore.
(foto:abror/presidensby.info)
Kutai Kertanegara: Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono menegaskan kembali untuk sungguh-sungguh dalam upaya
mengurangi kemiskinan. "Mengurangi kemiskinan bukan dengan wacana,
dengan seminar dan iklan Mengurangi kemiskinan dengan program nyata,
dengan aksi nyata di seluruh Indonesia," kata Presiden dalam sambutan
peresmian proyek-proyek infrastruktur, di Desa Senipah, Kecamatan
Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Jumat (4/7)
sore.
Setelah mempelajari apa yang kita lakukan selama 20 tahun terakhir ini,
ujar Presiden, pemerintah berkesimpulan, mengurangi kemiskinan harus
dilakukan dengan program-program yang konkret, nyata, dan terpadu.
Terpadu antara pemerintah pusat dan daerah, juga antarsektor.
Sejak tahun 2007 kita lakukan langkah-langkah pengurangan kemiskinan
terpadu dengan tiga jenis paket program. Paket pertama, ibarat memberi
ikan kepada rakyat miskin. MIsalnya, pemerintah mengeluarkan anggaran
puluhan triliun untuk membebaskan masyarakat miskin dalam berobat,
biaya pendidikan, dan beras untuk rakyat miskin (Raskin). Kemudian
bantuan langsung tunai bersyarat, membantu mereka yang kena musibah
bencana, membantu golongan lanjut usia. “Semua itu diberikan karena
mereka belum berdaya. Sebagaimana falsafah, diberi ikannya dulu sampai
betul-betul berdaya dan mampu untuk keluar dari kemiskinan,” Presiden
SBY menjelaskan.
Paket kedua, memberdayakan kecamatan dan desa dengan memberi “kail”.
Program ini dikenal dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
(PNPM) Mandiri, untuk membangun infrastruktur dan fasilitas umum
lainnya. Tahun 2007 dibantu hampir 3.000 kecamatan, tahun 2008 hampir
4.000 kecamatan, dan tahun 2009 diharapkan seluruh kecamatan yang
berjumlah 5.720 kecamatan sudah mendapat PNPM Mandiri. “Besarnya Rp 2
miliar – Rp 3 miliar per kecamatan. Tahun depan rata-rata Rp 3 miliar.
Ini seperti kail,” SBY menambahkan.
Paket ketiga, ibarat memberikan “perahu”, berupa Kredit Usaha Rakyat
(KUR). Presiden bercerita, dalam kunjungan ke daerah, sering mendengar
keluhan para pengusaha kecil yang kesulitan mendapatkan modal untuk
mengembangkan usahanya. Atas dasar itulah mulai tahun 2007 dikucurkan
KUR yang persyaratannya mudah karena jaminannya diberikan oleh
pemerintah. “Pemerintah mengeluarkan Rp 1,4 triliun untuk pinjaman
usaha mikro, kecil, dan menengah. Ini kita ibaratkan perahu,” Presiden
menegaskan. “Lengkaplah sudah, ada ikan, kail, dan perahu.”
Suatu saat, lima tahun lagi, yang awalnya ikan bergeser ke kail dan
perahu.Di situ masyarakat kita akan dinamis dan diharapkan pengangguran
berkurang tajam, dan kesejahteraan meningkat," kata Presiden. (nnf/har)
Back-up email for: [EMAIL PROTECTED]