Saya ikut berbahagia atas banyak keberhasilan yang dicapai oleh umat se
dharma di Jerman, khususnya Hamburg :
Rencana Pembangunan Pura
Merayakan Hari Raya Kuningan
Melaksanakan persembahyangan bersama dipimpin oleh Ida Pandita
Ngelawar, mejejahitan, bebondresan

Semoga Umat Hindu di Hamburg/Jerman selalu mendapatkan wara nugraha dari Ida
Sang Hyang Widhi Wasa.

salam
gde wisnaya

2008/9/1 Putra Semarapura <[EMAIL PROTECTED]>

>
> Om Swastyastu,
>
> buat Mbok Juli Wirahmini, mbok Aryani dan semethon Bali ring Jerman sareng
> sinamian, tyang mengucapkan selamat atas keberhasilan acara perayaan
> Kuningan di Hamburg sabtu kemaren. semoga Ida Sang Hyang Widi Wasa selalu
> melindungi kita semua...
>
> suksme,
>
> http://nyamabrayaba li.multiply. 
> com/photos<http://nyamabrayabali.multiply.com/photos>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> --- aryani von willemsburg *<[EMAIL PROTECTED]>* schrieb am *So,
> 31.8.2008:*
>
> Von: aryani von willemsburg <[EMAIL PROTECTED]>
> Betreff: [hindu] Berita bahagia dari Jerman
> An: [EMAIL PROTECTED]
> Datum: Sonntag, 31. August 2008, 22:11
>
> Om Swastyastu,
>
> tiang ingin menyampaikan berkah dan kabar gembira dari jerman.
>
>
> Pada hari raya kuningan kemarin, umat Hindu Indonesia
> merayakan hari suci ini bersama sama di Hamburg. Upacara yang dipimpin oleh
>
> Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi
> Yang terbang dari Bali beberapa hari sebelumnya. Selain
> memimpin upacara hari raya Kuningan ini, juga untuk melaksanakan upacara „
> menanam pedagingan" sebagai perletakan batu pertama pembangunan Pura di
> Eropa.
> Betapa senangnya hati kami semua bertemu dengan beliau dan terharu,
> terutama bagi kami yang lama tidak mendengar suara bajra yang seperti lagu
> indah disanubari.
>
> Pemerintah kota Hamburg  dalam hal ini Museum für Völkerkunde telah
> berbaik hati mengijinkan Pura ini dibangun di depan Gedungnya yang megah.
> Umat Hindu Bali/ Indonesia yang selama ini belum pernah
> memiliki bangunan suci dalam bentuk seperti ini sangat terharu dan
> berterimakasih karena tempat suci dalam bentuk Pura Jagad (umum) belum
> pernah
> ada di benua Eropa. Umat Hindu berdatangan dari segala pelosok negara
> Jerman,
> dan tidak segan mengambil jarak tempuh 800 km untuk menghadiri hari
> istimewa
> ini. Para anggota Nyama Braya Bali  membagi tugasnya selayaknya di Bali,
> dari
> tukang membuat upakara yang dipimpin oleh Nyoman Sukayahadi sampai dengan
> yang
> memimpin Gamelan, I Wayan Pica semua sibuk berhari hari bekerja untuk
> menyukseskan acara ini.
>
> Pura ini bisa diraih dengan adanya kerjasama yang baik dari
> Pihak museum, dengan Bali selama bertahun tahun di Hamburg. Selain Pura
> ini,
> sejak 2004 tahun yang lalu Museum ini memiliki sebuah pameran tetap yang
> besar
> dengan thema Bali.
>
> Pembiayaan pembangunan Pura ini adalah dari dana seorang
> Sponsor yang tidak mau dikenal Dia adalah orang  jerman yang belum pernah
> ke Bali tetapi merasa memiliki hubungan
> spiritual yang kuat dengan Bali.
>
> Perjuangan dan kerja keras masyarakat Indonesia,khususnya
> Bali ini diujung tombaki oleh Luh Gde Wirahmini, dan dengan dukungan nyama
> lainnya yang berjumlah lebih dari 50 orang sudah (yang terdaftar) akhirnya
> mimpi lama kami makin menjadi kenyataan.
>
>
> Pembangunan Pura ini akan memakan waktu kira kira setahun,
> yang pembangunannya dipimpin oleh Undagi I Nyoman Arthana.
>
> Setelah Upacara berakhir, Bhagawan Dwija memberikan wejangan
> tentang Tri Hita Karana, keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, dengan
> sesama , dan  dengan Alam dan pembangunan Pura ini juga memakai konsep ini.
>
> Selain itu sebagai pembimbing Rohani umat Hindu di Jerman,
> Bhagawan Dwija juga memberi pesan kepada umat, agar kami berterimakasih
> kepada
> negara Jerman, dan melanjutkan hubungan baik yang telah ada, serta
> menghimbau
> pada Orang orang jerman yang banyak hadir di upacara itu, agar kami
> diterima
> sebagai saudara sendiri, sehingga kami memiliki banyak saudara di
> perantauan.
>
>
> Suasana di garasi rumah Luhde, pada malam harinya tak banyak ubahnya dengan
> di Bali, para wanita ahli banten metanding dan mejejahitan, selain sampyan
> dari ental, nyama kami yang baru datang dari bali membawa banyak eteh2
> banten, mulai dari janur, jaja uli dan banyak lainnya. Sedangkan buah dan
> bunga kami pakai apa yang alam anugrahi di daerah eropa.
>
> Di sebelahnya lagi, para juru kidung berlatih, para tukang gambel tak kalah
> semangatnya berlatih diri, semetara bau asem menyan nyama yang mengukup
> tirta, berbaur dengan bau sate yang lagi dibakar.
>
> Suasana ini sangat spesial, karena tidak selalu bisa melaksanakan odalan di
> musim panas, dan tidak banyak dari kita memiliki ruangan yang cukup luas
> untuk menampung semua kegiatan ini, sementara anak anak kami yang kebanyakan
> campuran jerman bali tanpa kenal sebelumnya karena kami sangat berjauhan
> tempat tinggalnya.
> Nyama dari semua kabupaten dari berbagai kawitan ada disini.
>
> Suasana haru memenuhi ruangan persembahyangan, sehingga tidak sedikit air
> mata yang menetes. Betapa rindunya kami dengan tanah kelahiran, tetapi
> ternyata disinipun bali bisa dirasakan, karena bali tidak pernah kami
> tinggalkan, selalu bersemayam di hati kami semua.
>
> foto foto kalau sudah di upload akan saya kirim linknya kemari, dan siapa
> bilang tidak ada bebondresan, magenjekan, joged bumbung, sampai babi guling
> di jerman? jaja kaliadrem juga ada.
>
> Tetapi bukan itu semua yang menyembuhkan rasa kangen sama rumah, tetapi
> bersembahyang bersama yang dipimpin Pinandita, bersua nyama, tidur
> maglilingan dan berbagi rasa.
>
> Saya mewakili semua umat Hindu di Jerman, merasa sangat berterimakasih
> dengan semua ini dan juga dengan bisa membagi berita ini pada umat lainnya.
>
> Suksma, aryani
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Sie sind Spam leid? Yahoo! Mail verfügt über einen herausragenden Schutz
> gegen Massenmails.
> http://mail.yahoo.com
>



-- 
Gde Wisnaya Wisna
Jl.Dewi Sartika Utara 32A
Singaraja-Bali
website : www.lp3b.com

Kirim email ke