KENAPA KORUPSI MEMBAHAYAKAN

Oleh: Alistar G Speir

 

Saat ini semua orang diberbagai Negara tidak bisa hidup tanpa membaca mengenai 
korupsi atau mendengarkannya dalam berita. Korupsi ada dimana-mana, melatah dan 
dampaknya sangat merusak namun tidak nampak, terkecuali terkena dampak secara 
langsung namun itupun juga kita akan bertanya, " Lalu bagaimana? Bukan hanya 
sebagian politikus yang merusak sistem, biarkan saja begitu". Namun walaupun 
korupsi tidak kelihatan namun pada kenyataannya korupsi secara nyata merusak 
berbagai Negara dan warganya sampai tingkat yang luar biasa. 

 

Kenapa?, Karena korupsi dapat secara gamblang didefinisikan sebagai manipulasi 
atau kemurtatan sebuah sistem untuk keuntungan satu kelompok dibanding 
keuntungan publik atau direncanakan menerima manfaatnya. Hal ini sangat rumit 
dan sulit untuk dipahami dan menguraikannya, oleh karena itu korupsi sangat 
meluas, sangat menular, sangat mengakar dan sangat sulit diberantas. Namun 
korupsi sangat penting dan dibutuhkan untuk diberantas. Walaupun begitu masih 
banyak Negara yang dituduh memiliki sistem korupsi namun sedang membangun dan 
memiliki peningkatan nilai pertumbuhan ekonomi positif. Oleh karena itu menurut 
saya korupsi harus diberantas secara menyeluruh, sampai akarnya tanpa ragu-ragu 
jika terpaksa harus bersifat kasar, maka sudah semestinya, dengan hanya satu 
cara menjadi masyarakat yang adil dan benar adalah melalui pemberantasan secara 
menyeluruh korupsi baik di sektor publik dan swasta.

 

Saya membaca buku yang sangat menarik perhatian "How the Scots Invented the 
Modern world" (Bagaimana Keluarga Scot Menciptakan Dunia Modern) yang ditulis 
oleh seorang profesor sejarah dari Amerika bernama Arthur Herman, yang secara 
cemerlang menjelaskan kelahiran pemikiran politik, ekonomi dan perdagangan 
modern serta menyambungkan pengembangan teori yang menjadi panduan masyarakat 
demokratis modern dan dunia perdagangan yang tumbuh subur didalammnya. Dan 
tidak dapat dipungkiri hal ini dimulai dari ratuasan tahun yang lalu yaitu 
tahun 1760, dimana sistem yang memungkinkan masyarakat maju untuk hidup dengam 
makmur harus menjadi masyarakat yang adil, benar dan dipahami secara menyeluruh 
serta berlaku untuk semua orang.

 

Di "Wealth of Nations" (Kekayaan Bangsa-bangsa), yang mungkin merupakan buku 
yang meluncurkan teori ekonomi moderen, penulisnya Adam Smith sangat teguh 
menguraikan bahwa perkembangan digerakan oleh kepentingan pribadi, namun 
kepentingan itu harus diatur dan dituntut oleh hukum sehingga pencapainnya 
dapat mencakup keuntungan  untuk semua anggota masyarakat dan tidak hanya 
kepada pribadi. Semua orang yang tertarik pada semua bidang ini, pada zaman itu 
akan menerima manfaat sangat besar dari semua hasil karya para pekerja visioner 
seperti Smith, Adam Fergueson, Lord Kames, David Hume dan Alexander Carlyde, 
yang menggabungkan teori ekonomi dan filosofi, perdagangan dan hukum, serta 
agama. Pada saat itu tidak sulit menjadi Kepala perdilan (Lord Chief Justice), 
sebuah profesor di Universitas dan pendeta di Gereja pada waktu yang sama. 
Tokoh-tokoh ini telah mengetahui bagaimana berpikir dan juga bagaimana 
menkombinasikan pembicaraan malam yang serius dengan segelas anggur dan 
senapan. Cara hidup laki-laki metropolitan pada 250 tahun yang lalu.

 

Namun sekarang kembali kepada inti pembahasan: Cara pemikiran yang cemerlang 
ini telah menarik teori-teori bagaimana memajukan masyarakat dengan hukum dan 
keadilan, melalui perdagangan dan industri pada ratusan tahun yang lalu, dan 
itu berhasil. Inilah sebabnya Inggris menjadi kekuatan dunia dan sampai 
sekarang masih menjadi salah satu pendidik dunia dengan pertukaran mata uangnya 
yang sangat kuat.

 

Dan dimana semua informasi ini didaptakan?. Apakah informasi ini merupakan 
rahasia yang telah digunakan oleh Inggris dan negara barat untuk mendominasi 
ekonomi dunia?. Bukan, informasi ini bebas, terbuka dan mudah didapatkan dan 
harus bersifat wajib untuk ditinjau dan dilaksanaklan oleh semua pejabat 
pemerintah, anggota legislatif, dan semua pelaksana pemerintahan. Namun sangat 
memilukan, bahwa semua pelaksana pemerintahan dan penguasa ini lebih menyukai 
untuk menghiraukannya dan dalam situasi bangsa yang telah dijajah menyalahkan 
kemalangannya secara politik dan ekonomi selama 300 tahun dibawah penjajahan 
Belanda sebagai kasus yang terjadi di Indonesia dan dengan senang hati 
mengabaikan 60 tahun kemerdekaan dimana negara lain dengan waktu yang hampir 
sama seperti Singapura telah menstransformasi struktur sosial dan hukum untuk 
menjadi kekuatan ekonomi kelas dunia.

 

Jadi kenapa korupsi sangat merusak?. Pada tingkat paling rendah korupsi 
menghambat peningkatan kekayaan negara untuk menjadi peningkatan kekayaan 
pribadi, pada tingkat yang lebih tinggi korupsi menyangkal dan mengingkari 
keadilan dan hak asasi manusia, korupsi menciptakan ketakutan dan kebingungan, 
korupsi membuang tenaga dan uang, korupsi menghambat pembangunan, korupsi 
merusak lingkungan, korupsi menghamburkan sumber daya yang bernilai dan 
akhirnya mengurangi nilai kehidupan manusia. Secara kasar daftar diatas 
merupakan daftar yang tidak penting, namun bersama-sama bisa dilihat dalam 
beberapa contoh untuk mengilustrasikan tuntutan-tuntutan itu.

 

Dimulai dengan daerah yang sangat keras untuk diidentifikasikan: Penipuan 
investasi. Sebagai contoh; Sebuah perusahaan dapat ijin untuk membangun sebuah 
pabrik semem, dengan mendapatkan semua ijin yang dibutuhkan dari pemerintah. 
Perusahaan ini meminjam 100 Juta dolar Amerika dengan menjanjikan bahwa pabrik 
ini akan bernilai 200 juta dolar Amerika dengan sisanya akan dibiayai oleh 
saham (modal). Pada kenyataannya, mereka hanya akan menggunakan uang yang 
dipinjam dari Bank dan membangun pabrik dengan harga kurang dari 100 juta dolar 
Amerika. Hasilnya setelah pabrik beroperasi, perusahaan yang menjalankannya 
mengalami kerugian namun karena pabrik ini merupakan "industri penting" 
pemerintah menjaminnya dan membeli 50% bagian dari perusahaan. Bisa dibayangkan 
pemerintah bayar 100 juta dolar Amerika dan menentukan kontrol harga pada 
industri semen dengan menaikan harga jual agar perusahaan ini dapat keuntungan. 
Tidak ada yang merasa terpukul, namun negara telah buang 100 juta dolar 
Amerika, para pemilik tidak pernah mengeluarkan uang sama sekali dan sekarang 
memiliki 50 % saham perusahaan yang menghasilkan semen dengan harga tinggi 
dimana para konsumen bayar untuk memperburuk perekonomian. Kerangka tindakan 
yang sangat cemerlang dan tidak nampak. 

 

Jika hal ini terulang untuk 100 industri maka akan tercipta sebuah ekonomi yang 
sangat tidak efisien yang didukung oleh pemerintah korup, bisa dikatakan bahwa 
10 perusahaan atau kelompok perdagangan menguasai 10 jenis industri yang 
masing-masing dibayar oleh para konsumen dan pembayar pajak. Bisa dibayangkan? 
Bukan. Skenario yang terjadi secara nyata pada tahun 60-an dan 70-an dan 
menjadi akar permasalahan dari berbagai masalah yang terjadi pada berbagai 
negara eks-jajahan saat ini.

 

Sekarang bisa dilihat pada skala yang lebih kecil dan lebih endemis sebagai 
contoh: komisi. Seorang menerima komisi sebagai imbalan melancarkan suatu 
kegiatan dengan beberapa supplyer. Hal ini tidak berbahaya, bukan?. Namun ini 
berbahaya komisi yang diterima ini menghancurkan proses seleksi yang didasari 
oleh hasil kinerja yang terbaik dan "mencuri" margin keuntungan dari perusahaan 
pembeli. Sebagai contoh pada kontrak-kontrak pekerjaan publik dimana negara 
berhadapan dengan jalan, sistem air, bandara, pendidikan dengan kualitas rendah 
yang semua diberikan oleh pemerintah. Dan pada sektor swasta didapat keuntungan 
yang lebih rendah (atau kerugian nyata), tingkat persediaan pekerjaan rendah, 
gaji rendah, kualitas kerja rendah. Sekali lagi orang-orang yang sama yang 
membayarnya yaitu konsumen dan pambayar pajak.

 

Jika sistem peradilan juga sebagai subjek penyalahgunaan, baik pada keputusan 
pengadilan yang dipengaruhi oleh keuntungan yang dijanjikan atau penuntunan 
yang dihindarkan melalui pemberian uang (dimana uang itu juga adalah hasil 
curian!), lalu terdapat sedikit insentif untuk melanjutkan tujuan ini dan lebih 
sedikit kesempatan untuk memulihkan mereka yang telah dirugikan, disalahkan dan 
ditipu. Hal ini adalah yang dilakukan oleh Kames dan Smith dimana masyarakat 
diarahkan berdasarkan desakan hati untuk menciptakan kekayaan untuk dirinya 
sendiri namun mereka harus merasa aman dibelakang sistem peradilan atau mereka 
akan kehilangan semangat walaupun untuk mencobanya, dan hanya para pengusaha 
yang tersisa akan terkait dengan kegiatan ilegal. Ramalan yang menakutkan namun 
nyata.

 

Hal berikut ini merupakan hal yang tidak berbahaya sebagai hasil tindakan 
korupsi: jalan yang tidak dirawat yang mengakibatkan penundaan (dan pembagunan 
jalan baru, waktu dan bahan bakar terbuang); birokrasi bodoh untuk mendapatkan 
ijin, SIM, KTP, ya semua permohonan lainnya; penghamburan uang atas program 
yang direncanakan secara tidak layak seperti promosi wisata, pelayanan 
kesehatan, sistem lalulintas dan program-program lainnya. Semua ini bukan 
kejahatan pada hakekatnya di dunia ini namun jika ada "cara baik" untuk 
melakukan berbagai kegiatan yang disampingkan untuk mendukung "cara buruk"  hal 
ini membuang uang pembayar pajak dan lebih buruk lagi membuang kesempatan yang 
efisien dan menguntungkan kepada negara-negara kompetitor lainnya.

 

Hal ini mungkin menjelaskan kenapa Singapura dengan jumlah penduduk yang hanya 
mencapai 4 juta orang dapat membeli perusahaan-perusahaan asing dengan angka 
total konsumen lebih dari 10 juta orang!. Sementara Malasia tanpa memiliki 
sumber daya wisata yang lebih baik  dapat menarik 18 juta pengunjung dan 
Myanmar hanya 1 juta.

Jadi bagaimana menghapuskan penyakit yang mengakar daging menakjubkan ini?. 
Selama satu seminar dengan Menteri Senior Singapura Goh Chok Tong, saya 
menyampaikan pertanyaan kepadanya secara jelas dan beliau menjawab dengan jelas 
pula. Pertama-tama, dia mengatakan gajilah pegawai pemerintah dengan gaji yang 
tinggi setingkat dengan dengan paket pimpinan tertingi di sektor swasta. 
Artinya: satu juta dolar untuk para menteri. Lalu buktikan bahwa sistem 
peradilan bunyi nyaring, sekali lagi dengan membayar mereka sangat baik. Lalu 
berilah hukuman sektor publik yang melakukan korupsi secara sungguh-sungguh, 
namun hukuman ini tidak hanya dijatuhkan kepada orang yang terlibat namun juga 
seluruh keluarganya. Pelarangan secara menyeluruh pada semua kantor publik, 
semua kegiatan usaha dan pengasingan sosial secara menyeluruh. Tanpa ampun. 
Mungkin jika keluarga ikut menderita, maka pembelajaran akan bisa diterima dan 
dipelajari. Siapa tau, namun hal ini telah berhasil di Singapura.

 

Namun seperti dikatakan Pak Goh: "jika seorang bisa hidup di rumah apapun, 
menyetir mobil apapun, mendidik keluarganya di sekolah bertaraf internasional 
dimanapun dipilihnya, memiliki liburan apapun, dan memilki harta apapun, jadi 
kenapa dia harus menjadi korup?. Jadi, salah satu jawabannya untuk pertanyaan 
itu adalah pada kenyataan diberbagai negara terdapat satu "harga yang harus 
dibayar" untuk masuk sistem yang sulit dipatahkan. Untuk menjadi Jendral, 
gubernur, kepala di perusahaan milik negara maka harganya adalah bahwa para 
calon yang lulus harus melakukan tindakan ilegal untuk membayar kembali 
kantongnya. Hal ini sangat sulit untuk dihentikan walaupun hal ini merupakan 
masa jabatan sebagai buruh biasa namun pada tingkat tertinggi. Tetapi pada 
situasi ini agar bisa dihentikan maka harus ada satu tingkat dimana amnesti 
harus diberikan untuk semua orang yang mengalami situasi ini dan mengumumkan 
perhentian semua tindakan korupsi atau sejenisnnya, atau sebaliknya dunia ini 
tidak akan bebas dari korupsi. Dan hal ini berarti kita tidak akan sehat, 
sejahtera dan bebas dari kesalahan. Apakah anda siap untuk tantangan ini?

 

Majalah Garuda September 2008

Diterjemahkan oleh Michel Mercado

Kirim email ke