http://kemoning.info/blogs/?cat=6
 
Pura Hindu Bali di Belgia
 


 
Melihat foto-foto diatas, dengan suhu udara yang dingin dan berkabut  seakan 
mengingatkan kita akan Pura Gelap di Besakih yang keseluruhan bangunan phisik 
Puranya terbuat dari Paras Batu.  Namun kalau di amati lebih detail, Pura 
diatas tidaklah berlokasi di Bali atau di daerah Indonesia lainnya melainkan 
berlokasi di daratan Eropa yaitu di negeri Belgia !
 
Sungguh anugrah luar biasa dari Ida Sang Hyang Widi Wasa yang di berikan kepada 
kita semua khususnya umat hindu yang ada di Europa. Sebuah Pura yang di bangun 
di tengah lokasi wisata taman burung yang luasnya 55 hektar, di dirikan 
oleh orang belgia yang bernama ERIC DOMB. adapun alasan beliau mendirikan Pura 
tersebut dikarenakan kecintaannya yang sangat luar biasa akan bali. Proses 
pembuatan Pura tersebut memang dilakukan secara bertahap dimana tahun lalu 30 
orang Bali secara khusus didatangkan dari Bali ke Belgia untuk membangun Pura 
tersebut. Mereka datang bulan agustus sampai januari, dan melanjutkan 
pekerjaannya dari april 2008 hingga agustus 2008! Bahan-bahan khusus seperti 
paras batu , kayu jati, raab duk, yang diperlukan untuk pembangunan Pura 
didatangkan langsung dari Bali sampai 300 Container ! sungguh luar biasa dan 
sangat mengharukan melihat perjuangan orang-orang yang terlibat “ngayah” dalam 
penegakan Sanatana Dharma  di bumi Eropa.
 Upacara pemlaspasan “ngenteg linggih pura ini memang belum di laksanakan, saya 
yakin masyarakat Hindu Bali atau Hindu Nusantara yang berdomisili di Eropa, 
seperti Belanda, Jerman, Inggris, Perancis,  akan berbondong-bondong “tangkil” 
untuk melakukan persembahyangan bersama, disamping tentunya untuk melepas 
kerinduan akan dentingan suara Genta Pandita dan melepas kangen bertemu nyama 
brya bali di seluruh negeri Eropa.
 
Selain di Belgia, sekolompok masyarakat Bali yang merantau di negeri Jerman 
yang tergabung dalam banjar “Nyama Braya Bali” juga akan mendirikan Pura 
Jagadnata di kota Hamburg, yang pembangunannya akan di mulai setelah musim 
Winter berakhir yaitu sekitar bulan February 2009. dimana proses upacara yang 
di kenal dengan istilah “nanem Pedagingan” yaitu peletakan seperangkat sarana 
upacara tanda akan mulai didirikannya bangunan Pura telah dilaksanakan ketika 
merayakan hari raya Kuningan di bulan September 2008 kemaren. Seperti juga di 
Belgia, pembangunan Pura di kota Hamburg juga di biayai oleh orang lokal 
Jerman, yang tidak ingin di kenali namanya. Karena ikatan batin serta 
kecintaannya akan Bali yang sangat mendalam setelah mengunjungi pulau Bali 
dengan agama Hindunya, beliau merasa terpanggil untuk mewujudkan Pura Jagadnata 
di negeri Jerman. ibu kelian banjar NBB (Nyama Braya Bali) di Jerman yaitu Ibu 
Agung Aryani, sesungguhnya  sudah juga
 mendirikan Pura (mrajan) di pekarangan rumahnya di kota Hannover, yang upacara 
pemlaspasan Pura Padmasari nya dilaksanakan ketika hari raya Saraswati di awal 
tahun 2008 kemaren.
 
Ida Sang Hyang Widi Wasa memang ada dimana-mana dan kapan saja (Wyapi Wyapaka). 
Semoga dengan keberadaan Pura-Pura di berbagai kota di daratan Eropa ini bisa 
membangkitkan rasa percaya diri kita semua serta meningkatkan keyakinan kita 
akan Sanatana Dharma Hindu dimanapun berada. Keberadaan Pura di Eropa sungguh 
sangat membantu mengobati kerinduan masyarakat Bali yang merantau di Eropa akan 
tempat kelahiran, tanah leluhur serta sanak saudara nun jauh di Bali.
 
sebagai penutup dari artikel ini, sekiranya ada pembaca artikel ini yang 
memiliki kesempatan untuk mengunjungi Eropa pada umumnya atau negara Belgia 
pada khususnya, jangan lupa untuk “tangkil” mebakti di Pura yang berlokasi di 
Belgia ini. suksme.
 
gambar-gambar diatas saya pinjam dari semeton kita yang berdomisili di Belgia: 
http://yurana.multiply.com/photos/album/15/Balinese_Hindu_Temple_in_Belgium
 
http://www.youtube.com/watch?v=-5RwF3pyaaw
 
salam waRning,


      

Kirim email ke