Program yang menarik.

dulu tyang waktu masih SD kelas 1 - 3 SD di Klungkung juga dapet menikmati 
program susu bubuk, entahlah dari mana sumbernya, siapa donaturnya, mungkin 
susu-susu itu yang membuat tyang masih bisa dapet juara kelas di SD. karena di 
rumah sendiri tidak ada susu.

untuk sementara tyang baru bisa mendoakan saja, semoga mbok vieb diberikan 
kesehatan serta panjang umur dari Ida Sang Hyang Widi Wasa. jadi program 
seperti bisa tetap terlaksanakan.

suksme,


--- Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]> schrieb am So, 26.10.2008:
Von: Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]>
Betreff: [bali] Re: Emailing: DSC03198, DSC03202, DSC03211 (2)
An: [email protected]
Datum: Sonntag, 26. Oktober 2008, 15:33



 
 
 



 



P Nengah Sudja yang baik,
 
Ya dan lucunya ketika kita telephone guru, mereka 
rupanya menyimpan hp saya jadi sudah menyebut nama saya terlebih dulu.... saya 
terharu.. dan kemudian ketika anak anak diberitau mereka langsung saja turun 
bukin tanpa tunggu aba-aba guru, jadi guru bercerita wah mereka sudah berlari 
turun gunung duluan tanpa menunggu guru....
 
Karena setiap kali ada program ada saja teman 
'bule' yang ikut..... mereka ada yang datang ke teman saya special untuk 
mengatakan 'i love you', wah teman saya menangis.... 'they made an effort to 
say 
it'... pertama sekali ketika saya melakukan assessment 2 tahun yang lalu mereka 
takut sekali berbicara dengan saya.... tapi setelah saya bercerita, dan pesan 
saya selalu bahwa mereka harus sudah bisa baca mantra tri sandhya kalau saya 
datang lagi... maka sekarang kalau saya datang mereka sudah tidak takut bicara 
lagi... dan malahan berebut ingin bercerita atau ingin membaca mantra... atau 
menyanyi.....
 
Program kita di sekolah yang ini memang susu dan 
telur selama satu semester.... ternyata hanya 3 bulan saja sudah banyak 
perubahan di postur, muka, gigi dan otak mereka.
 
Program ini mahal, karena satu anak membutuhkan 3 
ribu per minggu hanya untuk sekali susu dan sekali telur saja..... kita sudah 
kenal dengan distributor susu, jadi program susu kita selalu di bawakan oleh 
supplier ke sekolah atau dititipkan ke kepala desa dan di jemput oleh kepala 
sekolah masing masing sekolah.  Tapi karena program ini mahal (sekitar 7 
jutaan untuk 1 semester untuk sekitar 100 s/d 130 anak sekolah) jadi pilihan 
sekolah nya juga sangat cermat.  
 
Yang sedang menerima program susu telur sekarang 
ini SD3 di Seraya juga, kalau sekolah lain harus menunggu sampai dana 
terkumpul.
 
Mereka senang sekali kalau dapat susu dan telur... 
gurunya mengatakan walaupun hari sabtu, terik anak anak akan semua hadir kalau 
memang ada program susu hari itu.
 
salam,
 
vieb

  ----- Original Message ----- 
  From: 
  Nengah Sudja 
  
  To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Sunday, October 26, 2008 8:47 
  PM
  Subject: [bali] Re: Emailing: DSC03198, 
  DSC03202, DSC03211 (2)
  

  
  Mbak Vieb, 
     
  Pantas lah kalau mereka kangen.! 
  Mereka ( 
  saya)  menghargai, 
   upaya , 
  dana,  waktu, energi serta….emosi yang telah  Anda berikan. 
  Menerima, menyambut kedatangan Anda dengan suka cita, tercemin dari wajah di 
foto2 itu. 
  Suatu kebahagiaan tersendiri. 
     
  Mbak Vieb sekedar saran,  bagi 2 susu sama mereka, bukan saja perbaikan 
postur tubuh tapi juga 
  meningkatkan potensi otak mereka. Seperti bantuan dari luar  dulu 
   kepada 
  kami. 
  Saya pakai sandal setelah kelas tiga SLU di Denpasar. Tapi itu ukuran 60 
tahun yang lalu. 
     
  SELAMAT.! 
     
  SALAM. 
  Nengah Sudja. 
   
     
  
  
  
  
  From: 
  [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Asana Viebeke 
  Lengkong
Sent: Sunday, 
  October 26, 2008 3:34 PM
To: 
  [EMAIL PROTECTED];
 [email protected]
Subject: [bali] Emailing: DSC03198, 
  DSC03202, DSC03211 (2) 
     
  
  
  24 Octo 
  2008 
  
    
  
  4 sekolah di Seraya dengan jumlah 
  anak 504  
  
    
  
  Sekolah di photo di atas bukit, 
  tidak ada jalan menuju ke sekolah itu harus melalui kali berbatu, kebun 
  jagung......dan saking kangennya dengan kita mereka tidak mau menunggu di 
  sekolah tapi turun ke jalan untuk menemui 
  kita. 
  
    
  
  Sedikit sekali diantara mereka 
  yang bersepatu, umumnya sandal karet atau barefoot.  Jangan tanya kondisi 
  kesehatannya. 
  
    
  
  Terimak
 asih yang sudah ikut 
  berbagi. 
  
    
  
  salam 
  vieb 
  The message is ready to be sent with the following 
  file or link attachments:
DSC03198
DSC03202
DSC03211 (2)

Note: 
  To protect against computer viruses, e-mail programs may prevent sending or 
  receiving certain types of file attachments.  Check your e-mail security 
  settings to determine how attachments are 
  handled.


      

Kirim email ke