Soekarno memang cerdas.apa yg dicanangkannya dulu, untuk membangun nation and 
character building memang sangat brilian, sayang zaman tidak berpihak waktu 
itu. sekarang sepertinya kita harus kembali kelangkah-langkah awal itu kalau 
tidak ingin indonesia ini semakin tenggelam, bahkan menjadi indonesyiah. 
Pendidikan mutlak, nasionalisme wajib
saya ada kopian tulisan tentang beliau, yg judulnya penyambung lidah rakyat. 
Memang anak bangsa yg cerdas...

dudik
nb: jadi inget pesan prabowo " saya dudik mahendra, ketua kerukunan 
pengangguran kota denpasar, jangankan membeli produk luar membeli produk dalam 
negeripun kami sudah tidak mampu"

www.dotpis.com
The real freedome is free from dome


--- On Mon, 11/3/08, Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [bali] Indonesia menggugat
> To: [EMAIL PROTECTED], [email protected]
> Date: Monday, November 3, 2008, 1:38 PM
> Kami punja hari dulu jang indah, kami punja masa silam jang
> gemilang!
> 
> Ah, Tuan-tuan hakim,
> 
> Siapakah orang Indonesia jang tidak mengeluh hatinja, kalau
> mendengarkan cerita tentang keindahan itu, 
> siapakah jang tidak menyesalkan hilangnja
> kebesaran-kebesarannja!
> 
> Siapakah orang Indonesia jang tidak hidup semangat
> nasionalnja, kalau mendengar riwajat tentang kebesaran
> keradjaan Melayu dan Sriwidjaja, tentang kebesaran Mataram
> dan Padjadjaran, kebesaran pula Bintara, Banten dan Mataram
> kedua dibawah Sultan Ageng!
> 
> Siapakah orang Indonesia jang tidak mengeluh hatinja kalau
> ia ingat benderanja jang dulu ditemukan dan dihormati orang
> sampai di Madagaskar, di Persia, dan di Tiongkok!
> 
> Tetapi sebaliknya, siapakah tidak hidup harapannja dan
> kepertjajaannja, bahwa rakjat jang demikian kebesarannja
> hari dulu itu pasti tjukup kekuatan untuk mendatangkan hari
> kemudian jang indah pula, pasti masih djuga mempunjai
> kebisaan-kebisaan menaik lagi diatas tingkat kebesaran
> dikelak kemudian hari.
> 
> Siapakah jang tidak seolah-olah mendapat njawa baru dan
> tenaga baru, kalau ia membaca riwajat zaman dulu itu, lantas
> hiduplah rasa nasionalnja, lantas menjala lagilah api
> harapan didalam hatinja, dan lantas mendapat lagilah rakjat
> itu njawa baru dan tenaga baru oleh karenanja.
> 
> "Indonesia Menggugat"
> Soekarno, 1930
> 
> Cuplikan dari pembelaan Soekarno di pengadilan kolonial di
> Gedung Landraat Bandoeng


      

--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke