*Catatan Akhir Tahun:* *Tahun 2008, Tahun Tanpa Keberpihakan Pada Ibu Pertiwi*
*Denpasar *- Tidak terasa kita telah berada di penghujung tahun 2008 dan akan memasuki tahun 2009. Namun sebelum meninggalkan tahun ini ada beberapa cacatan yang harus diungkapkan dalam rangka untuk mengingat kembali apa yang telah terjadi sekaligus menjadi pelajaran di tahun mendatang. Tahun ini adalah tahun yang dipenuhi oleh deretan arogansi pemerintah kabupaten untuk memuluskan proyek-proyek bermasalah. Ekspansi industri pariwisata tanpa kontrol dan tidak mengindahkan aspek lingkungan menjadi konsumsi publik sepanjang tahun ini Demikian dikatakan Agung Wardana, Direktur WALHI Bali dalam menilai kondisi lingkungan hidup di Bali selama tahun 2008 di Denpasar, Senin (30/12/08) kemarin. Dalam catatan WALHI Bali, proyek yang bermasalah yang menimbulkan polemik antara lain Hotel Vita Life di Wongaya Betan Tabanan, Hotel di Padangbai, Villa di Uluwatu dan Pantai Kelating, Pengerukan Pasir Pantai Geger, Penguasaan Pariwisata Alam di TWA Buyan dan Tamblingan. Selain itu, ketidakseimbangan alam Bali mulai terlihat jelas di tahun ini, terbukti dengan kejadian banjir yang menimpa Kabupaten Badung, Gianyar dan kota Denpasar yang sebelumnya tidak pernah mengalami banjir yang parah. Alih fungsi lahan produktif, kemacetan dan sampah akan tetap menjadi ancaman ditahun mendatang. Ketika ditanya tentang kinerja Gubernur Bali yang terpilih secara langsung ditahun ini, Agung menyatakan bahwa alih-alih menunjukkan keberpihakan pada lingkungan hidup dan mengambil tindakan tegas atas proyek bermasalah, Gubernur justru mengeluarkan statemen kontroversial untuk merubah Perda Tata Ruang terkait radius kesucian dan tinggi bangunan. Ekspansi industri pariwisata untuk mengeruk keuntungan di Bali akan semakin massif terjadi. Mengingat visi misi Gubernur terpilih untuk meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat hingga seratus persen. Untuk menjawab janji tersebut, pilihan yang paling mudah dilakukan adalah mengundang investor sebanyak-banyaknya datang ke Bali tanpa memperhitungkan daya dukung dan daya tampung Bali yang terbatas. WALHI Bali juga telah mengingatkan Gubernur dengan jalan mengirimkan surat terbuka agar Gubernur untuk mengambil tindakan tegas dalam menyelamatkan Ibu Pertiwi Bali yang saat ini sedang meradang. "Jika permasalahan ini tidak segera ditangani dengan melakukan moratorium pariwisata, maka akan semakin banyak konflik perebutan ruang hidup dan kerentanan ekologi Bali dimasa mendatang," ungkap Agung Wardana. Ditahun 2009 nanti, akan berlangsung hajatan politik terbesar yakni Pemilu. Namun WALHI Bali menilai pesimis bahwa pemilu akan menghasilkan perbaikan terhadap kondisi lingkungan hidup. Hal ini terlihat dari masih minornya isu lingkungan hidup yang diusung oleh partai politik maupun kontestan pemilu. Lingkungan hidup, dalam arti sumber daya alam, justru merupakan aset yang akan dipakai untuk negosiasi politik dalam meraih ambisi kuasa para elit politik. *(habis)* Informasi lebih lanjut: Agung Wardana 081916606036 -- Gde Wisnaya Wisna Jl.Dewi Sartika Utara 32A Singaraja-Bali website : www.lp3b.com
